Mengapa Belajar Filsafat

Posted on Updated on


Banyak orang merasa asing dengan filsafat. Mereka bertanya filsafat itu ilmu apa, atau apakah orang bisa hidup dengan filsafat? Apakah orang bisa bekerja dan mendapatkan karir yang bagus setelah belajar ilmu filsafat?

Banyak mahasiswa yang masuk perguruan tinggi tidak mengenal ilmu filsafat. Bahkan meskipun anak-anak Sekolah Menengah Umum (SMU) memiliki kemampuan yang memadai untuk mempelajari filsafat, kesempatan jarang sekali diberikan pada mereka. Jadi, mudah dipahami jika kesan mahasiswa pada umumnya tentang filsafat, sebuah kesan yang juga tertanam luas dalam masyarakat umum, adalah bahwa mereka tidak mengerti (uninformed) atau menyalahpahami (misinformed) ilmu filsafat. Mereka mungkin bertanya:

“Mengapa dan untuk apa saya harus belajar filsafat?” Berikut ini adalah pertimbangan yang bisa diajukan:

  • Filsafat membantu kita memahami bahwa sesuatu tidak selalu tampak seperti apa adanya.
  • Filsafat membantu kita mengerti tentang diri kita sendiri dan dunia kita, karena filsafat mengajarkan bagaimana kita bergulat dengan pertanyaan-pertanyaan mendasar seperti:
    - Siapakah diri saya?
    - Apakah Tuhan benar-benar ada?
    - Bagaimana seharusnya saya hidup? Bagaimana seharusnya kehidupan bersama di atur?
    - Haruskah saya mematuhi apa yang telah diatur dalam kehidupan masyarakat?
    - Dapatkah saya meyakini kebenaran dari setiap kepercayaan yang saya anut?
    - Apakah hidup saya berarti dan punya makna?
    - Apakah nilai-nilai dan kepercayaan sebenarnya hanya merupakan sebuah opini?
    - Apakah hakikat pikiran, bahasa dan gagasan?
  • Filsafat membuat kita lebih kritis. Filsafat mengajarkan pada kita bahwa apa yang mungkin kita terima begitu saja ternyata salah atau menyesatkan—atau hanya merupakan sebagian dari kebenaran.
  • Filsafat mengembangkan kemampuan kita dalam:
    - menalar secara jelas
    - membedakan argumen yang baik dan yang buruk
    - menyampaikan pendapat (lesan dan tertulis) secara jelas
    - melihat sesuatu melalui kacamata yang lebih luas
    - melihat dan mempertimbangkan pendapat dan pandangan yang berbeda.
  • Dengan mempelajari karya-karya para pemikir besar, para filsuf dalam sejarah dan tradisi filsafat, kita akan melihat betapa besar sesungguhnya pengaruh filsafat terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, agama, pemerintahan, pendidikan dan karya seni.
  • Filsafat memberi bekal dan kemampulan pada kita untuk memperhatikan pandangan kita sendiri dan pandangan orang lain dengan kritis. Kadang ini memang bisa mendorong kita menolak pendapat-pendapat yang telah ditanamkan pada kita, tetapi filsafat juga memberikan kita cara-cara berfikir baru dan yang lebih kreatif dalam mengahadapi masalah yang mungkin tidak dapat dipecahkan dengan cara lain.

Apakah Belajar Filsafat Membantu Kita Mendapatkan Pekerjaan dan Karir yang Baik?Filsafat penting bagi setiap pendidikan yang berorientasi pada pembebasan. Tetapi filsafat sebenarnya juga sangat praktis. Banyak penyedia lapangan kerja mencari tenaga kerja dari latar belakang ilmu filsafat—tentu dengan syarat bahwa ada ketrampilan teknis yang juga dimiliki. Latihan dalam bidang filsafat sungguh-sungguh memberikan pada kita ketrampilan yang dapat ditularkan yang pada gilirannya sangat dihargai oleh penyedia lapangan pekerjaan dalam bidang bisnis dan kehidupan profesional.

Kemampuan berfikir secara jernih, menalar secara logis, dan mengajukan dan menilai argumen, menolak asumsi yang diterima begitu saja, dan pencarian akan prinsip-prinsip pemikiran dan tindakan yang koheren—semuanya ini merupakan ciri dari hasil latihan dalam ilmu filsafat. Tidak ada mahasiswa filsafat yang lulus studinya yang tidak mengenal ketrampilan yang sangat berharga ini. Jadi tidak sulit melihat mengapa :

Sebagian lulusan Filsafat meneruskan studinya ke jenjang pendidikan lebih tinggi dalam ilmu ilmu filsafat dan bekerja sebagai dosen atau peneliti di lembaga-lembaga pendidikan atau penelitian. Namun, sebagian besar diantara mereka juga mengembangkan karirnya di bidang lain seperti lembaga pemerintah, hukum, perbankan, komputer, media massa dan penerbitan, kesehatan dan sebagainya yang semuanya membutuhkan kemampaun dalam berfikir. Karena itu, lulusan filsafat bisa (dan dalam kenyataannya) terjun dan meneruskan karir dalam bidang yang luas seperti

  • BISNIS: asuransi, penerbitan, periklanan, pemrograman computer, konsultan, perbankan, pemasaran, penulis teknis
  • PEMERINTAHAN: pegawai administrasi, diplomat, analis kebijakan, intelegen, pelayanan sosial
  • WARTAWAN: editor, penulis lepas, kritikus film dan naskah
  • HUKUM: wartawan hukum, peneliti dan pengamat hukum, pegawai di lembaga bantuan hukum atau pengadilan.
  • PENGOBATAN: konsultan, pegawai administrasi rumah sakit, praktisi pengobatan, perawat
  • SENI DAN KEMANUSIAAN: pegawai administrasi pemerintah atau swasta, penulis kreatif, produser film, atau karya seni
  • LAIN-LAIN: pendidik, pegawai, politisi, pemograman computer, administrsi perpustakaan, pramugari/pramugara

Banyak tokoh internasional belajar filsafat :

  • Woody Allen (Sutradara dan pelawak)
  • Bill Clinton (mantan Presiden AS)
  • Philip K. Dick (penulis fiksi ilmiah)
  • Feodor Dostoevsky (penulis novel)
  • David Duchovny (filsafat membawanya pada The X Files?)
  • Carol Ann Duffy (penyair)
  • T.S. Eliot (penyair; karya disertasinya adalah tentang filsafat F.H. Bradley)
  • John Elway (pemain gelandang, Denver Broncos – mungkin disukai sejumlah orang Amerika)
  • Harrison Ford (aktor)
  • Ivan Frolov (editor Pravda; filsuf dapat menjadi ahli propaganda yang baik…Goebbels mempelajarinya)
  • Rebecca Goldstein (penulis novel; novelnya The Mind-Body Problem, sekarang dicetak, novel ini didasarkan pada pengelamannya sebagai mahasiswa doktor dalam ilmu filsafat di Princeton)
  • Vaclav Havel (dramawan, mantan presiden Czechoslovakia
  • Bill Hicks (dikenal sebagai pelawak)
  • Mark Hulbert (penulis kolom keuangan di majalah Forbes)
  • Martin Luther King, Jr (pemimpin hak-hak sipil di AS)
  • Aung San Suu Kyi (Pemimpin oposisi politik Burma)
  • Bruce Lee (ahli kung fu, aktor
  • Peter Lynch (salah satu menajer keuangan yang sangat sukses,. Pengarang buku yang yang sangat laris One Up on Wall Street)
  • Naguib Mahfouz (Penulis Mesir)
  • Osip Mandelstam (penyair, dihukum mati oleh Stalin)
  • Steve Martin (pelawak dan aktor; kata orang ia pernah belajar filsafat, tapi mungkin tidak)
  • Kate Millett (penulis feminis)
  • Iris Murdoch (penulis novel)
  • Ricardo Muti (pemimpin orkestra)
  • Chaim Potok (penulis novel)
  • Robert Reich (penggubah lagu)
  • Gene Siskel (kritikus film)
  • Susan Sontag (penulis)
  • George Soros (manipulator pasar uang, pernah mengatakan bahwa dirinya bisa seperti itu karena belajar dari Karl Popper)
  • Leo Tolstoy (penulis novel)

Di pentas nasional, juga banyak tokoh yang belajar filsafat :

  • Dian Sastrowardoyo (Bintang Film, Belajar Filsafat di UI)
  • Sophia Lajuba (Bintang Film, konon juga suka mengoleksi buku-buku filsafat)
  • Dyah Rieke Pitoloka (Bintang Film)
  • Gus Dur (Mantan Presiden)
  • Ahmad Dani (Pemusik, setidaknya suka karya-karya Kahlil Gibran)

Kalau ada nama-nama lain, kami sangat gembira mendengarnya. Sampaikan pada kami ke email: filsafat@ugm.ac.id. Dan jika orang-orang yang terdapat dalam daftar di atas ternyata tidak pernah berhubungan dengan filsafat, beritahu kami dan kami akan menghapuskannya dari daftar.
Uraian di diatas diambil dari:

Sumber : http://www.filsafat.ugm.ac.id/isi/view/40/66/

About these ads

13 pemikiran pada “Mengapa Belajar Filsafat

    Dr. Singkop Boas Boangmanalu berkata:
    22 Juni 2007 pukul 14:22

    Ternyata juga tertarik dengan filsafat, kalau bagitu saya mengundang mbak, untuk mengunjungi web saya dan melakukan diskusi yang bersifat filsafat

      vinuwitha berkata:
      2 Oktober 2012 pukul 09:47

      apa yang mendorong untuk tidak mempelajari filsafat ?

    henri berkata:
    25 Agustus 2007 pukul 22:24

    hey…
    gw sangat respect thd ilmu filsafat,menurut gw filsafat merupakan bagian dari ilmu yang objektif maupun subjektif.namun gw blom banyak blajar ttg filsafat.yang gw tau para filuf punya pemikiran uang relatif lebih maju dan punya karakter yg sangat kuat dalam populasinya(limgkungannya).oh ya.. filasafat ada ga hubungannya dengan ilmu kebatinan???yg gw liat para filsuf memiliki suatu pandangn yg kuat terhadap suatu hal,dan memiliki suatu pemikiran yang kadang melebihi dari kajian teoris yg ada???apa ilmu filsafat juga dasar dari ilmu psikologi???

    hanajima saki berkata:
    30 Agustus 2007 pukul 21:31

    saya ingin bertanya sesuatu. sebelumnya saya setuju kalau belajar filsafat itu perl. Namun, dari sekian manfaat yang dapat kita dapatkan dari belajar filsafat, adakah dampak negatif yang dapat ditimbulkan dari belajar filsafat?
    terima kasih.

    roy berkata:
    20 Oktober 2007 pukul 22:29

    bagi saya dulu ilmu filsafat itu sangat g pnting tapi pd saat tertentu saya mnggunakan teori filsafat itu kepada orang yang di sekeliling gw. tp sekarang saya menyadari bahwa ilmu filsafat itu sngat penting…….. dan sekarang saya sedang belajar ilmu filsafat dengan dosen saya yang bernama pak Amir di universitas SURYADARMA.
    thank’s_GBU ALL_

    Tiago de Barros berkata:
    5 Maret 2008 pukul 13:25

    ilmu filsafat itu sangat penting ,sebab ilmu yang mempelajari tentang character manusia yang mendalam. jujur aku telah mendapat seseorang guna mempelajari sifatnya hingga ia jatuh kepada saya

    Tiago de Barros berkata:
    5 Maret 2008 pukul 13:25

    ilmu filsafat itu sangat penting ,sebab ilmu yang mempelajari tentang character manusia yang mendalam. jujur aku telah mendapat seseorang guna mempelajari sifatnya hingga ia jatuh kepada saya ” ia cinta sama saya “

      aprisna berkata:
      15 September 2009 pukul 18:40

      mf nganggu,menurut anda character yg seperti apa yaaa….?

    aprisna berkata:
    15 September 2009 pukul 18:37

    menurut Q ilmu filsafat sangat penting bagi kehidupan sehari2.coba kita banyangknj klo kita gk bljar ilmu ini mungkin kita gk akan bisa hidup saling tolong menolong

    fitri ayu pakpahan berkata:
    7 Juni 2012 pukul 14:59

    Terimakasih yah kak,karena sudah mengajarkan sedikit tentang ilmu filsafat itu.jadi aku agak tenang dikit.padahal banyak kudengar pendapat2 orang lain tentang ilmu filsafat yang kurang enak di telinga.tapi aq sekarang udah banyak tau ttg ilmu filsafat.thx

    Pangestin Aprilia berkata:
    19 Juni 2012 pukul 10:47

    Thank u so much, ini artikel beneran buat lega banget. Thn ini saya ambil prodi ilmu filsafat, sblmnya saya bingung juga sm definisi dari filsafat ini apalagi kalau ditanya jenjang karirnya. Alhamdulilah saya semakn mantab dg pilihan saya, semoga saya diterima. amin…

    ramdhani berkata:
    22 Juni 2012 pukul 14:11

    tertarik tapi masih banyak orang lain yang melarang saya untuk memasukinya…
    adakah sesuatu yang sekiranya dapat memberi dampak negatif untuk saya sehingga membuat mereka enggan untuk mengizinkan saya mempelajari ilmu yang sebenarnya membuat saya penasaran ingin mencobanya

    Severinus berkata:
    15 Juli 2012 pukul 17:39

    Saya mahasiswa filsafat di Yogyakarta. Saya suka tapi khawatir tentang pekerjaan yang bisa diambil setelah lulus. Mohon masukannya. Bisakah ke bidang perbankan? Mohon balasan dan bantuannya. Saya akan sangat berterima kasih banyak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s