Pemikiran Sigmund Freud

Posted on Updated on


Pada hari Rabu, 12 September 2007 bertempat di Perpustakaan Pasca Sarjana UGM diadakan Diskusi Bulanan “Greater Thinking” yang pada kesempatan bulan ini mengangkat tema “Pemikiran Sigmund Freud”. Panitia menghadirkan Prof. Drs. Koentjoro. Ph.D., seorang Psikolog Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada dan Drs. Rizal Muntasyir, M.Hum., dosen Filsafat UGM sebagai Host diskusi. Dari jam 09.00 sampai 10.30, diskusi berlangsung hidup. Panitia menyediakan fasilitas berupa makanan ringan dan sertifikat.

Pada kesempatan ini, saya akan menyajikan kepada pembaca sekalian makalah yang disampaikan oleh Prof. Koentjoro kepada pengunjung sekalian. Semoga tulisan ini memberikan pemahaman kita kepada pemikiran Freud (Baca: Froid), yang sangat besar pengaruh ya terhadap perkembangan ilmu Psikologi.

*************************

Sigmund Freud (1856-1939)
Oleh: Prof. Drs. MBSc. Ph.D., Psikolog Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada

Latar Belakang Kehidupan

• Lahir di Freiberg Moravia
• Pindah ke Wina (dikejar Nazi terus ke London)
• Selama tinggal di London hampir setiap tahun menerbitkan buku
• Meninggal di London
• Dia adalah Dokter yang mengobati kekacauan syaraf.
• 1909, pengakuan pertama keahliannya oleh Clark University, Worchester.

Latar Belakang Pandangannya

Sangat dipengaruhi oleh Darwin (survival) dan Fechner (dasar pengetahuan ilmu jiwa). Selanjutnya ahli Hermann von Helmholtz (pengawetan energy) bahwa energy adalah kumpulan dari massa. Dokter muda yang menyelidiki ilmu hayat, ia sukar melepaskan dirinya dari fisika. Untungnya ia dibimbing Ernst Brucke (direktur laboratorium physiology) yang ia kagumi karena teorinya yang dinamis.

Konsep-konsep yang ditawarkan dan karya utama Sigmund Freud

• Psikoanalisa sebagai system ilmu jiwa dan bukan suatu cabang ilmu jiwa atau psikiatri.

Karya Freud

• 1890, Interpretation of Dreams
• 1904, The Psycopathology of Everyday life
• 1905, A Case of Hysteria, Three Essays of Sexualities, Wit and Its Relation to the Unconcious
• The Future of Illussion
• Civilization and Its Discontents (Kritik Kemasyarakatan)

Menghidangkan Karya Freud

  • Karya-karyanya terpencar dalam banyak artikel dan tulisannya buku terpencar di beberapa media dan buku yang ditulis sejak 1890 hingga 1936.
  • Pribadi Freud adalah pribadi yang berkembang, Freud selalu memperbaiki, mengubah dan memperluas teorinya.
  • Beberapa pendapatnya terdahulu yang telah dibuang dan banyak yang lain dirumuskan kembali.

Histeria (A Case of Hysteria, 1905)

  • Penanganan pasien hysteria mengarahkan pada kesadaran bahwa masalah fisik berhubungan dengan masalah intra psikis, seperti ingatan akan peristiwa lampau yang traumatic.
  • Proses intra-psikis digambarkan dengan adanya resistensi, represi, yang terjadi karena adanya konflik antara keinginan dan keinginan lain, dan yang tidak dapat diselesaikan dengan etika, estetika dan keyakinan personal dalam kepribadian individu. Konflik-konflik yang tidak dapat diselesaikan tersebut kemudian direpresi dari kesadaran dan dilupakan.

Gagasan Struktur Psikis

  • Struktur kepribadian: id, ego dan superego.
  • Kesadaran dibedakan atas kesadaran, ambang kesadaran, dan ketidak-sadaran.
  • Dinamika proses ketika ada kebutuhan atau konflik kebutuhan dimana ego menjadi pengatur sesuai prinsip realitas, dengan adanya proses represi, yang dapat berakibat terjadi hambatan, simtom dan kecemasan.
  • Ketidaksadaran akan berisi hal-hal yang sudah direpresi.
  • Kebutuhan yang direpresi bukannya menjadi tidak ada, melainkan tetap aktif hanya menunggu kesempatan untuk muncul kembali ke kesadaran.
  • Dengan cara terselubung atau mengambil bentuk lain kekuatan yang direpresi muncul kembali ke kesadaran dengan sensasi yang sama-sama menyakitkan.
  • Bentuk lain dari gagasan yang ditekan, disebut juga sebagai simtom, aman dari serangan pertahanan diri ego.
  • Sublimasi merupakan suatu cara untuk mengatasi rasa bersalah karena adanya gagasan patogenik, yaitu dengan mengarahkan pada tujuan yang lebih tinggi yang bebas dari penolakan.

Susunan dan Dinamika Kepribadian (Ilmu Jiwa Dinamis)

Erotic Spheres Three Essays of Sexualities, 1905

  • Simton terkait dengan harapan-harapan seksual yang patogenik (infatil seksualitas) di masa kecil, baik pada laki-laki maupun perempuan.
  • Seksualitas anak kecil, terlepas dari masalah reproduksi yang berfungsi paling akhir.
  • Seksualitas infatil memungkinkan anak mendapatkan kesenangan dari berbagai sumber.
  • Sumber kesenangan adalah perangsangan sendiri (auto-erotism) pada bagian-bagian tubuh yang peka (erogenous-zones).
  • Komponen lain dari kesenangan seksual adalah komponen impuls, atau libido, yang melibatkan orang lain sebagai objek. Komponen ini muncul sebagai pasangan yang berlawanan, seperti aktif dan pasif (missal sadism-masochisme; kesenangan ekshibisi aktif/pasif).
  • Manifestasi seksual infatil dapat dilihat dari pilihan objek, dimana orang lain mempunyai peran penting.
  • Kehidupan seksual kanak-kanak sangat kaya tetapi tidak saling terkait, dimana satu impuls mengarahkan pada kesenangan yang tidak terkait dengan impuls lain. Hal ini di masa datang akan berkorelasi dan diorganisasi dalam dua arah umum sehingga mendekati pubertas karakter seksual menjadi lebih jelas.
  • Jika ada yang kurang terpuaskan akan terjadi regresi (kekanak-kanakan).

Psikologi dari Error The (Psychopathology of Everyday life, tahun 1904)

• Keseleo lidah, salah tulis, salah baca, salah dengar.
• Kelupaan temporer: nama, apa yang akan dilakukan.

Interpretasi Mimpi (merupakan buku pertama tahun 1890 dan Wit dan Its Relation to the Unconcious)

  • Menggantikan hypnosis
  • Merupakan cara tidak langsung untuk mengnterpretasi hal-hal yang ditekan di ketidak-sadaran.
  • Isi dari mimpi merupakan pemunculan terselubung dari pikiran-impian yang tidak disadari akibat resistensi ego.

Mimpi

  • Bukan fenomenon somatic melainkan fenomenon mental.
  • Orang mempunyai pikiran yang ia ketahui tanpa pengetahuan bahwa ia mengetahuinya.
  • Interpretasi mimpi dan error untuk memahami pikiran yang tidak disadari.

Garis Besar

  • Konsep kesadaran-ketidaksadaran
  • Kebutuhan-kebutuhan yang menimbulkan konflik, menyebabkan terjadinya represi, resistensi.
  • Kebutuhan didasari oleh kesenangan seksual.
  • Kesenangan seksual muncul sejak masa kanak-kanak, jika tidak terpenuhi akan terjadi regresi.
  • Substitusi kebutuhan yang direpresi, muncul sebagai simton.
  • Interpretasi mimpi dan error menjadi cara memahami pikiran/harapan/kebutuhan yang ada di ketidaksadaran.

Kata Kunci

• Hidup itu pilihan
• Konflik
• Energy dan motivasi
• Kastrasi kompleks

Yang dipengaruhi Freud

• Carl Gustave Jung
• Adler
• Erich From dan Neo Freudian
• Lacan
• Fritz Kunkel

Catatan

  • Frustasi adalah tumpukan kegagalan yang menutup id sehingga kita sulit membedakan kenyataan dan impian.
  • Libido  Eros Thanatos  Motivasi
  • Saat tidur, control diri lemah.
  • Id: bawah sadar (dorongan diri, tuntutan), Ego: alam sadar (realitas), superego: normative (harapan).
  • Rahasia memberikan beban (menekan id).
  • Perokok adalah contoh kasus orang yang tidak puas pada masa oral, dan homoseksual adalah orang yang tidak puas pada fase anal.
  • 2 kategori orang dalam dunia seks: pemuas dan penikmat (tidak akan pernah puas).
  • Dalam rumah tangga yang perlu diperhatikan adalah jadilah pendengar yang baik (komunikasi).
  • Sesuatu yang menyenangkan ingin diulangi lagi, sesuatu yang tidak disukai tidak ingin terulang kembali.
  • Pembunuh sadis biasanya pendiam.
  • Demokrasi dapat berjalan dengan baik jika berangkat dari ego.
  • Keadaan yang bagus adalah selalu merubah kondisi id, ego dan superego sesuai dengan kondisi yang kita hadapi (contoh: pakailah id ketika berhadapan dengan anak-anak).
About these ads

12 thoughts on “Pemikiran Sigmund Freud

    ana imoet said:
    5 Oktober 2007 pukul 11:45

    BAGUS, TAPI BANYAK YANG GA KEDAFTAR….

    Sidik wiro HUsodo said:
    13 Maret 2008 pukul 14:26

    Memang begitu besar keberanian Freud mengungkap apa yang dinamakan interpretasi alam metafisika. Walau dia memulai dari nurosains namun dia rasakan psikoanalisa lebih mudah dan aplikable dalam menyembuhkan pasien – pasiennya.
    Begitu dekat dan lebih mudah dimengerti analisa alam bawah sadar dan alam sadar dalam menganalisa jiwa hingga dia bisa menghasilkan satu struktur jiwa yang terkenal yaitu id, ego dan super ego. Dengan mendasarkan seksualitas dalam analisanya C.G. Jung merasa terusik karena fakta empiris assosiasi alam bawah sadar menolaknya seperti dalam perdebatannya dengan Freud antara hasrat dan kehendak untuk berkuasa.
    Filsafat tiada akan berakhir selama kematian atau metafisika menjadi objeknya.
    Secara biologis dan secara kimia ingin menjelaskan mengenai jiwa namun selalu gagal. Indikasi memang nampak namun penyebabnya bukanlah secara kimiawi. Akan tetapi bisa karena faktor sosio dan psikologis.
    Saya berdiri tiada disisi Freud, namun begitu berpengaruh pada kehidupan pribadi saya. Ada satu surat dalam Alqur’an yang tiada bisa dilogikakan bahwa kedamaian dan ketentraman jiwa kita temukan apabila kita bersandar pada Alloh. Walaupun dipersepsikan dalam ego self defence mechanisme, namun ketika dalam alam bawah sadar itulah aku menemukan kesejukan walau bisikan negatif yang aku artikan syetan begitu lembut dan lihai menyamar dalam intelektualitas, rasionalitas, logika….namun kajian akan psikologiku tiada berakhir. Aku ingin mendalami disisi kehidupanku tentang jiwa dan berlayar bebas menembus slide – slide kehidupan Freud, C.G Jung, B.F. Skinner dan bergumul dengan mereka yang menjelajahi secara intelektual tentang jiwa.

    erin said:
    8 Mei 2008 pukul 11:36

    saya nak tau lebih lanjut lagi latar belakang tokoh ini.

    Sunny Butuh Bimbingan said:
    24 Februari 2009 pukul 12:18

    sigmund frued emang hebat………… tapi kok mengikuti darwin yaaaaaaaa…………

    salam kenal dehh………

    oyaaaaaaa….kalau dari sekian teman2 atau yg punya blog ini tahu artikel-artikelnya sigmund frued yang sudah diterjemahkan ke bahasa indonesia,… mohon kasih tahu dongg………..

    terutama yang ada di dunia maya….yang kaitannya dengan psikologi atau psikoanalisis

    atas balasnnya terima kasih…

    OYA…MOHON DIBALAS DI BGLOKU YAAAAAAAA….. sebagai perkenalan……….

    Fery Kurniawan said:
    20 April 2009 pukul 17:05

    trims ksh ats mtri…

    mazz criezt said:
    27 April 2010 pukul 18:28

    tetap saja analisa..bukan tidak mungkin parameter private yang mamukau

    Naruto Info said:
    1 September 2010 pukul 11:50

    sangat cocok untuk q.. sbg bhan mkalah.

    silvii said:
    22 Oktober 2010 pukul 14:24

    bagusss,..
    tp masih banyak yang gak ditulis ya????

    Edy Padmaloekito said:
    6 Juni 2011 pukul 15:44

    Mohon pencerahan sy pernah dengar teori semacam Odipus complek teorinya siapa? Tks.

    Sutri Syarif said:
    14 November 2011 pukul 20:08

    gooddd/////////////

    edros said:
    18 April 2012 pukul 23:12

    Saya 1000% setuju dg pemikiran darwin dan freud.

    miu said:
    27 April 2012 pukul 15:52

    gak mudeng…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s