Kritikan Hajjah Irena Handono terhadap Prof. Syafi’i Ma’arif

Posted on Updated on


Seringkali pendapat seorang profesor dianggap “selalu benar” padahal tidak selamanya demikian. Contoh : tulisan Prof Syafii Ma’arif yang dimuat di Republika, Rubrik Resonansi, hal.12, tanggal 21 Nopember 2006.

Ketika itu Syafii Ma’arif mencoba menafsirkan Qs.Al-Baqarah : 62, dengan memberi kesan bahwa Al-Quran mengesahkan semua penganut agama : Nasrani, Yahudi dan Sabi’in akan menjadi penghuni surga, hanya dengan berbuat kebajikan.

Hal itu ditempuh dengan mengutip tafsir Al-Azhar karya mufassir yang mulia Prof. DR. Hamka. Padahal isi tafsir Prof.DR. Hamka tidak demikian.

Karenanya saya mencoba meluruskan pendapat Syafii Ma’arif agar tidak menyesatkan umat, dengan cara membuat tanggapan atas tulisan tersebut dan mengirimkannya kepada Republika, tetapi sayangnya sampai hari ini Republika seakan-akan enggan memuatnya.

Sehingga tanggapan tersebut saya lepaskan kepada pembaca melalui jalur internet. Semoga upaya ini menjadi ibadah bagi saya.

Bekasi, 27 Nopember 2006

Hajjah Irena Handono

———— ——— ——— ——— ——— ——— ——— ——— ——— ———

KETIKA MURID MENELIKUNG SANG GURU

Ahmad Syafii Maarif, bekas ketua umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, menerima pesan singkat dari jenderal polisi yang bertugas di Poso. Sang jenderal minta Syafii membantunya memahami ayat 62 surat Al-Baqarah. Jenderal itu berharap makna ayat itu akan membantunya mengurai konflik yang terjadi di Poso. (Harian Republika, Selasa 21 November 2006 )

Syafii Maarif merujuk ke kitab gurunya Prof. DR. Hamka yakni Tafsir Al- Azhar. Sayangnya buku tafsir itu dibaca dengan fikiran yang berkabut. Kesimpulannya, hal-hal yang benar dari Hamka tertutup dan memunculkan pemikiran Syafii Maarif sendiri

Menurut Syafii Maarif, Hamka adalah seorang mufassir yang berani. Saya setuju dan benar sekali. Bahkan beliau sudah menafsirkan ayat-ayat Allah dengan tepat dan gamblang, termasuk surat Al-Baqarah ayat 62 dan Al-Maidah ayat 69 serta Ali Imran ayat 85 yang terkait dengan ayat 62 surat Al- Baqarah.

Tafsir Hamka terhadap surat Al-Baqarah ayat 62: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan orang-orang yang jadi Yahudi dan Nasrani dan Shabiin, barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Kemudian dan beramal yang shaleh, maka untuk mereka adalah ganjaran di sisi Tuhan mereka, dan tidak ada ketakutan atas mereka dan tidaklah mereka akan berduka cita “

Surat AlMaidah ayat 69: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, dan orang-orang Yahudi dan (begitu juga) orang Shabiun, dan Nashara, barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhirat, dan diapun mengamalkan amal yang shaleh, maka tidaklah ada ketakutan atas mereka dan tidaklah mereka akan berduka cita.”

Merujuk pada Tafsir Al Azhar. karya Prof.DR Hamka, seharusnya Syafii Maarif bisa menjawab pertanyaan sang jenderal polisi dengan tegas dan benar. Sebab pada buku juz 1 halaman 212, Hamka menyatakan sebagai berikut :
”di dalam ayat ini dikumpulkanlah keempat golongan ini menjadi satu. Bahwa semua mereka tidak merasakan ketakutan dan dukacita asal saja mereka sudi beriman kepada Allah dan Hari Akhirat dan diikuti dengan amal yang saleh. Dan keempat-empat golongan itu lalu beriman kepada Allah dan Hari Akhirat itu akan mendapat ganjaran di sisi Tuhan mereka.”

Jadi, penafsiran Prof DR Hamka, bukan tentang toleransi antar ummat beragama, tapi yang paling pokok adalah keempat golongan itu hendaknya beriman kepada Allah dan Hari Akhir. Itulah syarat mutlak untuk mendapatkan ganjaran disisi Tuhan mereka. Mestinya penafsiran yang gamblang ini jangan lagi diberi bayang-bayang kabut, karena tidak ada ayat Al Quran yang saling bertentangan, tapi justru saling melengkapi.

Sebaliknya, Syafii Maarif “menjejalkan” fikirannya dengan menggambarkan Hamka (gurunya) sebagai seorang yang rindu akan dunia yang aman untuk didiami oleh siapa saja, mengaku beragama atau tidak, asal saling menghormati dan saling menjaga pendirian masing-masing Jadi, seolah-olah Hamka menyatakan beragama atau tidak bukan masalah, toh semua agama sama.

Saran saya supaya tidak terkesan menelikung pemikiran Prof. Hamka, hendaknya Syafii Maarif juga mengutip pemikiran beliau pada halaman 214 dan 215 yaitu,
”kerapkali menjadi kemuskilan bagi orang yang membaca ayat ini, karena disebut yang pertama sekali ialah orang-oang yang beriman, kemudiannya baru disusul oleh Yahudi, Nashrani dan Shabiin. Setelah itu disebutkan bahwa semuanya akan diberikan ganjaran oleh Tuhan apabila mereka beriman kepada Allah dan Hari Akhirat, lalu beramal yang saleh. Mengapa orang yang beriman disyaratkan beriman lagi ?”

Lebih jauh Hamka berpendapat, “setengah ahli tafsir mengatakan bahwa yang dimaksud disini barulah iman pengakuan saja. Misalnya mereka sudah mengucapkan dua kalimah syahadat, mereka telah mengaku dengan mulut, bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah dan Muhammad utusan Allah. Tetapi pengakuan tadi baru pengakuan saja,belum diikuti oleh amalan, belum mengerjakan rukun Islam yang lima perkara, maka iman mereka itu masih sama saja dengan iman Yahudi, Nashrani dan Shabiin. Apatah lagi orang Islam peta bumi saja atau Islam turunan, maka Islam yang semacam itu masih sama saja dengan Yahudi, Nashrani dan Shabiin. Barulah keempat itu terkumpul menjadi satu, apabila semuanya memperbaharui iman, kembali kapada Allah dan Hari Akhirat, serta mengikutinya dengan perbuatan dan pelaksanaan.”

Itulah syarat mutlak sehingga keempat golongan itu menjadi satu dan padu yaitu beriman kepada Allah, Hari Akhir dan beramal shaleh. Adapun yang tidak dikutip oleh Syafii Maarif sehingga pemikirannya berkabut adalah kalimat Prof. Hamka pada halaman 215 yaitu, “Apabila telah bersatu mencari kebenaran dan kepercayaan, maka pemeluk segala agama itu akhir kelaknya pasti bertemu pada satu titik kebenaran.”

Ciri yang khas dari titik kebenaran itu adalah menyerah diri dengan penuh keikhlasan kepada Allah yang SATU ; itulah Tauhid, itulah Ikhlas, dan itulah Islam ! Maka dengan demikian orang yang telah memeluk Islam sendiripun hendaklah menjadi Islam yang sebenarnya. Inilah sebenarnya pemikiran Islami dari Prof. DR. Hamka yang ditelikung oleh Syafii Maarif, sang murid.

Di sisi lain, pernahkah terfikirkan oleh Syafii Maarif bahwa keyakinan Kristiani menyatakan Allah dalam Al Quran bukan Tuhan dalam Bible (Lihat buku .The Islamic Invasion, karya Robert Morey, edisi Bahasa Indonesia, Halaman 62, yang isinya sebagai berikut: “Ketika kita bandingkan sifat-sifat Tuhan Al Kitab (Bible) dengan sifat-sifat Tuhannya Al Quran, muncul dengan jelas, bahwa keduanya bukanlah dari Tuhan yang sama!” Bahkan pada halaman yang sama tertulis bahwa : ”Latar belakang sejarah mengenai asal-usul dan makna kata Arab “Allah” bukanlah Tuhan yang menjadi sesembahan orang Yahudi dan orang Kristen. Allah hanyalah suatu berhala Dewa Bulan bangsa Arab yang dimodifikasi dan ditingkatkan maknanya.”

Pada halaman yang sama Robert Morey mengutip pendapat Doktor Samuel Schlorff, yang menyatakan dalam tulisannya mengenai perbedaan mendasar antara Allah dalam Al Quran dan Tuhan dalam Al Kitab (Bible) sebagai berikut : ” Saya percaya bahwa kunci masalahnya adalah pertanyaan mengenai hakekat Tuhan dan bagaimana Tuhan berhubungan dengan ciptaannya ; Islam dan Kristen, meskipun mempunyai kesamaan secara formal, sesungguhnya sangat jauh berbeda dalam masalah tersebut.”

Nah marilah kita merenung kembali, samakah semua agama, samakah semua kitab suci ? Dan seharusnya Syafii Maarif meyakini bahwa : ”satu-satunya agama di sisi Allah adalah Islam.”

Bekasi, Rabu 22 Nopember 2006

Hajjah Irena Handono
Pendiri Irena Center,
Ketua Umum Gerakan Muslimat Indonesia (GMI),
Penasehat Muslimah Peduli Ummat (MPU).

Ahmad Syafii Maarif

Republika, Selasa, 21 Nopember 2006

http://www.republik a.co.id/kolom_ detail.asp? id=272485& kat_id=19

Pada suatu hari bulan November 2006 datanglah sebuah pesan singkat dari
seorang jenderal polisi yang sedang bertugas di Poso menanyakan tentang
maksud ayat 62 surat al-Baqarah. Kata jenderal ini pengertian ayat ini
penting baginya untuk menghadapi beberapa tersangka kerusuhan yang
ditangkap di sana. Karena permintaan itu serius, maka saya tidak boleh
asal menjawab saja, apalagi ini menyangkut masalah besar yang di
kalangan para mufassir sendiri belum ada kesepakatan tentang maksud ayat
itu. Ayat yang substansinya serupa dapat pula ditemui dalam surat
al-Maidah ayat 69 dengan sedikit perdedaan redaksi. Beberapa tafsir saya
buka, di antaranya Tafsir al-Azhar karya Hamka yang monumental itu.

Sebenarnya saya cenderung untuk menerima penafsiran Buya Hamka dari
sekian tafsir yang pernah saya baca, baik yang klasik maupun yang
kontemporer. Dalam perkara ini Hamka bagi saya adalah fenomenal dan
revolusioner. Agar lebih runtut, saya kutip dulu makna kedua ayat itu
menurut tafsir Hamka.

Al-Baqarah 62: “Sesungguhnya orang-orang beriman, dan orang-orang yang
jadi Yahudi dan Nasrani dan Shabi’in, barangsiapa yang beriman kepada
Allah dan Hari Kemudian dan beramal yang shalih, maka untuk mereka
adalah ganjaran dari sisi Tuhan mereka, dan tidak ada ketakutan atas
mereka dan tidaklah mereka akan berdukacita. “

Kemudian al-Maidah 69: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, dan
orang-orang Yahudi dan (begitu juga) orang Shabi’un, dan Nashara,
barangsipa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhirat, dan dia pun
mengamalkan yang shalih. Maka tidaklah ada ketakutan atas mereka dan
tidaklah mereka akan berdukacita. “

Ikuti penafsiran Hamka berikut: “Inilah janjian yang adil dari Tuhan
kepada seluruh manusia, tidak pandang dalam agama yang mana mereka
hidup, atau merk apa yang diletakkan kepada diri mereka, namun mereka
masing-masing akan mendapat ganjaran atau pahala di sisi Tuhan, sepadan
dengan iman dan amal shalih yang telah mereka kerjakan itu. ‘Dan tidak
ada ketakutan atas mereka dan tidaklah mereka akan berdukacita (ujung
ayat 62), hlm.211.

Yang menarik, Hamka dengan santun menolak bahwa ayat telah dihapuskan
(mansukh) oleh ayat 85 surat surat Ali ‘Imran yang artinya: “Dan
barangsiapa yang mencari selain dari Islam menjadi agama, sekali-kali
tidaklah tidaklah akan diterima daripadanya. Dan di Hari Akhirat akan
termasuk orang-orang yang rugi.” (Hlm. 217). Alasan Hamka bahwa ayat ini
tidak menghapuskan ayat 62 itu sebagai berikut: “Ayat ini bukanlah
menghapuskan (nasikh) ayat yang sedang kita tafsirkan ini melainkan
memperkuatnya. Sebab hakikat Islam ialah percaya kepada Allah dan Hari
Akhirat. Percaya kepada Allah, artinya percaya kepada segala firmannya,
segala Rasulnya dengan tidak terkecuali. Termasuk percaya kepada Nabi
Muhammad s.a.w. dan hendaklah iman itu diikuti oleh amal yang shalih.”
(Hlm 217).

“Kalau dikatakan bahwa ayat ini dinasikhkan oleh ayat 85 surat Ali
‘Imran itu, yang akan tumbuh ialah fanatik; mengakui diri Islam,
walaupun tidak pernah mengamalkannya. Dan surga itu hanya dijamin untuk
kita saja. Tetapi kalau kita pahamkan bahwa di antara kedua ayat ini
adalah lengkap melengkapi, maka pintu da’wah senantiasa terbuka, dan
kedudukan Islam tetap menjadi agama fitrah, tetap (tertulis tetapi)
dalam kemurniannya, sesuai dengan jiwa asli manusia.” (Hlm. 217).

Tentang neraka, Hamka bertutur: “Dan neraka bukanlah lobang-lobang api
yang disediakan di dunia ini bagi siapa yang tidak mau masuk Islam,
sebagaimana yang disediakan oleh Dzi Nuwas Raja Yahudi di Yaman Selatan,
yang memaksa penduduk Najran memeluk agama Yahudi, padahal mereka telah
memegang agama Tauhid. Neraka adalah ancaman di Hari Akhirat esok,
karena menolak kebenaran.” (Hlm. 218).

Sikap Hamka yang menolak bahwa ayat 62 al-Baqarah dan ayat 69 al-Maidah
telah dimansukhkan oleh ayat 85 surat Ali ‘Imran adalah sebuah
keberanian seorang mufassir yang rindu melihat dunia ini aman untuk
didiami oleh siapa saja, mengaku beragama atau tidak, asal saling
menghormati dan saling menjaga pendirian masing-masing. Sepengetahuan
saya tidak ada Kitab Suci di muka bumi ini yang memiliki ayat toleransi
seperti yang diajarkan Alquran. Pemaksaan dalam agama adalah sikap yang
anti Alquran (lih. al-Baqarah 256; Yunus 99).

Terima kasih Buya Hamka, tafsir lain banyak yang sependirian dengan
Buya, tetapi keterangannya tidak seluas dan seberani yang Buya berikan.
Saya berharap agar siapa pun akan menghormati otoritas Buya Hamka,
sekalipun tidak sependirian.

Sumber : http://us.f527.mail.yahoo.com/ym/ShowLetter?MsgId=5415_2551971_2420983_2963_12210_0_4165_46787_1057536431&Idx=0&YY=88181&y5beta=yes&y5beta=yes&inc=25&order=down&sort=date&pos=0&view=a&head=b&box=Inbox

About these ads

212 thoughts on “Kritikan Hajjah Irena Handono terhadap Prof. Syafi’i Ma’arif

    christ said:
    29 April 2008 pukul 14:30

    Dua orang sama-sama berilmu kemudian berbicara, maka kita akan segera bisa menilai siapa yg sebenarnya Ilmuwan dan siapa yang sebenarnya ilmu-ilmuan. Silahkan anda ambil pena dan berikan penilaian siapakah diantara HJ. Irena dan Ahmad Syafii Maarif yg Ilmuwan.
    Ilmuwan memberikan umat yg terpuruk ini kesejukan dlm ucapan dan tindakan sedangkan ilmu-ilmuan memberikan keresahan dan perpecahan ditengah-tengah umat.

      Aboe Saiid said:
      13 September 2009 pukul 11:20

      Meskipun bergelar professor tp tidak merujuk kepada Al Qur’an maka di bukan ilmuwan hanya orang yang bergelar professor saja… Seseorang disebut berilmu, apabila dia merujuk kepada Al Qur’an dan Hadits, demikian pula apabila dia menafsirkan Al Qur’an akan selalu menggunakan tafsir menurut Al Qur’an itu sendiri dan Hadits… Ilmu dalam Al Qur’an sedemikian luas hingga apabila dituliskan dengan tinta sebanyak 7 samudera tidak akan selesai dituliskan, walaupun terdapat tinta sebanyak itu lagi…

      cicicaca said:
      5 Desember 2009 pukul 08:28

      jelas sekali terlihat kalau Ahmad Syafii maarip adalah orang yang berilmu tapi tidak menggunakan akal dalm ilmunya

      Laela said:
      5 Maret 2011 pukul 16:33

      Prof. Syafi’i Ma’Arif jelas datang dari keturunan dan keluarga islam sejati. Irene Handoko datang dari seorang yang katanya dari kristen. Dalam ilmu keagamaan islam, jelas Irene Handoko belum bisa menandingi pak Professor. Kedua saya sendiri masih ragu dengan ke islaman Irene Handoko, yang keluarganya bersumber dari keturunan China Surabaya dan tidak memiliki back-ground ke islaman yang kuat.

        hamid baraja said:
        29 Februari 2012 pukul 12:27

        pro Laela.astghfirullah…komentar anda picik.islam tdk.pandang bulu,arab,china.inggris,jepang,jawa,batak dimata Allah sama,yg,membedakan adalah ketakwaan mereka.saya setuju atas komentar saudari hj.irene.dan salut atas perjuangannya menegakkan islam yg.benar.orang tdk.perlu punya titel prof.doktor dll.untuk mempelajari islam,asal niat tulus banyak membaca buku2 islam dan alquran tentunya sudahlah dpt.mengerti karna islam itu ndak ruwet simple.yg.bikin pusing ya orang2 yg.iri dan goblok,lha wong sudah final jelas nabi terakhir muhammad saw.ada aja orang2 islam sendiri yg.ngutak atik,kalau nabi muhammad bukan nabi terakhir,malah dibela dgn.gencar.kasian kasian mereka itu,menjual ayat Allah2 dgn.harga yg.murah.semoga tulisan ini ada manfaatnya buat pembaca.

        supratman said:
        13 April 2012 pukul 15:04

        walaupun islam sedari lahir tidak menjamin tentang keilmuan islamnya..sekalipun menyandang gelar professor, karena gelar itu adalah bikinan manusia. tapi saya patut bersyukur dan acung jempol kepada irene handono karena keilmuannya islamnya adalah karena hidayah dari allah.dan jabarannya kita bisa terima. harus tegas… islam itu agama rahmat.untuk sosial harus banyak toleransi tetapi akidah kita harus tegas… terimakasih

        cepot said:
        23 Juli 2012 pukul 13:20

        LAELA…bego lu..

        kurnia said:
        1 November 2012 pukul 02:59

        ha,,,ha… laela majnun! tau kamu siapa muadzin Nabi Muhammad SAW? ya…namanya Bilal bin Rabah .., dia itu budak, hina, tidak islami, bahkan hampir semua orang quraish pada masa itu telah mengamalkan kesesatan dan kesyirikan yang nyata…mereka semua hina…dimata islam ! tapi ternyata, apa jadinya mereka setelah memeluk agama islam…akhirnya MEREKA MENJADI MANUSIA-MANUSIA YANG MULIA SAMA SEKALI TIADA KEHINAAN…DAN DIANTARANYA MEREKA BERHASIL MENJADI 10 ORANG YANG PERTAMA KALI MASUK SYURGA. lha ga peduli dia anak pedande (hindu), anak pendeta, pastur atau anak siapa…kalau dia masuk ISLAM pasti dia akan SELAMAT dan MULIA…. tapi biarpun mereka anak orang ISLAM tulen / sejati…dan sudah jadi profesor, pernah jadi pemimpin ormas islam…tetapi mengartikan ayat suci semau JIDATnya begitu itu ya…gimana trus?…apakah Nabi Muhammad, para sahabat, tabiin, tabiut tabiin pernah menjelaskan SURAT ALBAQARAH AYAT 62, seperti SI SAPII itu????? kalo memang SI SAPII itu benar, pasti akan dengan mudah kita melihat ucapan dan perilaku Nabi Muhammad SAW dan sahabat ajmain di kitab-kitab shohih..para ulama (BUKHORI-MUSLIM)…karena ini adalah perkara yang krusial… menganggap orang kaafir sebagai orang mukmin… gara-gara orang keblinger begini kaya SI SAPII TUA BANGKA… BAU TANAH… GA SADAR DIRI ITU… banyak umat islam indonesia yang salah jalan…ikut mengucapkan selamat hari raya bagi umat kristen….dll. saya sudah beberapa kali melihat ucapan SI SAPII ini sangat tidak ISLAMI dan BERBAU KEBARAT-BARATAN, jangan-jangan dia kerna banyak bergaul dengan orang barat trus dia menjadi MINDER akhirnya dia mau mengkoreksi ALQURANNUR KARIIM…dan menjadi keblinger seperti sekarang ini….e…ala…..kok kamu itu ya semakin tua semakin LIBERAL ISLAMNYA….taubat SAPII….! besar dosa SI SAPII ini kalau ga cepat bertaubat…SAPII….SAPIII……SAPIIIII…!!!!!

        Ahmad Hilaluddin Mohd Zaidi said:
        23 November 2013 pukul 20:49

        Jika seseorang pelajari ilmu ugama dari orang yang tidak mempercayai islam maka rosaklah ilmunya…

        Fitri said:
        22 Januari 2014 pukul 21:55

        Saudari laela, semoga sekarang anda sudah faham..
        saya hanya mengingatkan, hj.irena memang bukan dari keluarga islam, tapi beliau mempelajari islam sama bahkan (mungkin) lebih dari seseorang yang berasal dari keluarga islam tujuh-turunan

        putera mahkota said:
        8 Februari 2014 pukul 18:29

        laela@ klo menilai org jgn dri luarnya
        latar belakang seseorang tdk penting………
        laela bego bin dungu

      Laela said:
      6 Maret 2011 pukul 01:46

      BUAT IRENE HANDOKO,….
      KENAPA INDONESIA Bukan Pusat Study ISLAM TERBESAR???
      Pusat study Islam terbesar didunia ternyata bukan di Mekah, bukan juga di Arab Saudia, bukan di Iran, ternyata dinegara kafir (sebutan orang extrimis) yaitu Amerika serikat.

      Amerika Serikat adalah pusat study Islam terbesar nomor satu didunia, sedangkan tempat kedua adalah di Mesir, Cairo di Universitas Al-Azhar.

      Indonesia sendiri merupakan satu2nya negara yang populasi umat Islamnya terbesar didunia, juga jumlah pendidikan agama Islam-nya juga terbanyak didunia dan menghasilkan sarjana2 S1 hingga doktor2 ahli agama Islam yang juga terbanyak didunia. Meskipun diakui dunia Internasional tetapi pendidikan Islam di Indonesia tidak diakui di dunia Islam sendiri.

      Bahkan di Arab Saudia, doktor2 ahli agama Islam ini dilarang jadi guru agama Islam, dilarang mengajarkan Islam, padahal aliran Islamnya sama2 Sunni.

      Meskipun dilarang mengajarkan agama Islam, guru2 besar agama Islam dari Indonesia diizinkan jadi tenaga kerja kasar, boleh jadi TKW, boleh jadi supir, dan boleh jadi pedagang kaki lima disana.

      Kenapa pemerintah RI hanya meminta izin pengakuan untuk tingkatan tkw saja kepada kerajaan Arab Saudia??? Seharusnya pemerintah RI bisa memaksa kerajaan Arab Saudia menerima pengajar2 agama Islam dari Indonesia mengingat pemerintah sudah menanamkan milyardan dollar membangun sekolah2 agama Islam diseluruh Indonesia sehingga terbanyak diseluruh dunia.

      Sebenarnya bukan cuma tidak boleh mengajar agama Islam diluar negeri, semua aliran Islam dimanapun didunia tidak mengakui agama Islam dari luar alirannya, yaitu dari luar negaranya.

      Lalu kalo tidak boleh mengajarkan agama Islam dinegara Islam itu sendiri, apa yang ingin dicapai oleh pemererintah RI yang mengorbankan pajak rakyatnya untuk membangun demikian banyak pusat2 pendidikan agama Islam yang hanya menghasilkan pengangguran dan terorist saja ???

      Harvard University yang memiliki study Islam-pun pernah memakai tenaga pengajar agama Islam tingkat S3 sebagai dosen tamu disana, tetapi kenapa dilarang di Arab Saudia, Mesir, Iran, dan disemua negara2 Islam lainnya. Dulu juga banyak tenaga pengajar agama Islam dari Indonesia yang mengajarkan agama Islam di Malaysia, namun terakhir hubungan memburuk, semua guru2 agama Islam dari Indonesia dilarang mengajar disana karena dianggap mengajarkan Islam sesat, yang cuma menghasilkan terorist dan kriminal yang merusak ekonomi Malaysia. Ternyata Malaysia lebih membutuhkan tenaga2 teknik daripada guru agama Islam yang tidak ekonomis malah merusak ekonomi.

      Sudah waktunya Indonesia merancang eksport guru2 agama Islam kesemua negara2 didunia termasuk ke Arab Saudia dan negara2 Islam lainnya. Indonesia bukan saja memiliki populasi muslimin terbesar didunia, juga memiliki jumlah Mesjid terbanyak didunia, memiliki Mesjid terbesar didunia, dan memiliki pesantren2 terbanyak didunia ini.

      Daripada cuma sibuk membakari mesjid2 Ahmadiah dan gereja2, bukankah lebih baik mengail petro dollar dengan mengajarkan agama Islam di-negara2 sesama Islam???

      Arab Saudia juga menyumbangkan dana milyardan dollar untuk membantu Indonesia membangun sekolah2 agama Islam, namun anehnya, tidak satupun lulusannya diizinkan mengajarkan agama Islam di Arab Saudi itu sendiri.

        abdullah said:
        20 Oktober 2011 pukul 07:47

        bertanyalah kepada ahli ilmu/ulama jika kamu tidak mengetahui kenapa dan bagaimana di dalam Islam? dan sebaiknya diam saja orang yg tidak mengetahui ilmu Islam agar tidak merusak Islam itu sendiri.

        M. A. Bahar Didjulu said:
        29 Februari 2012 pukul 22:00

        Sebaiknya anda mencari tau dulu siapa anda sebenarnya sebelum anda beri pertanyaan seperti ini, saya jelas tidak setuju dengan pertanyaan dan komentar anda yangmenyebutkan “apa yang ingin dicapai oleh pemererintah RI yang mengorbankan pajak rakyatnya untuk membangun demikian banyak pusat2 pendidikan agama Islam yang hanya menghasilkan pengangguran dan terorist saja ???” kenapa anda menganggap islam melahirkan teroris?…anda kafir kah… orang indonesia belajar agama tidak untuk menjadi tenaga pengajar di negeri orang….

        Topan Gunawan said:
        9 Agustus 2012 pukul 16:32

        memiliki Mesjid terbesar didunia… Nggak salah nih..?? Masjid yang dimaksud, masjid yang mana..?? Maksud anda Masjid Istiqlal..?? Jauh lah di compare dengan Masjid Nabawi, apalagi dengan Masjidil Haram…, semakin banyak cakap, semakin kelihatan kedangkalan ilmu anda……….

        kurnia said:
        3 November 2012 pukul 18:32

        laela ini kamu seperti bukan orang islam ya…kamu kayaknya berpura2 menjadi komentator islam deh…kamu sudah ketahuan lho jangan berpura-pura lagi laela/atau apapun nama aslimu! kamu itu ga ngerti apa2 tentang islam ga usah banyak muluttt…semakin banyak mulut semakin jelas kamu itu ga ngerti islam sama sekali…kamu ulas islam persis seperti ulasan kaum orientalis…..udah dah…jangan diteruskan komentarnya….semakin jelek dan ga bermutu aja kamu keliatannya…

        Arif said:
        16 Februari 2013 pukul 10:50

        berilmu sebelum berkata dan beramal.

        Usamah bin Zaid said:
        18 Februari 2013 pukul 15:10

        Buktinya mana amerika sebagai pusat ilmu islam terbesar…….nyatanya tidak ada tuh ulama dari amerika yang mengalahkan keilmuan para ulama saudi…….jangankan saudi, ulama indonesia aja belum bisa dikalahkan oileh ulama amerika…….

        Anda islam atau bukan…….apabila mengkritik irene handono, berarti anda bermusuhan dengan muslim, terutama saya.

      jodi setiawan said:
      6 Maret 2011 pukul 15:04

      Irene Handono itu bukan ilmuan islam. Dia mempelajari islam hanya otodidak. Tidak memiliki titile dalam akademis islam. Bagaimana dia bisa menafsirkan islam sesungguhnya. Dia itu hanya membuat masalah dengan sesama umat islam.

        Martani said:
        26 Juli 2012 pukul 13:36

        Sepertinya anda belum baca seluruh tulisan bu irene handono dan pak safi’i maarif, jelas terlihat bahwa bu irene tidak sedang berusaha menunjukkan bahwa dia itu ahli tafsir karena tafsir yg dibahas adalah tafsirnya Buya Hamka dimana kata-katanya tertangkap mata telah diplintir oleh p safi’i maarif shg bu irene handono menyebutnya “penelikungan”. Memang tdk ada jaminan yg bertitel dan berislam lama itu lebih ber-“hidayah” karena hidayah itu dari Allah swt. Dalam hal kebenaran memang hanya satu kaedah yaitu benar adalah benar bukan karena komoditi atau kepentingan lain-lain.

        Usamah bin Zaid said:
        18 Februari 2013 pukul 15:12

        Jangan salah Jodi…….apa pun pendapat anda, yang jelas Hj. irene handono sudah membikin anda dan semua kristen kebakaran jenggot he he he he

        nur said:
        22 Maret 2013 pukul 23:29

        Saya yakin. Islam-nya Irene Handono lebih baik dari saya, anda. Dia belajar ilmu ke Islam-an lebih dahulu,Sesudah dia mengerti kemudian masuk Islam. Kalau anda, saya belajar Islam lebih dahulu …? Title tidak menjamin tingginya ilmu ke Islam-an seseorang, yakin itu. banyak contoh

        huda said:
        10 Juli 2013 pukul 13:28

        semua ilmu bisa d pelajari mz…tetapi ilmu yg datang dari hidayah itu karunia…irene salah satu ilmuan islam…

        junita said:
        11 Mei 2014 pukul 10:03

        sya pikir jga, jika kita ingin menjadi panutan sebaiknya jangan menjelek”kn satu sm lain..kalo kita naik pamor karna menjatuhkan yang lainpun, sya rasa itu bukan satu panutan.thx

      hamba Allah said:
      4 Maret 2012 pukul 18:21

      HAJJAH IRENE HANDONO , salut atas kritikan anda terhadap bp.syafii maarif.semoga bermanfaat bagi yg.membaca. BUAT SDRI> LAELA, tolong jangan asal bicara dan menuduh ibu Irene,sudah banyak kami baca ex pastur, ahli bible,pendeta2 di barat terutama berbondong bondong masuk islam setelah membaca al quran.coba anda buka blog.JOSHUA EVANS di internet. dan banyak yg.lain.kami sudah capek baca tulisan 2 orang JIL, nggak ada manfaatnya ,bikin pusing.ya kami hanya bisa doain semoga mereka dapat hidayah.sukses selalu dakwah anda bu Irene, allah melihat dan menilai jasa hamba2nya yg.ikhlas.

      Ibadurrahman Azzam said:
      22 Agustus 2012 pukul 20:32

      setuju bu irena.kita mmg hrs slg mengingatkn sesama muslim…yg profesor jkg bs salah,krn manusia biasa,apalagi d kelilingi kep.politik….

      Anang el barco said:
      3 September 2012 pukul 20:15

      Segala puji hanya untuk Allah, yang telah memberi hidayah pada Ibu Irene H. paling tidak 1 orang muslim ga jadi murtad, karena usaha anda (sebagai misioner kafir). Alhamdulillah lagi karena dengan Islam nya bunda, karena mungkin saja, ada orang kanker akalnya (seperti ibu dulu) bisa tiba-tiba sembuh (dapat hidayah) sehingga bisa berfikir / menggunakan fikirannya secara merdeka. tanpa di pengaruhi otoritas gereja. (dengar,diam, lakukan)

      MAJU TERUS BUNDA PANTANG MUNDUR, LURUSKANLAH YANG BENGKOK,

      bunda ica said:
      1 Agustus 2013 pukul 10:49

      agama adalah sebagai pedoman kehidupan.dan ilmu untuk sinar kehidupan.untuk hajja irena teruslah berjuang membela islam.dan kebenaran islam jangan biarkan ternoda oleh suatu apapun.karena islam adalah rahmat yang suci.jng biarkan orng2 berotak menajiskan islam

      Mas Adji said:
      25 Februari 2014 pukul 11:01

      Banyak orang ahli agama tetapi tidak agamawan

      anto dewanto said:
      8 Agustus 2014 pukul 13:44

      Saya hanyalah seorang pengembara, yg mencoba meraih hakekat kebenaran dari apa yang tersurat dan tersirat. Kita ada disini, dibumi ini bukanlah memilih, tapi atas kehendak Yang Esa jua. Saya dilahirkan di Indonesia dari kedua orang tua saya adalah kehendakNya, bukan saya yg memilih. Begitu jua dapat dimaklumi, sahabat Irena memeluk islam dengan baik, karena (mungkin) kedua orang tuanya Islam, kakek neneknya Islam, lingkungan sekolah dan masyarakatnya Islam. Jika saja atas kehendakNya Irene dan Irene-Irene lain dilahirkan di Roma sana, dari ortu kristen, kakek nenek kristen, lingkungan masyarakat dan sekolah beragama Kristen, ‘mungkin’ saat ini masih menyandang agama Kristen. Begitu juga, jika yang Kuasa melahirkannya di Tibet sana, “mungkin’ (pasti), saat ini masih menganut agama Budha. Boleh jadi, lakumdinukumwaliadin juga sebenarnya menggapai wilayah ini. Wallaualam…

      anto said:
      8 Agustus 2014 pukul 13:49

      menarik, layaknya mendaki gunung, semakin tinggi banyak hal yang dapat kita lihat dan pahami. karena banyak yg dilihat dengan mudah kita dapat memahami tanpa menghakimi. kebenaran hanya milikNya. wallaualam

    dondi jalil said:
    29 Juli 2008 pukul 16:06

    Kita bisa menilai tatkala banyak tulisan-tulisan yang memberikan kesejukan di hati. Mampu mejadikan kita seorang muslim yang mampu meningkatkan kualitas ibadah kita, sholat contohnya,.. 17 rakaat yang wajib (tidak dapat ditawar,.. untuk dapat disebut muslim,.. atau senantiasa mengulang kembali seruan azan tatkala mendengar..)
    Demikianlah Allah senantiasa menuntun kita melalui perlindunganNya, kasihNya, juga sayangNya menjadikan 40 rakaat (17 + 23) Kita bisa bertanya pada hati kita apakah tiap hari terjadi peningkatan itu..!!!
    PerlindunganNya, kasihNya, juga sayangNya jualah yang mampu memberi warna dalam memberi penilaian atas tiap-tiap tulisan yang kita baca..!!
    Sering-seringlah kita mengucap istighfar, serta senandungkan tasbih, tahmid, tahlil dan takbir dengan tidak mengeraskan suara, sebagai salah satu perisai/tameng tatkala memberi tanggapan pada tiap tulisan yang kita baca,..

    undi jaelani said:
    24 Agustus 2008 pukul 15:06

    di dalam Al quran ada kata al Kitab, itupun mempunyai penafsiran yang beda
    1.Al Kitab yang artinya Wahyu Allah yang di turunkan jibril kepada para rasul-rasulnya,sperti al quran yang kita pegang selama ini,
    2.Al Kitab yang artinya catatan amaliyah manusia yang di catat oleh Malaikat atas perintah Allah swt,
    3.Al Kitab yang artinya adalah catatan manusia itu sendiri. beliau mengatakan ini kitab saya ,atau ini tulisan saya,
    jadi penafsiran itu pasti banyak, dan mungkin banyak yang tidak sependirian
    dan itu kalau kita terima dengan baik. insya Allah menjadi Rahmat
    bukan kah perbedaan itu kata Nabi adalah Rahmat.

      Aboe Saiid said:
      13 September 2009 pukul 11:22

      Perbedaan adalah rahmat adalah hadits dhoif dan cenderung hanya kias yang diangkat seakan-akan menjadi hadits… Penggunaan hadits ini sangat sesat, Wallahu a’lam

        hudgrad said:
        9 Maret 2011 pukul 11:16

        komentar anda sangat subyektif, tidak memiliki manfaat bagi orang yg benar2 ingin memahami. apa buktinya kalo itu hadist dhoif?? seharusnya anda menjelaskan secara cerdas & bertanggung jawab, jangan malah lari dng mngucap “Wallahu a’lam”. klo gak tau ya gak usah komen bro!! anda malah menyesatkan orang lain.

        hudgrad said:
        9 Maret 2011 pukul 11:18

        to: Aboe Saiid
        komentar anda sangat subyektif, tidak memiliki manfaat bagi orang yg benar2 ingin memahami. apa buktinya kalo itu hadist dhoif?? seharusnya anda menjelaskan secara cerdas & bertanggung jawab, jangan malah lari dng mngucap “Wallahu a’lam”. klo gak tau ya gak usah komen bro!! anda malah menyesatkan orang lain.

        SBD OBED said:
        30 Juli 2012 pukul 01:26

        Benar apa yang kau katakan,itu hadist dhoif.masak kata rosulullah bertentangan dengan firman allah.Pahamilah surat al ihklas ayat 1.Katakan allah itu satu . Allah tidak beranak dan tidak diberanakkan…….Alqur’an penuh bahasa ungkapan selain bahasa yang gamblang.Untuk memahami ungkapan perlu dikaji / mengaji.dan yang prinsip tak seorang pun yang dapat menafsirkan Al qur’an kecuali Al qur;an itu sendiri.dengan sistem “AYATIN BAYINATIN”. ALLAH AHAD dari penjelasan ayat ayat Al qur;qn yang lain, bermaksud: Ajaran allah itu satu,(dinul islam) tak satu pun mahkluk menirunya atau menyainginya dan tak ada sumber atau literatur sebagai rujukkannya.dan kita harus ingat, bahwa ROSULULLAH mendapat sebutan Al qur’an berjalan artinya ucapan perilaku dsb. Rosulullah tentu jebles dg al qur’an.anda tul sohib ABOE SAIID.

        Usamah bin Zaid said:
        18 Februari 2013 pukul 15:26

        yang mengatakan hadis “ikhtilafu ummati rahmah” di atas sesat, itulah yang sesat……
        Bisakah anda bayangkan, jika dalam fikih hanya satu saja pendapat yang dipegang, maka akan kesulitan umat ini dalam beribadah.
        Contoh:
        Penganut syafi’i akan batal terus wudhunya ketika berada di mekkah karena tersentuh terus dengan lawan jenis. Namun, untung ada pendapat hanafiah yang tidak membatalkan bersentuhan kulit itu.

      Arif said:
      16 Februari 2013 pukul 11:00

      perbedaan adalah rahmat itu kata Nabi dari riwayat siapa??

      perbedaan adalah rahmat menyelisihi Al Qur’an dan As Sunnah, menyelisihi surat Ali `Imron ayat 103 dan 105.

        bunda ica said:
        1 Agustus 2013 pukul 10:56

        hal hal seperti ini yg membuat islam berpecah.seharunya kita menanggapi pendapat orng lain dengan jeli.jngan jadikan hadis sebagai tameng untuk pembenaran.AlQuran adalah kebenaran yag hak.HARGA MATI!

    pembela islam said:
    22 November 2008 pukul 18:36

    katakanlah benar jika itu benar dan katakanlah salah jika itu adalah salah
    jangankan resah demi kebenaran perangpun harus ditempuh.
    contoh ungkapan munafik dibawah ini :
    Dua orang sama-sama berilmu kemudian berbicara, maka kita akan segera bisa menilai siapa yg sebenarnya Ilmuwan dan siapa yang sebenarnya ilmu-ilmuan. Silahkan anda ambil pena dan berikan penilaian siapakah diantara HJ. Irena dan Ahmad Syafii Maarif yg Ilmuwan.
    Ilmuwan memberikan umat yg terpuruk ini kesejukan dlm ucapan dan tindakan sedangkan ilmu-ilmuan memberikan keresahan dan perpecahan ditengah-tengah umat.(christ)

    muslim sejati said:
    22 November 2008 pukul 18:50

    Saya sependapat dengan pembela islam. si “christ” itu memang munafik.
    saya menganggap HJ. Irena dan Ahmad Syafii Maarif itu keduanya ilmuwan. Tidak ada manusia setingkat HJ. Irena itu dikatakan ilmu-ilmuwan karena Allah SWT yang memberikan HidayahNya langsung. Tidak seperti kita-kita ini yang masih islam keturunan. Jadi mustahil AllaH SWT salah memilih HJ. Irena sebagai utusan dijaman modern ini. HJ. Irena adalah Muallaf Hidayah dan pilihan Allah SWT. Bukan pilihan bapak moyangnya sebagai islam keturunan seperti jujur saya katakan adalah diriku sendiri ini. Tidak seberuntung HJ. Irena yang pilihan langsung Allah SWT. Apanya lagi yang mesti diragukan? Seandainya ada manusia dibelakang Nabi Muhammad SAW pada saat ini yang boleh dipersaksikan maka saya pilih HJ. Irena Handono. Nyata sudahlah utusan yang hatinya diputihbersihkan oleh Allah SWT. Subhanallah. Maha benar Allah dengan segala FirmanNya.
    wassalam

      Laela said:
      6 Maret 2011 pukul 02:14

      Apakah anda percaya kalau Irene Handono itu seorang mulimah yang saleh dengan keilmuan islamnya yang tinggi?,… apakah anda percaya kalau Irene itu bekerja bagi suatu lembaga asing yang sengaja dirikrut untuk menjadi islam dan bekerja untuk kepentingan asing?. Dalam dunia intelejen, sudah biasa orang2 barat masuk islam agar bisa mencapai sasaran yang akan dicari. Bagaimana dunia barat bisa mencapai jaringan terroris dan organisasinya kalau mereka tidak masuk kedalam islam. Jadi kita jangan cepat2 bergembira bila seorang barat tiba2 masuk islam. Itulah hancurnya dunia timur tengah sekarang ini, karena raja2 Arab Saudi dan raja2 lainnya lebih memilih berlindung didunia barat ketimbang dunia islam sendiri. Banyak masyarakat muslim lebih nyaman hidup dan bersosialisasi di negara barat ketimbang di negara islam yang terlalu banyak hukum syariatnya.

        Hamba Allah said:
        21 Agustus 2011 pukul 22:33

        Innadiina Indhallahil Islam.(Titik..)

        Ziga Aja said:
        14 Januari 2012 pukul 09:15

        anda buruk sangka,Alloh yang akan menjaga alqur’an/islam.

        Topan Gunawan said:
        9 Agustus 2012 pukul 16:46

        komentar orang yang Suudzon & memiliki penyakit hati…..

        Arif said:
        16 Februari 2013 pukul 11:08

        penuh dengan prasangka

      att said:
      21 Agustus 2011 pukul 22:08

      biarlah manusia sedunia mencela HJ Irena, kalau Allah meninggikan derajatnya kita mau apa….protes sama siapa. jangan sediah bunda…. pantang mundur tegakkan kebesaran islam

        Hamba Allah said:
        21 Agustus 2011 pukul 22:37

        Setujuuuuuuuu…..
        Dialah orang-orang yg beruntung mendapatkan Rahmat dan Hidayah dari Allah SWT…
        Amiiiiiiiiinn Yaa Rhabbal ‘Aalamiiiinnn…..

        M. A. Bahar Didjulu said:
        29 Februari 2012 pukul 22:18

        setuju, katakan bahwa yang Haq itu adalah Haq dan yang Bathil itu adalah Bathil…. manusia diciptakan dengan segala kekurangan dan kelebihan dan khilafiah adalah sifat terbesar ada didiri kita, demikian juga dengan Prof. Ma’arif, mungkin saat itu dia terburu-buru lalu khilaf dan Hj. Irene juga bukan menyalahkan beliau, tapi hanya meluruskan dan melengkapi dari kekurangan dari Prof. Ma’arif…. maafkan mereka dengan segala kekurangan dan kelebihannya….Allah Maha Tau… Maha suci Allah dengan segala FirmanNya…

    sanjisan said:
    27 November 2008 pukul 19:14
    ikrar said:
    28 November 2008 pukul 07:12

    agama yang diridhoi di sisi Allah adalah islam.
    [titik] ditunggu kunjungan baliknya

      att said:
      21 Agustus 2011 pukul 22:04

      amiin

    Salman said:
    11 April 2009 pukul 21:06

    yang perlu anda ketahui wahai saudaraku bahwa, irena Handono adalah seorang yang telah mengetahui seluk beluk agama yang pernah dia anut sebelumnya. dan sekarang dia menemukan kebenaran yang hakiki Islam yang sangat sempurna Al-Qur’an yang tidak pernah direvisi ayat-ayatnya. dan Irena Handono menjelaskan hal itu apa adanya. sedangkang Syafi’e Ma’arir adalah merupakan Ilmuan yang latar belakang pendidikannya salah alamat. yang perlu anda ketahui bahwa Si Ma’rif ini telah disesatkan oleh kaum Munafiq di Amerika karena dia mendapatkan semua ilmu sesatnya dari sana. jadi pendapat saya adalah Si Ma’rif ini tidak pantas disebut ilmuan Islam yang pantas untuknya adalah sang Ilmuan salah kaprah dan tersesat dari jalan yang benar dan kita semua harus ikut prihatin terhadap orang seperti bersama-sama mendoakannya (semoga Allah memberikan kepadanya Amien).

      Laela said:
      6 Maret 2011 pukul 01:36

      Irene Handoko, wanita yang merasa dirinya paham akan tafsiran Alquran?,… entar dulu…. dia wanita pembualan nomor satu. Dulu katanya dia seorang wanita katholik yang pernah masuk seminari. Kendati dia sendiri tidak paham akan ajaran katholik yang sesungguhnya. Apalagi masuk islam, lebih parah lagi. Kesesatan akan selalu ada dalam dirinya. Seorang muslimin yang baik seperti irene handoko, tidak akan menyerang agama dan ajaran agama lain, seperti katholik. Dia wanita muslimin yang sering menyerang ajaran kristiani, kendati dia sendiri belum pernah melihat neraka itu seperti apa. Dan indahnya sorga seperti apa?. Semua itu hanya sebatas dia percaya dan yakin. Dimana letaknya neraka itu?…dimana letaknya sorga itu?… itu hanya sebatas tulisan orang terdahulu yang mengarang yangnya kitab suci. Mari kta renungkan baik2 benarkah kalau kita mati akan naik sorga?,… itu hanya perasaan kita dan keyakinan kita, karena kita sudah terpengaruh dengan yang namanya sebuah kitab suci. Yang paling benar, berbuat baik selama kita hidup ini. Jangan menyakita sesama anak manusia.

        winda said:
        29 Maret 2011 pukul 21:48

        @laela : subhanallah… Laela jangan anda memfitnah org sembarangan,kmu tau apa hukumnya,lebih kejam daripada pembunuhan,kamu tau karna begitu fahamnyalah Hj.Irene terhadap agamanya terdahulu sehingga menimbulkan keraguan atas ketuhanan yesus mu itu,,,kenapa beliau mengungkapkan smua kebobrokan kegiatan misionaris yang akan memurtadkan ummat Islam sebab kekhawatirannya akan ummat Nabi Muhammad tersesat nantinya akan tipu daya yg kalian lucurkan dan karna begitu besar cintanya terhadap Agama yg Haq ,,klo sudah ada unsur penistaan agama ummat siap untuk memeranginya,,,semoga Allah memberikan azab terhadap manusia kafir yang ada didunia ini,,,Amieeeennn ya Rab,

        AL-Auliya said:
        15 April 2011 pukul 13:43

        bgi semua sodaraku muslimin dan muslimah..aku yakin kita semua mudah-mudahan bisa membedakan mna yang slah dan mna yang benar..dan mari kita belajar untuk tidak menghina dan mencela sorang muslim lainnya..karena siapa tau orang yang kita hina lebih baik dari kita…
        @laela…astagfirulah…tobat sobat..

        att said:
        21 Agustus 2011 pukul 22:10

        biarlah manusia sedunia mencela HJ Irena, kalau Allah meninggikan derajatnya kita mau apa….protes sama siapa. jangan sediah bunda…. pantang mundur tegakkan kebesaran islam

        broto said:
        11 Maret 2012 pukul 10:47

        Sorga dan neraka itu PASTI ada !!! Yang gak percaya dan ingin membuktikan aku kasih tau caranya.

        Caranya ? “MATI DULU !!!”

        supratman said:
        13 April 2012 pukul 15:19

        Laela…! yah… surga dan neraka itu tergambar bagi orang-orang yang beriman/percaya. namun bagi orang seperti Laela tidak akan pernah tergambar atau terlintas indahnya surga dan sadisnya neraka. jadi sia-sialah menguraikannya panjang lebar padamu. laela memang cocok hidup di suasana tak kenal hari pembalasan.

        crack said:
        3 Juli 2012 pukul 18:52

        saya sanagat setuju sob…….yang terbaik dalam hidup berbuatlah yang baik……..buat apa bagian dari satu golongan tetapi hanya mencela golongan lain …..belum ada manusia yang masuk ke sorga …jadi jangan terlalu bnyk kita ngomong

        Muhammad said:
        30 Juli 2012 pukul 04:06

        Kpd Laela.. bahwa saya sangat percaya kepada janji Allah di dalam Al Quran. Bahwa barang siapa yg beriman kepada Allah SWT dan hari akhir dan beramal shalih sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW. Orang tsb PASTI masuk surga. tidak perlu pembuktian harus mati dulu segala. Karena ini janji dan perkataan Allah SWT Tuhan seluruh alam semesta. bukan perkataan atau karangan manusia…

        olivia said:
        18 Agustus 2012 pukul 07:42

        yg yau kita akan masuk surga itu hanya ALLAH SWT…
        baca kisah kisah irene saat berdialog dgn pastur..

        Pastor : dogma, yaitu aturan yang dibuat oleh para pemimpin gereja!” tegas Pastur. Aku katakan, kalau aku belum paham dengan dogma itu bagaimana?

        “Ya terima saja, telan saja. Kalau Anda ragu-ragu, hukumnya dosa!” tegas Pastur mengakhiri.

        pd dialog ini saja, irene sdh ragu..
        apa aturan yg dibuat pastor,,?

        kodrati said:
        10 Februari 2013 pukul 18:08

        subhanaLLAH, saudara-kita yang muslim, mari kita kasihan sama Laela ……..

        karena dia tidak merasakan apa yang nikmat kita rasakan, yaitu iman dan islam, sehingga dia melayang-layang, mari kalau bisa menolong dia kita tolong, kalau kiranya termasuk yang tersesat “hidayah” prerogatit Allah, jadi baiknya kita ndak usah komentari, doakan si Laela ribet.

        Arif said:
        16 Februari 2013 pukul 11:18

        ruwaibidhoh…

      Usamah bin Zaid said:
      18 Februari 2013 pukul 18:41

      Aku berani bersumpah, laela ini bukan muslim…….
      Laela, sepertinya anda mengajak manusia untuk menjauhi kitab suci agamanya……
      lantas, bagaimana menurut kamu kita bisa ke surga, kalau bukan kitab suci yang mengajarkan jalan menuju surga tersebut?
      kamu yakin hanya dengan beramal baik bisa ke surga?
      apakah lupa atau tidak tahu, bahwa iblis itu 80rb tahun menyembah Allah, namun dia akhirnya menjadi penghuni kekal neraka.

    mesin kasir said:
    11 April 2009 pukul 22:28

    tentunya kedua duanya punya dasar yang bisa dipertanggungjawabkan, maun melihatnya dari persperkif yang berbeda, namun terkadang tidak semua tafsir bisa di telaah dan di mengerti oleh umat yang awam, dan ini mungkin yang dimaksud Hj Irene agar meminimisasi kesalah fahaman umat yang awam .

    HUSEIN said:
    13 April 2009 pukul 06:35

    Tidak semua tafsir dapat diterima, apalagi Tafsir yang dikembangkan oleh Ma’rif dimana semua konteks penafsirannya berdasarkan akal pikiran dan hawanafsu dia sendiri. Tafsir baru dapat dibenarkan jika ia berdasarkan dari ayat yang mendukungnya, hadits rasulullah saw atau kesaksian para sahabat mengenai ayat yang ditafsikan tersebut. sehingga maksud dari ayat yang ditafsirkan past dan sesuai dengan keinginan Allah saw. sementara penafsiran berdasarkan akal seseorang seperti ala penafsiran Ma’rif ini akan menyebabkan kekeliruan, dan makna serta tujuan ayat akan melenceng sangat jauh dari maksud yang sebenarnya. Jika ayat dapat ditafsirkan dengan pemikiran dan hawanafsu, maka semua orang dapat menafsirkan dengan pendapat dia sendiri dan hal ini akan sangat berbahaya bagi kemurnian ajaran Islam.

      saba said:
      7 Januari 2011 pukul 10:44

      memang benar,…. kata HUSEN agar tidak menyesatkan umat

        broto said:
        11 Maret 2012 pukul 10:31

        nilai keislaman irena h. lebih hebat drpd yg islam krn keturunan. beliau itu dpt hidayah Alloh….

        krisno said:
        12 Juni 2012 pukul 21:25

        betul saya dukung

      ida djahri said:
      11 Februari 2013 pukul 15:01

      husein setuju banget

    Salman said:
    13 April 2009 pukul 20:50

    SAYA SEPENDAPAT DENGAN HUSEIN

    muhammadsurya said:
    14 April 2009 pukul 23:14

    @Salman
    Anda menulis:…Si Ma’rif ini telah disesatkanapa…. itu artinya Anda mengatakan pak syafei ma’arif sesat. Apakah Anda memiliki wewenang mengatakan pak syafei Ma’arif sesat? ingat dalam Islam -silahkan tanya pada siapapun ulama di dunia ini- yang berhak menentukan seseorang telah sesat atau tidak atau telah murtad atau tidak adalah majelis hakim, setelah melakukan berbagai tes, wawancara dan lain-lain. tidak boleh seseorang mencap orang lain sesat atau sudah murtad hanya karena ada orang yang berbeda faham atau pendapat. begitu juga ulama. tidak boleh seorang ulama menyatakan seseorang sesat. yang berhak menyatakan itu majelis hakim, itupun setelah melakukan berbagai tes dan wawancara. jadi tidaklah mudah mengatakan seseorang itu sudah sesat atau murtad. bayak prosedur yang harus dilalui.

    kalau orang seperti Anda dengan seenaknya boleh mencap seseorang sesat-atau murtad, maka akan terjadi saling sesat menyesatkan antara orang yang berbeda pendapat dalam umat ini. seterusnya akan terjadi perpecahan ummat. oleh karena itu, kesepakatan para ulama bahwa yang boleh menyatakan seseorang sesat atau murtad adalah majelis hakim, setelah melakukan berbagai tes dan berbagai prosedur yang panjang.

    karena di Indonesia negaranya bukan negara Islam dimana majelis hakim tidak memiliki kewenangan memutuskan apakah seseorang sudah sesat atau murtad, maka untuk Indonesia yang memiliki kewenangan melakukan tugas itu adalah MUI. itupun MUI harus melalui berbagai prosedur sebelum memutuskan seseorang itu sesat atau murtad.

    JANGAN MUDAH MENGATAKAN SESEORANG ITU SESAT ATAU MURTAD, karena itu ada lembaga yang berwenang melakukannya.

    kalau Anda tidak sepakat dengan tulisan Pak Syafei atau tulisan itu menurut Anda salah, jangan katakan pak Syafei itu sesat, tetapi cukup katakan saya tidak sepakat, atau pendapat pak syafei kurang tepat, atau pak syafei salah mengutip atau kurang dalam mengutif, atau pak syafei salah dalam memahami tafsir,

    MARI KITA SANTUN DALAM MEMBERIKAN KRITIK
    pertanyaannya, APAKAH ANDA SEORANG ANGGOTA MAJELIS HAKIM yang berhak menyesatkan seseorang?

      kodrati said:
      10 Februari 2013 pukul 18:22

      subhanaLLAH, pk. prof., bgmana ya, menurut saya ya istghfar itu wajib, karena apa ya menelikung begitu tidak mendapat murka ALLAH, kan merusak aqidah, meskipun itu berguna bagi kepentingan politik secara positif sekalipun, kok tidak lebih saleh dan ikhlas kepada NYA menciptakan pemikiran solusi yang islami dong, karena pak prof kan pemikir, keilmuannya harus dihadirkan dong dalam menjawab kepentingan pak jendral, menggagasnya wahiiiiiiiiidan!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
      la’alakun tuflikhun

      Ainur Rofiq Baqir said:
      8 September 2013 pukul 19:40

      sapii bukan ahli dalam tafsir, ketahuilah,…

    SALMAN said:
    16 April 2009 pukul 16:38

    @ Muhammadsurya
    Jazakallah alias thanks atas nasehatnya untuk saya , saya menerimananya sepenuh hati dan aku katakana “Uhibbuka fillah (Aku mencitai anda karena Allah) atas nasehatnya.

    Ok, dalam Islam suatu pendapat dapat diterima atau di tolak tergantung sejauh mana kebenaran atau keakuratan pendapat tersebut, dan pendapat itu baru dikatakan benar kalau sesuai dengan Al-Qur’an dan As Sunnah sebaliknya pendapat itu wajib ditolak jika bertentangan dengan Al-Qur’an dan As Sunnah dari mana pun dan dari siapa pun pendapat tersebut datang.

    Di sini saya ingin mengajak semua sahabat yang terhorma !
    Mari kita kembalikan perkara ini dengan penyelesaian yang diamanakahkan oleh Allah “Jika kalian berselisih dalam suatu perkara maka kembalikanlah perkara itu kepada Allah dan Rasul-Nya (Al-Ayat).

    Berikut ini adalah ayat-ayat yang menjelaskan tentang apakah Agama itu semua sama:

    لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ ثَالِثُ ثَلاثَةٍ وَمَا مِنْ إِلَهٍ إِلا إِلَهٌ وَاحِدٌ [المائدة: 73].
    Artinya : “Sungguh, telah kafirlah orang yang mengatakan bahwa, “sesungguhnya Allah adalah salah satu dari tiga (trinitas)”, padahal tidak ada tuhan (yang berhak untuk diibadahi) selain (Allah) Tuhan Yang Maha Tunggal” (QS. Al-Maidah :73)

    لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ [المائدة: 72]
    Artinya : “Sungguh, telah kafirlah orang yang mengatakan bahwa sesungguhnya Allah adalah Isa anak Maryam”. (QS. Al-Maidah: 72)

    يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لَا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ وَلَا تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ إِلَّا الْحَقَّ إِنَّمَا الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ رَسُولُ اللَّهِ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ فَآَمِنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ وَلَا تَقُولُوا ثَلَاثَةٌ انْتَهُوا خَيْرًا لَكُمْ إِنَّمَا اللَّهُ إِلَهٌ وَاحِدٌ سُبْحَانَهُ أَنْ يَكُونَ لَهُ وَلَدٌ … (النساء :171)
    Artinya : “Wahai Ahli Kitab! (Yahudi dan Naroni)! Janganlah kalian melampaui batas dalam agama kalian, dan jangalah mengatakan terhadap Allah melainkan yang benar, sungguh Isa Al-Masih, putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan kepada Maryam dengan tiupan ruh dari-Nya, maka berimanlah kalian kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah mengatakan (Tuhan itu) tiga, berhentilah mengatakan itu hal itu lebih baik bagi kalian, seseungguhnya Allah itu adalah maha Esa (Tunggal) Maha Suci Dia dari (anggapan) mempunyai anak” (QS. An Nisa’ : 171)

    إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الإسْلامُ (19)
    Artinya : “Sesungguhnya Agama yang benar di sisi Allah adalah agama Islam”
    وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الإسْلامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ [آل عمران: 85] .
    Artinya :“Barangsiapa yang mencari Agama selain Islam maka agama itu tidak akan perna diterima darinya dan dia di akhirat kelak termasuk orang-orang yang merugi” (Ali Imran : 85)

    اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُوا إِلا لِيَعْبُدُوا إِلَهًا وَاحِدًا لا إِلَهَ إِلا هُوَ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ [التوبة: 31]
    Artinya : “Mereka menjadikan Pendeta-pendata mereka sebagai Tuhan selain Allah dan Isa putra Maryam, padahal mereka tidak diperintah melainkan hanya menyembah Tuhan Yang Esa (Allah) Tidak ada yang patut disembah selain Dia, Maha Suci Allah terhadap apa yang mereka persekutukan” : QS. At-Taubah : 31)

    Ketika mendengar ayat ini salah seorang sahabat (mantan yahudi) berkata kepada Rasulullah , “Wahai Rasulullah sesungguhnya mereka tidak menyembah pendeta-pendeta mereka?” Rasulullah berkata kepadanya, “Bukankah para pendeta itu menghalalkan apa yang diharamkan Allah dan mengharamkan apa yang diharamkan Allah lalu mereka mengikutinya?” sahabat tersebut menjawab: “tentu ya Rasululla. Maka Rasulullah berkata, “Itulah bentuk penyembahan mereka terhadap para pendeta mereka (Hadits Shahih)

    إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا
    Artinya : “Sesungguhnya orang-orang kafir dari Ahlil kitab (Yahudi dan Nasroni) dan orang-orang musyrik (Majusi) (tempat mereka) di Neraka Jahannam mereka kekal di dalamnya” (QS. Al-Bayyinah :5)

    So….
    Jika semua Agama sama, maka kenapa Allah mengkafirkan orang-orang Nasrani karena mereka menganggap nabi Isa As sebagai Tuhan, Allah salah satu dari tiga, Allah mempunyai anak, Allah juga mengkafirkan orang-orang yahudi dan orang-orang musyrik lainnya bahkan menjanjikan tempat mereka di neraka Jahannam?

    Jika semua Agama sama, kenapa Rasulullah menghancurkan semua patung yang disembah orang-orang kafir Quraisy pada saat fathu Mekkah?

    Jika semua Agama sama, maka kenapa anda harus bersyahadat bersaksi atas nama Allah nahwa “Tidak Ada Tuhan Yang Haq Disembah Selain Allah” tapi disisi lain anda membenarkan orang yang mengatakan bahwa orang yang menyembah patung (Agama Hindu & Budha) dan orang menyembah Nabi Isa AS (Nasrani) serta orang-orang yahudi yang sering menentang perinta Allah bahkan sering membunuh para nabi sama dengan agama Islam yang mengharamkan penyembahan selain Allah?

    Ayat-ayat di atas dengan tegas dan jelas mengatakan bahwa ORANG-ORANG NASRANI ITU KAFIR KARENA MENGATAKAN BAHWA ALLAH SWT ADALAH TIGA, ISA PUTRA MARYAM ADALAH TUHAN/ALLAH, ALLAH PUNYA ANAK.
    Maka jika ada orang yang memgatakan hal itu adalah benar, Agama itu semuanya sama, maka berarti dia SESAT, KAFIR, MUNAFIQ, FASIQ. Tetapi dalam hal ini saya tidak mengalamatkan kepada Pak Ma’rif, melainkan saya mengalamatkannya kepada orang-orang yang mengatakan bahwa AGAMA ITU SEMUA SAMA.

    Sekarang marilah kita jujur terhadap diri kita sendiri, menggunakan akal sehat dan berbicara atas kehendak hati nurani yang dilandasi keimanan terhadapAllah, Al-Qur’an dan As Sunnah. Setelah memahami ayat-ayat di atas apakah kita akan mengatakan bahwa Agama itu semuanya sama seperti yang dikatakan oleh pak Ma’rif dan yang sepaham dengannya dari kelompok JIL? (Jaringan Islam Liberal) atau …………….?

    Kalau jawaban Anda, (semua agama tidak sama), berarti anda masih menganggap Allah adalah Tuhan pencipta anda, Al-Qur’an sebagai kitab pedoman hidup anda Nabi SAW sebagai suri tauladan anda.

    Tapi jika anda tetap mengatakan bahwa semua Agama itu sama, maka “I don’t say anything” / alias of to you / alias jawab sendiri aja.

    SEKALI LAGI SAYA UCAPKAN TERIMAKASIH BANYAK KEPADA MUHAMMAD SURYA ATAS NASEHATNYA.. KARENA DALAM ISLAM KITA WAJIB SALING NASEHAT-MENASEHATI.

      att said:
      21 Agustus 2011 pukul 22:21

      jelas tegas lugas…. semoga yang bicara plin plan bisa merenung. dan bertobat

      hamba Allah said:
      4 Maret 2012 pukul 18:04

      Benar sekali apa yg.ditulis sdr.Salman.semoga tulisan anda membantu menerangi jalan orang2 yg.kurang pandai menafsirkan Al quran.saya setuju dgn.sanggahan hj.Irene terhadap bp.Syafii maarif.kita wajib membenarkan kalau ada yg.salah.

      hamba ALLAH SWT. said:
      5 April 2012 pukul 13:52

      yg jelas agama islamlah benar, islam senyempurna semua agama, ALLAHHUAKBAR.

      Topan Gunawan said:
      9 Agustus 2012 pukul 17:12

      Islam adalah agama yang Haq….

      zumri said:
      26 Desember 2012 pukul 09:15

      subhanallah ! akhi salman . salam kenal. syukran !

      Ainur Rofiq Baqir said:
      8 September 2013 pukul 19:44

      subhanallah,…

      AMRU said:
      25 September 2013 pukul 12:08

      sangat jelas dan tegas yang dikemukakan pak Salman. Kepada pak Muhammad Surya, pak Salman tidak perlu menjadi hakim atau apapun dalam saling menasihati. yang disampaikan pak Salman adalah komentar terhadap pendapat yang sesat. Bagaimana pendapat itu dapat dianggap sesat….? Iyalah yang bertentangan atau bertolak belakang dengan dalil yang Qot’i. Semua yang disampaikan oleh pak Salman adalah dalil yang Qot’i baik dari segi Wurud dan Dholalahnya, tidak ada ulama yang benar berpendapat lain. Jadi jangan tunggu menjadi HAKIM atau apapun untuk menyampaikan kebenaran. Salam kasih sayang saya kepada Pak Salman dan Pak Muhammad Surya.

    SALMAN said:
    16 April 2009 pukul 16:53

    Pada Tulisan Saya sebelumnya ada yang salah tulis tentang makna hadits dan ini Revisinya :
    (Rasulullah berkata kepadanya, “Bukankah para pendeta itu menghalalkan apa yang diharamkan Allah dan mengharamkan apa yang dihalalkan Allah lalu mereka mengikutinya?”)

    AHMAD said:
    18 April 2009 pukul 13:01

    Alhamdulillah saya sangat puas terhadap penjelasan @SALMAN karena tidak berbicara atas logika dia sendiri melainkan berdasarkan dalil-dalil yang jelas dan akurat dari Al-Qur’an.

    saya menghimbau pada semuanya agar dalam memberikan pendapat sesuai dengan dalil jangan pake logika sendiri sebab hal itu dapat menyesatkan diri sendiri dan orang lain utamanya orang awam yang baru belajar Islam.. salam untuk semua

    muhammadsurya said:
    20 April 2009 pukul 01:02

    aku dah baca berkali-kali tulisan pak syafe’i di atas, dan baca komentar dari teman2, tetapi saya masih bertanya2, dimana letak pak Syafei berpendapat bahwa semua agama itu sama benar dan semua pemeluk agama apapapun itu agamanya akan masuk surga? coba baca lagi tulisan pak syafe’i berkali-kali, jangan dulu baca tulisan ibu Irena.

    menurutku, pak Syafei di tulisan itu, mengutip tafsir hamka tentang beberapa ayat. Beliau TIDAK MENCOBA MENAFSIRKAN SENDIRI AYAR TERSEBUT. setelah memahami tafsir itu,beliau menulis “Sikap Hamka yang menolak bahwa ayat 62 al-Baqarah dan ayat 69 al-Maidah
    telah dimansukhkan oleh ayat 85 surat Ali ‘Imran adalah sebuah
    keberanian seorang mufassir yang rindu melihat dunia ini aman untuk
    didiami oleh siapa saja, mengaku beragama atau tidak, asal saling
    menghormati dan saling menjaga pendirian masing-masing. Sepengetahuan
    saya tidak ada Kitab Suci di muka bumi ini yang memiliki ayat toleransi
    seperti yang diajarkan Alquran. Pemaksaan dalam agama adalah sikap yang
    anti Alquran (lih. al-Baqarah 256; Yunus 99)”

    dimana letak bahwa pak syafe’i mengatakan mengesahkan semua penganut agama : Nasrani, Yahudi dan Sabi’in akan menjadi penghuni surga, hanya dengan berbuat kebajikan?

    pak syafei mengatakan ayat ini berkenaan dengan toleransi antar umat beragama. kata toleransi TIDAK bermakna bahwa semua agama apapun agama yang dipeluknya akan masuk surga semua. dan pak syafei tidak menuliskan itu.

    kalau ibu Irene memahami tulisan pak Syafei sebagai tulisan yang mengesahkan semua penganut agama : Nasrani, Yahudi dan Sabi’in akan menjadi penghuni surga, hanya dengan berbuat kebajikan. mungkin saya berbeda dengan beliau. saya berpendapat, tidak ada kalimat yang mengarah pada tuduhan ibu Irene tersebut.

    Pak syafei di tulisan tersebut terkesan bahwa beliau menyadari bahwa beliau bukanlah ahli tafsir Al Quran, makanya beliau TIDAK menafsirkan ayat-ayat tersebut menurut pemikiran beliau, tetapi beliau memilih untuk mengutip pendapat mufasir yang beliau percayai yaitu tafsir Hamka. hal ini bagus sebagai pembelajaran bagi kita, bahwa janganlah berfatwa atau berpendapat untuk disebarkan ke umum tentang suatu hal kalau kita bukan ahli di bidang hal tersebut atau tidak memiliki ilmu dibidang tersebut. misalnya kita tidak memiliki ilmu-ilmu tentang tafsir Al Quran, janganlah berani-berani menafsirkan Al Quran untuk disebarkan kepada orang lain. kalau kita tidak memiliki ilmunya, lebih baik mengutip dari para ulama yang ahli di bidang tersebut. dan hal inilah yang dilakukan pak syafei. beliau adalah ahli sejarah terkemuka di Indonesia bukan ahli tafsir, beliau belajar di Amerika di bidang sejarah bukan studi Islam.

    aku termasuk orang yang sering baca tulisan beliau dan sedikit banyak tau alur berpikir beliau. adalah sangat mengagetkan bagi saya kalau pak Syafei berpendapat seperti yang di tuduhkan ibu Irene. ga mungkin beliau berpendapat seperti itu. dalam beberapa tulisan atau ceramah beliau, saya melihat beliau sangat tegas (atau kata orang2 berfaham aqidah fundamentalis) kalau bicara dalam masalah aqidah. tetapi memang dalam masalah syariat beliau memilih faham yang agak lebih lunak, mungkin menurut beberapa tokoh terkesan liberal. tetapi sekali lagi, beliau bukanlah ahli agama, tetapi ahli sejarah. kalau beliau berbicara masalah agama, jangan ditelan mentah-mentah, pikirkan dulu. tetapi kalau bicara masalah sejarah, bolehlah kita mengambil referensi dari beliau.

    kalau beliau salah berpendapat janganlah langsung mengatakan liberal.dan begitu juga kalau hanya berbeda pendapat dengan beliau. jangan mudah mencap orang lain liberal, fundamentalis, radikal, atau apapun itu.

    semua ulama di dunia ini, baik itu imam syafei, maliki, syaikh Tantowi,al albani, yusuf Qardhawi, dll pernah salah dalam berargumentasi. itu wajar, karena mereka tidak maksum. stop lah saling mencap seperti itu, saya sudah muak mendengar orang-orang satu sama lain saling mencap liberal, fundamentalis radikal, dll. seterusnya saling berseteru, saling hina, mengolok-olok. habis itu, musuh2 Islam ketawa-ketawa lihat orang Islam sendiri saling bertengkar. Tidaklah mungkin orang-orang misalnya JIL itu kembali kepada Islam yang sebenarnya kalau cara dakwah kita kepada mereka dengan kekerasan, dengan menghina, dengan mencap murtad, mengatakan mereka setan atau iblis, dll. justru dengan melakukan dakwah dengan keras tersebut hanya membuat mereka semakin jauh dari Islam.

    berdakwahlah secara bijak, berdebatlah dengan tegas, santun dan penuh kasih sayang meskipun mereka keras dan menghina kita, berdiskusilah dengan santun dan tidak keras kepala. dengarkanlah semua pemaparan mereka sampai tuntas, jangan memotong di tengah pendapat mereka, analisis pendapat mereka, baru kita bantah dengan mengutarakan argumentasi yang lebih kuat. tidak perlu menghina, mencap dengan cap-cap negatif,mengolok-olok, atau apapun itu.

      tonifero said:
      28 Agustus 2009 pukul 15:41

      manusia tempatnya salah,apakah mau tobat/perbaiki

    adikcilak said:
    2 Juli 2009 pukul 20:14

    numpang lewat om2 semua :)

    sebaiknya ini dibahas dikalangan elite ulama yang lebih paham..
    coba diskusikan dengan ulama2 di provinsi anda,,
    kali aja mereka bisa memberikan mana diantara 2 pemikiran yang lebih benar..
    dan dalam Islam saling menasihatkan itu sangat baik..
    jazakumullah khairan katsira

    Taslim Taufiq said:
    7 Juli 2009 pukul 10:18

    Ass. WW.
    Bismillahhirrohmannirohim.
    Segala Puja dan Puji hanya untuk ALLAH SWT. Rabb yang pantas disembah, Yang telah menciptakan langit dan bumi beserta isinya, serta yang telah menciptakan diantara keduanya (antara langit dan bumi). Rabb yang telah mengajarkan segala ilmu yang dimiliki oleh makhluknya. Baik ilmu yang baik dan benar membawa kepada kefithrahan manusia sehingga manusia anak cucu Adam AS. memilih surga tujuan akhir hidupnya, maupun ilmu yang buruk dan jahat yang diizin ALLAH SWT. kepada syaithan untuk menyesatkan jalan kebenaran yang ditempuh anak cucu Adam AS. sehingga nerakalah tempat berkumpul mereka bersama syaithon yang terkutuk.
    Selawat dan Salam untuk Rasullullah Muhammad SAW. Beserta keluarga (Istri-istri beliau beserta anak keturunannanya). Dan juga Untuk Para sahabat beliau Abu Bakar , Umar bin Khatab, Usman bin Affan , Ali bin Abi thalib serta para Sahabat-sahabat beliau yang lain .Amma Ba’du.

    Buya HAMKA, semoga ALLH SWT merahmati beliau dialam kuburnya, sampai detik ajal beliu tidak pernah mencabut fatwa haramnya umat islam untuk mengikuti serta memberi selamat dari upacara perayaan Natal. Dan itulah nilai toleransi buya HAMKA terhadap agama lain khususnya Kaum Nasrani. Jadi jelas buya mengatakan dari fatwanya tersebut Kafirnya Kaum Nasrani dan tempatnya adalah Neraka Jahannam. Dan hukum kafirnya jelas tempat akhirnya berbeda dengan kaum muslimin yang bertakwa kepada ALLAH SWT. yang telah dijanjikan yaitu Syurga Firdaus (surga tertinggi) serta Surga dibawahnya( 99 tingkat dibawahnya).

    Yang Baik Jelas berbeda dengan yang bathil, dan itu tidak ada keraguan sedikitpun. Agamamu untukmu Dan Agamaku islam untukku.

    Wass. WW

    rajawali malam said:
    27 Juli 2009 pukul 15:21

    مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ فَآَمِنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ وَلَا تَقُولُوا ثَلَاثَةٌ انْتَهُوا خَيْرًا لَكُمْ إِنَّمَا اللَّهُ إِلَهٌ وَاحِدٌ سُبْحَانَهُ أَنْ يَكُونَ لَهُ وَلَدٌ … (النساء :171)
    Artinya : “Wahai Ahli Kitab! (Yahudi dan Naroni)! Janganlah kalian melampaui batas dalam agama kalian, dan jangalah mengatakan terhadap Allah melainkan yang benar, sungguh Isa Al-Masih, putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan kepada Maryam dengan tiupan ruh dari-Nya, maka berimanlah kalian kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah mengatakan (Tuhan itu) tiga, berhentilah mengatakan itu hal itu lebih baik bagi kalian, seseungguhnya Allah itu adalah maha Esa (Tunggal) Maha Suci Dia dari (anggapan) mempunyai anak” (QS. An Nisa’ : 171)
    Sesuai ayat ini ISA ALMASIH adalah nabi (utusan ALLAH), Bukan Anak ALLAH secara Lahiriah, terjadi dari FIRMAN ALLAH dan ROH KUDUS. ISA adalah ALMASIH (bhs ARAB)/Mesias(bhs Ibrani)/Kristus(bhs Yunani).
    Perihal yang selama ini diimani oleh umat NASRANI.
    1. Mark 12:29 ……Tuhan ALLAH kita, TUHAN kita ECHAD(ESA)…. bukan Yached
    2. Luk.9:20 …. Jawab Petrus : Engkau adalah MESIAS dari ALLAH. ( hingga saat ini sesuai kepercayaan Yahudi, mereka menantikan MESIAS sebagai “JURUSLAMAT dari ALLAH”
    3. Luk. 1:35…. Roh KUDUS akan turun atasmu &kuasa ALLAH….. menaungi engkau(Maria), ana….itu disebut kudus, ANAK ALLAH. Anak ALLAh tidak bisa ditafsirkan keturunan(dari sperma) ALLAH. Sebab kita sepakat ALLAH Iitu adalah ROH. Bangsa Israel bukan anak biologis ALLAH, tapi HOSEA 11:1… Saat Israel mash muda Kukasihi dia. & dari Mesir KUpanggil anakKU itu. ANAK berarti Kesayangan

    Keberadaan Hj IRENE utuk kaum MUSLIM harap berhatihati. Saya tidak mau tergesa-gesa menuduh Dia seorang …………., Namun jika dia pernah menjadi seorang BIARAWATI, ada beberapa Irene mengartikan ayat-ayat alkitab jauh dari arti yang selama ini umat NASRANI imani. Aneh jika seorang biarawati mengartikan ANAK ALLAH yang artikan Nasrani sebagai anak biologi. Seorang Penentang NASRANI pun (mis: AThEIS) pun mengerti bahwa arti anak ini tidak diartikan biologis. Jadi jangan setarakan Irene dengan seorang PROF. Ma’arif.

      winda said:
      29 Maret 2011 pukul 14:22

      rajawali malam mencoba menyesatkan ummat islam,,,bisa jadi dia itu ummat nasrani,,,

      att said:
      21 Agustus 2011 pukul 22:27

      malah muter2 gak karuan maksudnya apa????

      Yudah said:
      9 November 2011 pukul 09:57

      Anda itu bodoh… mengatakan bahwa Yesus itu bukan anak Allah.. tapi di sisi lain anda mengatakan bahwa yesus itu anak Allah tapi bukan anak biologis…??? Bible itu memang membingungkan tidak konsisten seperti yang anda nyatakan itu..

    Raja Wali Siang said:
    3 Agustus 2009 pukul 08:44

    @RAJAWILI MALAM ANDA MAKSUD ANDA ANDA APA? kalau memberi komentar yang jelas jangan ngawur !!

      saba said:
      7 Januari 2011 pukul 11:09

      HATI-A-HATI DENGAN PENDAPAT SI ” MUSANG BERBULU AYAM ”
      ,… BAHAYYYA , BISA TERHIPNOTOS, …

    moh.zaky said:
    12 Agustus 2009 pukul 06:28

    Assamulaikum wr wb
    Segala puji hanya untuk Allah SWt pencipta pemelihara jagat raya yang hanya berhak untuk disembah, tiada sekutu bagiNya,dan MUhammad SAW adalah utusanNya.
    Selamat kepada Ibu Irena Handono, pahlawan bagi kaum muslimin dari kehausan umat akan mubaligh/ghah yang berani membela Islam, Nabi SAW, Quran dan akidah Muslimin., mereka iri dan malu serta risih, para ulama , prof, ustadz sudah tidak ada yang berani menentang cendekiawan liberal, jenderal2 anti Islam, yang amar ma’ruf nahi munkar… karena begitu Ta’atnya mereka kepada hamba hamba kafir amerika dan dollar serta doktrin kafirnya, selamat sekali lagi semoga Allah SWT tetap melindungimu dan melahirkan irena irena muda lainnya di bumi tanah air yang mayoritas KEJAWEN bukan muslim terbesar di dunia (mohon koreksi) ., telah lahir LIBERALIS, PLURALIS, SINKRETISME dalam menghancurkan Islam di dalam hidup dan kehidupan. hadiah 1 MILYAR TAHUN TUNAI DI DUNIA DAN AKHERAT BAGI MEREKA yang tidak hidup dan tidak mati. jazakumullah khairan kathiran jacky2darky at g mail.com . Wassallam moh.zaky

    Rindu Perdamaian said:
    5 September 2009 pukul 07:38

    Gw pribadi lagi dalam kondisi ditengah-tengah, bimbang. Yang gw lihat selama ini, agama (PEMELUK AGAMA) selalu saja menciptakan sekat dalam hubungan sosial manusia. Mungkin dunia ini kalo nggak ada agama bisa tenang kali yah. Islam atau kristen (entah katholik atau protestan) sama aja buat gw, nggak bisa memberikan pencerahan. Kebanyakan ajarannya cuma dongeng-dongen doang. Gw emang orang ISLAM, tapi kayaknya buat saat ini ke-islam-an gw semakin luntur aja setelah ngeliat banyak hal yang negatif di dunia islam. Katanya Islam itu agama yang tawadhu atau rendah hati, tapi kok masih aja ada umat islam yang egois bilang kalo agama islam itu adalah agama yang paling benar sedunia. Anda berarti nggak menghayati arti TAWADHU tersebut dong. Dan juga gw liat orang-orang islam yang teriak ALLAHU AKBAR, eh… malah semakin kesetanan (contohnya, kayak orang-orang FPI yang lagi nyerang tempat-tempat maksiat atau ngebantai kaum minoritas MUSLIM AHMADIYAH). Heran gw.
    Kalo Kristen, gw sangat-sangat nggak setuju dengan konsep TRINITAS-nya yang sangat membingungkan. Dan juga orang-orangnya kayak udah paling seci aja. Muak gue ngeliatnya.
    Vote buat agama Buddha aja deh, cinta damai, nggak ada pertikaian.
    Sorii OOT.

      juki said:
      30 Agustus 2010 pukul 10:37

      @PENCARI KEDAMAIAN

      saudaraku,saya ikut prihatin dengan keadaan anda, banyak-banyaklah berdo`a memohon petunjuk kepada ALLOH, ” man yahdiLLAhu fala mudhillalah, wa man yudhlil fala hadiyalah ” barangsiapa yang telah diberi petunjuk oleh ALLOH maka tidak ada yang mampu menyesatkannya, dan barangsiapa yang di sesatkan ALLOH maka tidak ada yang mampu meberinya petunjuk”

      anda seharusnya bersyukur karena anda telah mengenal islam sejak lama, malah sejak lahir mungkin, itu pertanda bahwa ALLOH telah memudahkan anda untuk meniti jalan kebenaran, disaat orang lain sibuk dan berusaha keras mencari kebenaran,anda telah berada di jalan kebenaran tersebut…kekecewaan anda saat ini terhadap islam adalah karena ketidaktahuan anda terhadap islam itu sendiri (maafkan jika saya salah).
      NASEHAT UNTUK ANDA: jangan menilai islam dari para pemeluknya,karena mereka beragam, bersekte-sekte (hal ini telah disinyalir jauh sebelumnya oleh RosuluLLOH melalui hadist perpecahan ummat) dan jangan menggeneralisasi perilaku sekelompok orang untuk kemudian mengidentikkannya dengan islam, akan tetapi pelajarilah islam dari sumbernya, renungilah ALQURAN, pelajarilah hadist-hadist rosuluLLOH. dan jangan lupa bacalah sejarah rosuluLLOH, para sahabat dan orang-orang sholeh, niscaya anda akan melihat gambaran indah dari islam yang sebenarnya…hadaniyaLLOHU wa iyyakum (semoga Semoga ALLOH menunjuki saya dan kamu sekalian)

      maaf bila ada yang menyinggung, ini sekedar menunaikan hak sesama muslim yaitu saling menasehati, bukankah “addinun nashihah”…agama itu nasehat??

      winda said:
      29 Maret 2011 pukul 14:36

      @rindu:bearti anda hanya islam KTP doang,,dalam islam tidak dilarang bersosialisasi ngan ummat lain,tp klo dah menyangkut agama itu yg tidak bisa di tolerir,bertaubatlah anda atas pernyataan anda,memang benar di dalam Al-Qur’an di sebutkan agama yang Haq didunia ini adalah Islam,,,beginilah contoh org beragama tapi tidak menjalani perintahNya,,,,

      att said:
      21 Agustus 2011 pukul 22:30

      anda patut dikasihani….. sampai sekarang anda tidak mempunyai pegangan dan pedoman yang kuat. silakan menunggu hidayah

      tik said:
      31 Desember 2011 pukul 11:56

      setuju mas bro,, tapi vote saya untuk atheis dan sience saja..hehehehehhe

      uripharjito said:
      23 Januari 2012 pukul 10:59

      Ini Rindu Perdamaian kurang wawasan….. diluar sana yang tampak damai ada realitas yang lebih sadis…. di Thailand yang menganut Budha memberanguskan umat muslim PATANI…. ga tau ya…. Tau ga Bank di dunia ada 2, konvensional dan syariah… bank konvensional yang dianut Bank-bank di Europa bernafas Senen-Kamis menunggu kebangkrutan bersaing dengan syariah yang diatur dalam islam. Semua kehidupan sejak lahir (bandingan dengan china (penganut Budha)& india (penganut Hindu) yang lahir perempuan dibunuh. Sistem kehidupan apakah yang mereka pakai…… Islam tidak damai-damai ini karena ada orang luar sono yang tidak suka muslim damai. Diluar sono ada kolonialis generasi baru berjas yang mencengkeram, main pat gulipat bahan bakar minyak supaya premium di Indonesia harganya sama dengan yang d singapore sekitar 16.000 per liter, itu artinya mereka sedang main halus mengadu domba antara rakyat dan pemerintah. Pemerintah dan diluar umat islam ogah pake sistem syariat sedang eropa malu-malu walau sudah ada seperti di Inggrsi yang sebagian banknya ada yg pakae syariah… sesecuil hal yang kecil ini adalah tentang sistem kehidupan. Dapatkau kau temukan sistem yang lebih hebat selain yang saya sebutkan….

    Raja Wali Siang said:
    5 September 2009 pukul 16:45

    Sebenarnya seseorang itu bingung terhadap banyaknya perbedaan karena kebodohan dan ketidak fahaman dia terhadap agamanya, orang pintar tidak akan perna bingung dengan melihat berbagai perbedaan karena dia dapat memilih dan memilah mana yang paling benar diatara berbagai perbedaan tersebut. oleh kerena itu dalam Islam diwajibkan pada setiap orang untuk memperdalam pengetahuan agama supaya dia dapat menentukan sikap. kemudian sikap kita terhadap perbedaan atau Ikhtilaf adalah melihat mana yang paling benar (yang sesuai dengan Al-Qu’an dan Assunnah).

    Dodi Agusra said:
    13 September 2009 pukul 09:16

    .

    mamamia said:
    5 Oktober 2009 pukul 18:02

    amiiiim Yesus datang untuk memberi hidup dan hidup dalam kelimpahan…..Tuhan memberkati

    antiteroris said:
    7 Oktober 2009 pukul 06:15

    QS Ali Imran ayat 45

    Idz qaalatil malaa-ikatu yaa maryamu innallaaha yubasysyiruki bi kalimatim minhus muhul masiihu ‘iisabnu maryama wajiihan fid dun-yaa wal aakhirati wa minal muqarribiin
    (Ingatlah) ketika malaikat berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kalimat yg datang dari pada-Nya, namanya Al Masih ‘Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat, dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah).

    Raja Wali Siang said:
    29 Oktober 2009 pukul 05:45

    MAMAIA, MAKSUD ANDA DIA PANGKIT LAGI DARI KUBURNYA SETELAH MENINGGAL DUNIA? POCONG DONG ALIAS KUNTI LANAK?!! TOBAAAAAAT….! MASA KUNTILANAK LO JADIIN TUHAN… APA KATA DUNIA…?

    Andria said:
    26 Agustus 2010 pukul 10:51

    bismillahirahmanirahim
    ALLAHU AKBAR

    Saya mengucapkan terima kasih kepada Hj. Irene yang telah bersedia meluruskan tulisan Prof Syafi’i Ma’Arif sehingga pemahaman saya terhadap tulisan ini menjadi lebih terbuka dan tidak bias.

    ALLAHU AKBAR

    arimba said:
    5 September 2010 pukul 17:27

    assalamualaikum,,,, salut buat ibu irene handono,teruskan perjuangan islam bu,,, semoga orang-orang yang menyatakan dirinya islam,tapi jiwa dan hatinya kafir segera bertobat,ALLAHU AKBAR !!!

    awisalam said:
    1 Desember 2010 pukul 02:07

    syafi’i ma’arif bukan se orang ilmuan. dia ingin merusak agama islam.meyebarluaskan yg di bawah,yang sebenarnya tidak mengerti isi kandungannya.dan membiarkan yang jelas ke asliannya

    maru said:
    1 Januari 2011 pukul 14:52

    assalamualaikum….salut buat bu irena (maaf klo salah sebut nama ) atas kritikan beliau kpd prof s ma’arif….

    gerakan rakyat marjinal said:
    21 Januari 2011 pukul 11:52

    Jika tidak keliru dengan penafsirannya dari Al Qur’an, bahwa Agama yang di ridhoi Gusti Allah adalah Islam. Memang setiap agama di dunia itu baik, tetapi jika kita ummat muslim tentunya kita berpegang pada kitab Al Qur’an itu tadi.
    Sebab itu teguran Ibu Irene kepada Buya Syafii Maarif, hendaknya diposisikan pada hal yang benar. Katakanlah benar walaupun itu pahit. Ini adalah bentuk kearifan kita sebagai muslim yang harus selalu membaca (iqra) secara benar.

    roni said:
    13 Februari 2011 pukul 16:17

    ass.

    roni said:
    13 Februari 2011 pukul 16:23

    assalamu’alaikum wr.wb
    terima kasih bu irene aku pribadi sangat salut terhdap ibu yang berani untuk meluruskan arti yang salah trhadap prof. safii m, lanjutkan ibu , mudah2an ibu tetap mendapat keridhoan n smga ttap pd jalan yang dirhdoi oleh ALLAh swt. amin

    wassalamualaikum wr. wb.

    PENGIKUT YESUS said:
    27 Februari 2011 pukul 18:14

    YANG GW TAU CM YESUS JALAN KEBENARAN DAN HIDUP….YG BISA MENUJU KEPADA ALLAH BAPA….YANG LAIN NOTHING…..ALIAS PALSU YG GA BISA KASIH KEPASTIAN MENUJU KESURGA YG CM BISA MUDAH2AN……

    radianti astrid said:
    1 Maret 2011 pukul 21:38

    Hanya Allah Swt yang Maha Tahu. Namun, dalam Islam ada kewajiban Amar Ma’ruf Nahi Munkar.

    PEMBELA KEBENARAN said:
    2 Maret 2011 pukul 10:12

    Yang Jelas YESUS alias Isa As. itu adalah seorang Nabi dan wajib diimani sama seperti Nabi-Nabi lainnya..
    sedangkan orang ingng menganggap dia sebagai Tuhan maka dia kafir dan tempat tinggalnya kelak NERAKA kekal selama-lamanya..

      Laela said:
      5 Maret 2011 pukul 16:43

      Yesus sebagai Tuhan adalah kepercayaan bagi umat Nasrani. Kita jangan suka menghakimi orang lain, dan jangan sekali-kali agama kita adalah agama yang paling benar segala-galanya. Semua manusia yang memeluk agama, dasarnya hanya percaya apa yang ditulis oleh pendahulu kita. Tapi apakah ada orang yang sudah mati bertahun-tahun dan hidup kembali dan datang kedunia, lalu menceritakan kepada kita2 manusia yang masih hidup ini, bahwa neraka itu bagaimana rupanya?… atau sorga itu bagaimana indahnya?… belum bisa dibuktikan secara nyata. Semua hanya berbasis pada percaya dan yakin dari sebuah buku yang dinamakan kitab suci. Suci hanya menurut pikiran kita, tapi belum tentu suci dimata Tuhan.

        Allah's Worshipper said:
        27 September 2012 pukul 13:12

        Laila ini kalau gak Kafir ya Munafik…
        tau gak kalau Munafik itu nerakanya lebih bawah daripada kafir..

        dasar Jaringan Iblis Laknatullah. .
        mengaku islam tapi mendiskreditkan islam! dan membuat paham paham sesat dan rancu.

        Demi Allah! Jika anda tetap seperti ini, Maka Anda pantas masuk Neraka.

        selamt masuk Neraka… sampaikan salam pada Munafik lainnya ya…

    Jana said:
    2 Maret 2011 pukul 11:19

    Syafii Maarif was talking about AlQuran containing various verses that endorsed tolerance, not to the specific verses in question.
    Be careful coz i’ve attended a couple of Bu IRena’s meetings and what she’s interpreting on the Quran verses (especially those related to Nabi Isa as) are misleading.
    She herself can put moslems to the wrong path.

      ibrahimsyah said:
      15 Februari 2012 pukul 22:41

      are you a moslem..??

    hudgrad said:
    9 Maret 2011 pukul 11:22

    so say we all

    serambi aceh said:
    14 Maret 2011 pukul 02:57

    aslmua’lkm….????
    Mkasi kpada ibuk irena,krn sudah mnjelas kan ap yg sharus @ bnar,sya bingun dng kta2 prof. Syafi’i td tntag inilah janjian yg adil n tegas dr tuhan,yg tdak pndang agama,n stiap org yg mlakukan kbaikan akn mndapat blasan d ssi tuhan.
    1-Yg buat bngug sya yg prtama kta2 tuhan…
    Krn dlm ayat td d sbut kan d stu allah swt bkan than,jd ap bsa kta kta sma kan tuhan dng allah swt n dr mna asl mula org islam meggantikan kta2 allah swt dng kta2 tuhan….
    2-dlm al qur’an kan sudah d jlas kan bhwa sanya agma yg bnar/yg d terima d ssi allah swt it adlh agma islam….
    Jd bgai mna bnari bliau mngatakan klo allah swt akn mmberi kan blasan surga bgi org yg bkan agma islam krn jnji allah swt klo agma yg bnar hnya islam…
    Ap kah dng gtu kta bsa mngatakan klo jnji allah swt it palsu…???
    tlog d jwab kpda org2 yg lbih ngerti dng tfsir al qur’an n hadis n agama….
    Wassalam….!

    Herry said:
    27 Maret 2011 pukul 21:02

    dilihat dr kaca mata makrifat mudah difahami perbedaan ini, yang pasti sudahkah saudaraku2 mengenal DIA ,DIA berfirman agar kita percaya dg kitab2 sebelumnya…..
    Maha benar Allah dg segala firman Nya……..

    santi said:
    20 Mei 2011 pukul 23:53

    to LAELA: dlm memeluk agama, kta hrs meyakini agm ktalah yg plg bnar. Kl meyakini smua agm bnar, brarti mdh brpindah agm dong sesuai sitkon jiwamu. Btw, smua agm brtujuan baik (ajak kbaikan, jauhi kjahatan), tp TDK ADA agm yg sama, & HANYA 1 agm yg plg bnar, menurut yg kau bnar2 yakini

    hercules said:
    21 Mei 2011 pukul 13:28

    contoh lagi seorang Snouck Hurgronye masa kini..dia di ibaratkan oleh org2 kristen adalah domba yg sesat dari kelompoknya. Maunya mengobok2 umat Islam agar terpecah belah oleh idee nya. Masa iya ada ayat diputar balik..Kelakuan yg sama dgn NII.ayat dipotong2…

    andre said:
    1 Juni 2011 pukul 17:56

    saya sudah 23 tahun memeluk Katholik, tp tidak pernah seorang pun diagama saya ingin memurtadkan orang lain, jadi salah besar si putri Irene. saya tidak akan memanggil anda hajah..karena kalau hajah tentu dia mengetahui bagaimana menghormati ajaran agama lain….inilah calon neraka yang sesungguhnya yang menghalalkan segala cara demi untuk uang…makan tuh uang sampae muntah…

      att said:
      21 Agustus 2011 pukul 22:36

      jangan bersedih ibu hj irena, Allah selalu bersamu. Allah maha tahu

      crack said:
      3 Juli 2012 pukul 19:11

      si irene ini adalah pembohong..dan bodoh ,,,,,sy sudah lihat di youtube ….dan tdk mengerti apa yng di ucapkanya

    toniadq said:
    15 Juni 2011 pukul 03:48

    Tapi tidak pernah seorangpun diagama saya ingin memurtadkan orang lain?? Lalu bagaimana dengan kristenisasi yang dilakukan orang2 kristen terhadap umat islam di indonesia dengan metode menawarkan uang, makanan, dll?? lihat link di bawah ini:
    http://majalah.hidayatullah.com/?p=2396, dan link2 lainnya yg banyak bertebaran di internet, kemudian bandingkan kebalikannya, adakah islamisasi yang dilakukan orang islam terhadap pemeluk agama lain dengan metode uang, wanita, dan pekerjaan??
    Menghormati agama lain bukan berarti tidak membantah dan berdawah, tapi (menghormati itu) tidak memaksa mereka memeluk agama kebenaran ini setelah nasehat disampaikan.
    Lagipula, yang disampaikan Ibu Irene memakai dalil dan landasan yang bisa dibaca dan diteliti tidak sepotong2 macam Pak Maarif.
    Jika Ibu Irene mendapat nikmat kekayaan dari Islam ini ada sebuah kisah tentang Ali Zainal Abidin cucu Ali Bin Abi thalib yang menggunakan pakaian yang bagus ditanya oleh seorang yahudi miskin mengapa ia sebagai seorang muslim tidak zuhud dan sederhana? Lalu dijawab, seorang muslim yang kaya di dunia adalah kenikmatan awal yang diterima sebelum kenikmatan besar di akhirat, sedangkan kemiskinan orang kafir adalah penderitaan yang belum seberapa dibanding siksa atas mereka nanti di neraka.
    Jadi siapa yang akan masuk neraka? apakah orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya SAW dan berkata jujur? atau orang munafik dan orang2 kafir yang mengatakan tuhan kami Bapak, Anak dan Roh Kudus??

    langit said:
    20 Juni 2011 pukul 15:19

    @ Toniadq :Kristen bukanlah agama. Kristen hanya menawarkan keslamatan kekal kepada semua orang ( terima ngga terima itu urusan anda nanti ). Jangan anda cepat percaya dengan Irene. dia hanyalah orang yang tersesat. karna ingin kawin lagi ia minta cerai. makanya ia konfert ke islam. lalu mulai berkoar-koar seperti singa yang mengaum..” islam..? terus terang saya tidak tertarik dengan agamamu itu. Yang katanya lebih hebat. Hebat apanya..? islam hanya menghasilkan kaki tangan iblis…lihat aja sendiri apa yang kalian lakukan terhadap bangsa ini..? buat onar, saling bunuh, saling ngejek satu dengan lainnya. ini bukan cerita omong kosongkan..? semua ada didepan mata kita.! kenapa bisa seperti ini..? semua karna islam mu itu. islam hanya khayalan aja, berisi dongeng buat orang-orang bodoh seperti anda.

      dzulkifli said:
      19 Agustus 2011 pukul 23:09

      @Langit.
      anda adalah orang kafir,jelas tdk akan percaya dan menolak kebenaran yg datang dari Allah SWT,jelas2 ibu hajjah irene sdh banyak mengungkap kesesatan2 pengikut paulus,tapi kalian pura2 tuli dan buta,karna Allah beleum memberikan hidayyahnya,berbeda dengan hajjah Irene dia sdh mendapat hidayah sehingga hatinya terbuka dan mau menerima jalan kebenaran yaitu Islam,dulu sebelum Hajjah irene mendapat hidayah dia sama seperti kamu sangat membenci islam,dan hanya orang2 tertentu yg bisa mendapat hidayayyah.
      Bisakah kamu membantah penjelasan yg diberikan hajjah Irene dalam bukunya perayaan hari Natal,kenapa kalian merayakan kelahiran yesus tgl 25 desember..?apakah ada dalam kitab kalian yg mengatakan yesus lahir tgl 25 desember?kenapa ada pohon cemara sedangkan di palestin tdk ada satupun pohon cemara?
      Bagaimana bisa seorang manusia dilantik jadi Tuhan?
      Kamu mengatakan Islam pembuat onar,saling bunuh,saling ejek bagai mana dengan Kristen,coba kamu lihat dinegara philipina yg mayoritas Kristen,siapa yg pencuri oarang kristen,siapa yg saling bunuh orang kristen,dan siapa yg goblok orang kristen.
      Di indonesia daerah yg mayoritas islam sangat menghargai kristen,mereka hidup dengan damai,tapi coba lihat daerah yg mayoritas kristen Islam sangat dikekang,makanya rata2 daerah yg kristennya banyak sangat rawan sara,karna apa..?karna kristen sangat membenci islam dan selalu memerangi islam,seandainya islam berbuat demikian habislah kristen diindonesia..karna 90% penduduk indonesia Islam.
      Tapi tidak demikian dengan Islam..Islam cintai damai tapi kalau disentuh masalah aqidah makah Islam rela mati demi memerangi musuh2 Allah SWT…jihad fisabilillah.

    wahyu said:
    8 Agustus 2011 pukul 12:28

    islam benar-benar hanya ingin menyampaikan kebenaran, salah satu bukti adalah islam menyampaikan bahwa isa adalah anak maryam yang lahir tanpa pernikahan, tapi dari karunia Allah yang diberikan kepada maryam. ini hanya satu bukti dari sekian banyak kebenaran islam. seandainya islam hanya sekedar ingin mencari umat dengan menebar fitnah pada agama yang lain, maka pastilah islam akan mengatakan bahwa yesus adalah anak haram yang lahir dari ibu tanpa ayah resmi. tapi itu tidak dilakukan dalam ajaran islam. untuk itu hJ, irina saya nilai sebagai orang yang telah mendapat rahmat Allah sehingga bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah setelah melalui pembelajaran dan penilaian dari dua agama yang pernah ia pelajari. semoga orang-orang yang belum mengikuti jejak Hj. Irena segera dibuka hatinya oleh Allah SWT. amin

    att said:
    21 Agustus 2011 pukul 22:50

    rasanya banyak sekali kaum kafir yang kebakaran jenggot tatkala ibu hj irena mengungkapkan kebenaran, kebenaran akan hidayah Allah. dan kebenaran akan kemuskilan dan kesesatan dalam ajaran dan tauhid kaum kristen yang sangat jauh dari rasional manusia apalagi dengan keagungan Allh. apakah kesesatan terus kalian pegang percaya sampai mati, Tuhan di Alam semesta ini ya cuma satu Allah SWT. Kalo Tuhan ada tiga boleh dong besok tahun depan Tuhan ditambah satu lagi jadi empat biar tambah rame.

    y rizal said:
    15 Oktober 2011 pukul 20:50

    Saudara-saudaraku kaum muslimin jadikanlah diri kita islam yang kaffah, belajarlah dari al Qur’an dan As sunah( hadis Nabi yang sahih) dan majalah-majalh islami yang selalu berlandaskan Al Qur’an dan Al Hadis sehingga kita tidak terombang ambing oleh ulama sesat dan menyesatkan. Taqballahu mina wa minkum.
    y.rizal

    angel said:
    17 Oktober 2011 pukul 18:23

    Adam sebagai Safiyu’llah – pilihan Allah;
    Nuh sebagai Nabiyu’llah – pengkhotbah Allah;
    Abraham sebagai Khalilu’llah – sahabat Allah;
    Musa sebagai Kalimu’llah – ramah dengan Allah;
    Muhammad sebagai Rasulu’llah – utusan dari Allah;
    Tetapi hanya Yesus sebagai Ruhu’llah – Roh Allah.
    Bapa, Putera dan Ibu,”, yang berlawanan dengan konsep “Bapa, Putera dan Roh Kudus” yang diberikan oleh Yesus dalam Matius 28:19.
    Surah 5:116
    Surah 3:49, (cf 5:113)
    Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israel (yang berkata kepada mereka) “Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mujizat) dari Tuhanmu yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung, kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orangbuta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit kusta: dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah ; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman.”
    Mujizat No.1: Yesus Kristus menciptakan burung yang hidup dari tanah liat
    Mujizat No.2: Yesus Kristus menyembuhkan orang yang buta sejak lahir
    Mujizat No.3: Yesus Kristus menyembuhkan orang yang sakit kusta
    Mujizat No.4: Yesus Kristus menghidupkan orang mati
    Apakah Yesus Adalah Tuhan?
    Sebagaimana yang telah kita lihat dalam bagian sebelumnya, gelar-gelar dan mujizat-mujizat Yesus yang dinyatakan dalam Qur’an mendukung klaim Alkitab bahwa Yesus adalah Tuhan (Roma 9:5, 1 Yohanes 5:20). Bilamana pembaca masih ragu, kami akan melanjutkan dengan memeriksa bukti dari klaim ini dengan lebih teliti.
    Hanya Tuhan Yang Dapat Menciptakan
    Surah 10:34
    Katakanlah: “Apakah di antara sekutu-sekutumu ada yang dapat memulai penciptaan makhluk, kemudian mengulanginya (menghidupkannya) kembali?” katakanlah: “Allah-lah yang memulai penciptaan makhluk, kemudian mengulanginya (menghidupkannya) kembali; maka bagaimanakah kamu dipalingkan (kepada menyembah yang selain Allah)?”
    Ayat di atas dari Qur’an mengindikasikan bahwa tuhan-tuhan palsu tidak dapat menciptakan. Kemampuan untuk menciptakan adalah melekat pada Allah saja. Dalam Qur’an, tindakan penciptaan -khalq tidak pernah dilekatkan pada makhluk lain atau para sesuatu yang lain, selain Allah.
    Surah 13:16
    Katakanlah: “Siapakah Tuhan langit dan bumi?”Jawabnya: “Allah”. Katakanlah: “Maka patutkah kamu mengambil pelindung-pelindungmu dari selain Allah, padahal mereka tidak menguasai kemanfaatan dan tidak (pula) kemudaratan bagi diri mereka sendiri?” Katakanlah: “Adakah sama orang buta dan yang dapat melihat, atau samakah gelap gulita dan terang benderang; apakah mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah yang dapat menciptakan seperti ciptaan-Nya sehingga kedua ciptaan itu serupa menurut pandangan mereka?” Katakanlah: “Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.”
    Surah 31:11
    Inilah ciptaan Allah, maka perlihatkanlah olehmu kepadaku apa yang telah diciptakan oleh sembahan-sembahan(mu) selain Allah?
    Umat Muslim menemui kesulitan dan mustahil untuk menerima ketuhanan Yesus Kristus sebagaimana yang Alkitab nyatakan. Hal ini dikarenakan, keunggulan tersebut berlawanan dengan Qur’an yang tidak dengan spesifik menyatakan ketuhanan dari Kristus. Lebih lanjut, Qur’an mengutuk berhubungan dengan sekutu-sekutu atau makhluk lain atau sesuatu, dan menganggapnya Tuhan sebagai “Shirik”, dimana hal itu dianggap sebagai dosa terbesar di dalam Islam.
    Sekalipun demikian, ketika kita memeriksa Qur’an dengan kritis dan dengan pikiran terbuka, kita dapat melihat bahwa Qur’an pun menyatakan ketuhanan Yesus. Walau demikian, benar untuk mengatakan bahwa kebenaran tersebut pada bagian-bagian yang lain ditolak.
    Mari kita melakukan studi lebih lanjut dari mujizat yang dinyatakan dalam Qur’an (Surah 3:49; 5:113 –lihat halaman 115) ketika Yesus menciptakan burung-burung.
    Ini adalah mujizat yang tidak pernah dilakukan/diperlihatkan oleh para nabi Allah sebelumnya. Daripada mempertimbangkan lebih jauh mujizat ini, banyak orang telah menjelaskan dengan mengatakan bahwa Allah-lah yang memberi Yesus pertolongan untuk melakukannya. Walau demikan, tetap ada pertanyaan, mengapa diberikan kepada Yesus dan tidak pada nabi lainnya?
    Kita akan datang untuk memahami keunikan mujizat ini lebih baik dengan mengingatkan diri kita sendiri bahwa dosa terbesar dalam Islam adalah “Shirik”. Karena Qur’an (Surah 112:4) menekankan bahwa …tidak ada seorangpun yang seperti Dia. Kita masih perlu mengingatkan diri kita bahwa Qur’an yang sama menggambarkan Yesus sebagai Roh dari Allah (Ruh-mina-llah) dan Allah mengatakan Yesus sebagai bagian “dari Roh Kami”(lihat halaman 110-111).
    Kita tidak dapat menghindari pertanyaan: Apakah ini Roh Tuhan? Mohon menjawab dengan tegas! Sebagaimana yang telah kita lihat, dari semua para nabi, Allah hanya melihat Yesus Kristus sebagai Ruhu’llah – “Roh dari Allah.” Apakah anda tidak dapat melihat keunggulan Yesus? Karena Yesus adalah “Roh dari Allah” kita tidak perlu terkejut atau merasa tidak nyaman jika dia mengulangi penciptaan. Sebagaimana Qur’an tekankan, bahwa tuhan-tuhan palsu tidak mampu berkekuatan seperti itu.
    Surah 22:73
    Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalatpun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah!
    Sebagaimana telah kita, Ahmadis telah memberikan pertanyaan: “Jika Yesus sungguh telah menciptakan burung-burung mengapa hal tersebut tidak disebutkan di dalam Alkitab?” Di tempat ini mereka menolak mujizat sebagai kiasan. Secara mengejutkan, orang-orang yang sama menyokong fakta bahwa mujizat tersebut akan menguatkan keunggulan Yesus melebihi para nabi lainnya. Puji Tuhan!
    Kita harus berpikir jernih dan rendah hati menerima kebenaran bahwa Yesus telah menciptakan burung-burung, suatu perbuatan yang hanya dapat dilakukan oleh Tuhan. Hal ini membuktikan ketuhanan dari Yesus Kristus yang tak terbantahkan. Fakta bahwa mujizat dari Yesus tidak disebutkan dalam Alkitab tidak dapat membatalkan ketuhanannya. Bahkan, Rasul Yohanes memberitahu kita:
    Yohanes 21:25
    Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.
    Yohanes 20:30-31
    Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini, tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahw Yesuslah Mesias, Anak Tuhan, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.
    Sungguh, bagi siapa yang rindu untuk melihat, Alkitab akan menyatakannya, bukan hanya perbuatan Yesus menciptakan burung-burung, tetapi bahwa Dia bertanggung jawab atas semua!
    Kolose 1:16
    Karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di surga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia
    Yohanes 1:1-3
    Pada mulanya adalah Firman; firman itu bersama-sama dengan Tuhan dan Firman itu adalah Tuhan. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Tuhan. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
    Apabila kita meminta bukti lebih lanjut dari ketuhanan Yesus, kita harus mengakui bahwa kematianpun tidak dapat menahannya sebagaimana dapat menahan manusia lain. Lebih jauh lagi, Qur’an menyatakan bahwa Yesus adalah suci:
    Surah19:19
    Ia (Jibril) berkata: “Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci.”
    Siapakah, selain dari Tuhan yang suci?

    Adam jatuh dalam dosa Surah 7 :23
    Nuh jatuh dalam dosa Surah 11 :47
    Musa jatuh dalam dosa Surah 28 :16
    Daud jatuh dalam dosa Surah 38 :24
    Solomo jatuh dalam dosa Surah 38 :35
    Muhammad jatuh dalam dosa Surah 48 :2
    Surah 3:45
    “Ingatlah ketika malaikat berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) dari pada-Nya, namanya Al Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah).”
    11. Sang Firman datang untuk berhadapan dengan dosa
    Yohanes 1:29
    Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: “Lihatlah Anak Domba Tuhan, yang menghapus dosa dunia.

    Setan tidak mampu menipu Yesus atau menyebabkannya berdosa.
    Matius 4:4-11
    Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Tuhan.” 5 Kemudian Iblis membawa-Nya ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Tuhan 6 lalu berkata kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Tuhan, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu.” 7 Yesus berkata kepadanya: “Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Yahweh, Tuhanmu!” 8 Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, 9 dan berkata kepada-Nya: “Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku.” 10 Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Yahweh, Tuhanmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!” 11 Lalu Iblis meninggalkan Dia, dan lihatlah, malaikat-malaikat datang melayani Yesus.”
    Yesus tetap suci dan tak berdosa
    Surah 19:19
    “Ia (Jibril) berkata: “Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci”
    Ibrani 4:15
    …Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.
    Karena Yesus tidak memiliki beban dosa, maka Dia layak untuk menolong yang lain
    Surah 35:18
    “Dan orang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain.”

      Stephan said:
      26 Oktober 2012 pukul 23:22

      Dengan hormat, saya mau kenal ingin tau lebih banyak pemikiran sdr penulis di atas posted by Angel. Bagaimana caranya? Bisa dibaca di blog mana? Terima kasih dari Stephan Manullang Seattle of USA. stephan_manulang@yahoo.com

    angel said:
    17 Oktober 2011 pukul 18:26

    Surah 35:18
    “Dan orang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain.”

      adit said:
      9 Agustus 2012 pukul 14:33

      @angel
      Kalau kmu mengatakan yesus yg bisa menciptakan burung adalah tuhan bagaimana dengan musa yg bisa membelah lauan dan menjadikan tongkatnya ular apakah dia juga TUHAN? Kalu kmu bilang bahwa yesus hanya lahir dari rahim seorang ibu tanpa bapak adalah tuhan bagaimana dengan adam yg tercipta tanpa ayah dan ibu apakah beliau juga TUHAN? Memang islampun mengakui kalau yesus/nabi isa bisa menghidupkan org mati dan menyatukan serpihan burung jadi hidup tapi tak lain itu hanyalah mukjizat dari Allah sebagaimana mukjizatNya kepada nabi2 lain. Dan mukjizat itu atas izin dan kebesaranNya. Bagi islam muhammad isra dan mijraj sampai keperjalanan mengelilingi langit suatu hal yg mustahil tapi kami mempercayai kalau itu mukjizat dariNya dan tak lantas kami menuhankan beliau. Jangan putar balikan ayat al qur’an sesuai kehendak anda seperti orang2 anda terdahulu memutar balik ayat2 injil dan taurat. Alqu’an hanya bisa ditafsirkan dgn baik oleh org2 yg berakal sehat bukan oleh anda yang mencari2 keburukan islam dan mencari2 kebenaran keyakinan anda.
      Adam sebagai Safiyu’llah – pilihan Allah;
      Nuh sebagai Nabiyu’llah – pengkhotbah Allah;
      Abraham sebagai Khalilu’llah – sahabat Allah;
      Musa sebagai Kalimu’llah – ramah dengan Allah;
      Muhammad sebagai Rasulu’llah – utusan dari Allah;
      Tetapi hanya Yesus sebagai Ruhu’llah – Roh Allah.
      Itukan menurut andan menurut versi agama anda yg telah dirubah2 oleh paus bukan meneurut kami.
      Sebenarnya masih banyak bukti yg membuktikan bahwa yesus itu bukan tuhan dan membuktikan muhamma itu utusan Allah tpi saya tidak cukup ruang disini menjabarkanya, harapan saya hanya satu supaya Allah memberikan hidayahNya kepada anda sehingga anda selamat dunia dan akhirat begiu juga dengan saya dan seluruh umat manusia amin

      Hamba Allah said:
      9 Februari 2014 pukul 14:05

      Muhammad SAW. adalah ma’sum…yang artinya Ia satu2nya manusia di dunia ini yang terbebas dari perbuatan salah dan dosa…jadi siapa yang berani mengatakan kalau Rosululloh pernah jatuh dalam dosa..berarti ia belum mengenal rosululloh SAW… dan perlu belajar tentang sejarah Rosululloh SAW…kalau mengklaim Tuhan hanya mengandalkan pada Jesus bisa menghidupkan orang mati dan meniupkan ruh kedalam tanah liat sehingga bisa menjadi burung,…tidak perlu Rosululloh SAW, Syaich Abdul Kodir Al Jaelani pun (yang hidupnya jauh setelah jaman Rosululloh ) bisa membangkitkan orang yang sudah mati dari alam kuburnya menjadi hidup lagi, dan beliau bisa memberikan gambaran kehidupan setelah mati bagi kaum muslim dan kaum kafir sehingga sang pendeta pun bertaubat dan masuk Islam…apalagi Rosululloh SAW… jauh jauh dan jauh lebih sempurna dan lebih banyak lagi daripada Syech Abdul Kodir Al Jailani…apalagi Jesus Kristus

    angel said:
    17 Oktober 2011 pukul 18:26

    Adam jatuh dalam dosa Surah 7 :23
    Nuh jatuh dalam dosa Surah 11 :47
    Musa jatuh dalam dosa Surah 28 :16
    Daud jatuh dalam dosa Surah 38 :24
    Solomo jatuh dalam dosa Surah 38 :35
    Muhammad jatuh dalam dosa Surah 48 :2

    angel said:
    17 Oktober 2011 pukul 18:31

    Menisbatkan Muhamad sebagai nabi yang dinubuatkan menurut Ulangan 18:17-22 adalah kekeliruan besar.
    Alasan saya adalah sbb: Pertama, frasa “wayomer YHWH elay” bermakna, “Dan YHWH (Yahweh)
    berfirman kepadaku (Moshe)…Moshe menerima nubuatan mengenai nabi yang akan datang dari Tuhan yang
    bernama YHWH atau Yahweh. Apakah Muhamad bertuhankan YHWH (Yahweh)? Tidak! Muhamad
    bertuhankan Allah sebagaimana dikatakan dalam Qs 112 (Al Ikhlas) 1 sbb: “Katakanlah: “Dia-lah Allah,
    Yang Maha Esa”. Maka dari ujian SIAPA YANG MENYAMPAIKAN FIRMAN kepada Moshe, gugurlah
    keyakinan bahwa ayat ini ditujukan pada Muhamad. Kedua, bukti-bukti yang Anda ajukan mengenai
    kesamaan antara Moshe dan Muhamad terlalu umum sebagaimana sering dikemukakan kritikus Islam sbb:
    • Musa dilahirkan mempunyai ibu dan bapa. Muhammad juga dilahirkan seperti Musa, mempunyai ibu
    dan bapa. Ini tidak seperti Isa Al-Masih yang dilahirkan hanya mempunyai ibu dan tanpa bapa.
    • Ketika Musa beranjak dewasa, dia menikah. Muhammad juga menikah, dan ini bertentangan dengan
    Isa yang tidak pernah menikah.
    • Musa mempunyai anak lelaki, dan Muhammad juga mempunyai banyak anak. Tetapi Isa tidak
    mempunyai keturunan karena Dia tidak pernah menikah.
    11
    • Musa meninggal pada umur yang lanjut dan dikuburkan dan ini terjadi juga pada Muhammad. Tetapi
    Isa tidak meninggal, Dia telah diangkat ke Syurga dan tidak dikuburkan
    Jika kesamaan umum seperti itu diajukan sebagai bukti, bukan hanya Muhamad melainkan nabi-nabi dari
    golongan Bangsa Yahudi pun memiliki kesamaan seperti itu. Anda harus memperhatikan keunikan sbb:
    • Semasa jaman kanak-kanak, Moshe terancam pembunuhan oleh Phar’o (Fir’aun), seperti juga
    Yahshua pada masa kanak-kanaknya juga terancam untuk dibunuh oleh Herodes. Tidak semua orang
    yang dilahirkan menghadapi ancaman pembunuhan pada saat yang masih kanak-kanak.
    • Sewaktu kelahiran Moshe Fir’aun sangat marah dan mengarahkan semua budak-budak lelaki yang
    berusia dua tahun ke bawah harus dibunuh. Ketika Yahshua dilahirkan Herodes juga sangat marah
    dan mengarahkan agar budak lelaki di bawah umur dua tahun dibunuh. Di dalam dunia ini hanya dua
    peribadi ini saja yang menghadapi pengalaman ancaman pembunuhan ketika masih kanak-kanak.
    (edit)
    • Semasa jaman kanak-kanaknya, Moshe dijaga oleh anak perempuan Fir’aun. Dan semasa kecil
    Yahshua dijaga oleh Yusuf yaitu bapa angkatnya. Tidak semua anak di dunia ini dipelihara oleh
    orang yang dipilih oleh Tuhan semasa jaman kanak-kanaknya ketika dia menghadapi ancaman.
    • Semasa jaman kanak-kanaknya juga, Moshe tinggal jauh dari rumahnya di Mesir. Ini terjadi sama
    dengan Yahshua yang hidup di dalam buangan di Mesir. Tidak semua kanak-kanak semasa kecil
    hidup jauh dari negerinya, seperti Mesir.
    • Ketika Moshe telah menjadi utusan Tuhan, dia menerima kuasa dari Tuhan untuk melakukan
    mukjizat, seperti juga Yahshua yang menerima kuasa sebagai Firman yang hidup, dan menerima
    kuasa untuk melakukan mukjizat seperti menyembuhkan orang sakit dan membangunkan orang yang
    telah mati.
    • Moshe membebaskan kaumnya yang dipaksa untuk terus menjadi budak, tetapi Yahshua
    membebaskan orangnya dari cengkaman dosa dan maut.

    putra said:
    30 November 2011 pukul 13:48

    Ajaran agama kristen itu banyak bohongnya bahkan demi agama mereka rela berbohong, sungguh sangat mnyedihkan dan sangat ironis agama dibangun dengan kebohongan dan tipuan belaka. Di dalam islam dilarang berbohong demi alasan apapun. tapi lain halnya dengan kristen asal orang murtad ( mau masuk kristen )mereka rela bebohong. Coba aja lihat adegan-adegan penyembuhan yang dilakukan kaum kristen yang semua itu hanya trik-trik belaka, sedangkan yang bersangkutan tetap aja tidak sembuh.

      hehe said:
      6 Desember 2011 pukul 17:05

      banyak bohongnya?
      anda bisa menjelaskan Mukjijat Santo santa ?
      anda akan mengerti, jika tanpa Mukjijat Ilahi tidak akan seperti itu.. saya sj yang nasrani hampir2 tidak mengerti apalagi anda…
      bertobat ya sayang.. Tuhan yang telah turun dalam diri Yesus mengasihi engkau..

        mr.x said:
        24 Desember 2011 pukul 23:45

        Sesungguhnya tuhan itu adalah yang menciptakan langit dan bumi, alam semesta beserta isinya, yang menciptakan manusia dari segumpal darah, jadi yang menciptakan yesus itu apakah dirinya sendiri? dan apakah bisa yesus menciptakan alam semesta………………………………
        QS. Al-Ikhlas 1-4
        – Katakanlah Allah itu Esa(satu)
        – Allah tempat bergantung ( semua mahluk)
        – Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan
        – Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan-Nya

    putra said:
    30 November 2011 pukul 13:56

    Lihat aja Gusdur yang dido’akan puluhan pendeta agar sembuh dari butanya tapi tetap aja sampai akhir hayatnya buta, apa ini yang namanya kebenaran yang hakiki. Islam tidak pernah mengajarkan kebohongan apapun alsannya. Allahu Akbar…Allahu Akbar…

      Dia mengasihiku said:
      6 Desember 2011 pukul 17:18

      sayang…
      kalau gak sembuh berarti belum menjadi kehendak Tuhan..
      kami diajarkan (meski saya akui tak semua mampu memahami) untuk menerima kehendak Allah dalam untung dan malang..
      dalam untung Tuhan mengasihi
      dalam malang pun Tuhan mengasihi..
      Apakah manusia hanya menilai kasih Tuhan dari untung malang yang dialaminya…
      jangan dong… bahkan dalam penderitaan terpedih pun saya tetap bisa tersenyum & bahagia karena saya mengenal Allah yang penuh kasih dalam diri Yesus…
      saya yakin anda semua tetap mengolok-ngolok saya… ya memang orang kristen itu bisa dikatakan sinting karena meyakini kebenaran yang ‘tak masuk akal’ – tp bukankah Tuhan ‘yang dipahami’ bukanlah Tuhan Yang sebenarnya – bukan Tuhan yang rencanaNya tak terperi…

      segala jawaban kalian saya kembalikan & persembahkan pada Tuhan yang Pengasih & Mulia, karena saya tidak dapat mengubah hati & pendirian anda semua… saya juga tidak memaksa anda memeluk agama saya, namun percayalah kepada Allah Yang Maha Kasih yang rela menderita hebat untukmu & untukku..
      yang bisa mengubah hati manusia adalah Allah sendiri yang kepada manusia itu Tuhan sendiri berkenan..

      terima kasih. Tuhan mengasihi anda semua. Salam Sayang & persaudaraan.. Tuhan mengasihi saudara.

    putra said:
    30 November 2011 pukul 14:01

    Mari kita Lihat Sejarah

    Tinjauan Historis: Yesus Kristus dilantik menjadi Tuhan
    Dalam catatan sejarah Agama Kristen, Yesus Kristus mulai ‘dilantik’ menjadi tuhan pada tahun 325 M lewat konsili Nicea yang diprakarsai oleh Kaisar Konstantin. Maka secara historis, konsili ini sangat berpengaruh dalam sejarah Kristen. Karena pengafirmasian Yesus sebagai tuhan yang diyakini sebagai salah satu landasan akidah nasrani, bermula dari sini.

    Latar Belakang Konsili Nicea

    Pada permulaan abad III Masehi yang masih terhitung sebagai zaman Patristik terjadi kekacauan dogmatis yang merebak di kalangan umat nasrani di wilayah Mesir, Palestina dan Syiria. Kekacauan itu terjadi karena munculnya ajaran Arianisme yang dipelopori oleh salah seorang pendeta Prebister (imam kecil) bernama Arius dari Alexandria.

    Arius sang pioner itu mempropagandakan suatu ‘doktrin menyimpang’ menyangkut eksistensi Yesus yang cukup merisaukan gereja. Dikatakan dalam doktrin tersebut bahwa Yesus hanyalah seorang manusia biasa bukan sosok Tuhan sebagaimana doktrin gereja selama ini. Yesus tercipta dari tidak ada, dari ‘benih’ Tuhan, maka tidak layak disembah setara dengan Tuhan Dia mencoba menerangkan ajaran Kristen yang dapat dimengerti oleh kaum Platonis dengan ide bahwa Tuhan Yang Maha Tinggi hanya satu. Dia berkata : ‘Tuhan bersifat unik yang tidak memperanakkan, satu-satunya yang abadi, satu-satunya yang bijak, satu-satunya yang berkuasa, jadi apabila Yesus diperanakkan oleh manusia dan tumbuh berkembang layaknya manusia biasa, maka gelar Tuhan tak layak lagi untuk disandang. Oleh karena itu Yesus masuk dalam kategori tataran makhluk biasa’. Lanjutnya, kalaupun kitab Injil menyebutnya sebagai anak Tuhan maka hendaknya kalimat tersebut tidak boleh diartikan secara denotative tapi konotatif yang berarti: Pengangkatan Isa pada status Ilahiyah saja, bukan esensi Tuhan itu sendiri. Meskipun begitu, Kristus tetap merupakan makhluk yang tertinggi diantara semua makhluk Tuhan.

    Hembusan ajaran Arianisme awalnya tidak begitu dihiraukan oleh pihak gereja karena mereka mengira doktrin itu tidak akan berpengaruh kuat pada kelangsungan keagamaan mereka. Namun sayangnya kenyataan berbicara lain. Arus Arianisme berjalan begitu pesat seiring waktu dengan diwarnai berbagai kerusuhan . Pihak gereja pun menyadari bahayanya ajaran tersebut karena propaganda Arius menyangkut hakikat eksistensi Tuhan. Suatu masalah vital bukan sekedar warna-warni teoritik dogmatis belaka.

    Mereka pun berupaya mencari solusi penyelesaian polemik dogmatis yang kian meruncing. Kaisar Konstantin yang hidup di masa itu mencoba menengahi perdebatan yang meretakkan gereja yang akan berakibat pula pada pecahnya romawi atas wewenang kaisar dihimpunlah para uskup dari seluruh gereja guna mendefinisikan keimanan ketuhanan nasrani yang sesuai dengan Injil. Maka diadakanlah suatu sinode/pertemuan/konsili pada tahun 325 M di Nicea dekat Maskar kekaisaran di wilayah Nicomedia (dekat Istambul Turki).

    Pelaksanaan Konsili Nicea 325 M

    Konsili ini dibuka pertama kali pada tanggal 20 Mei tahun 325 M. Konsili ini berlangsung sekitar dua bulan lamanya.

    Sekedar catatan, turun tangannya kaisar Konstantin sendiri dalam urusan keagamaan pada sinode ini mengisyaratkan adanya kontrol kekaisaran atas gereja. Konstantin sendiri sebenarnya bukanlah orang Kristiani. Saat itu dia masih menganut kepercayaan Paganisme, penyembah Dewa Matahari sehingga beberapa literature sejarah menyebut sinode ini dengan ‘Political Theology’ konsili ini menghadirkan 318 Uskup dari seluruh gereja . Gereja timur mendominasi dalam pertemuan. Barisan terpenting dari undangan itu adalah Arius dengan para pengikutnya dan uskup Aleksander (Alexandria-ed) bernama Athanasius yang terkenal paling gigih melawan ajaran-ajaran Arianisme.

    Banyak sekali agenda Nicea yang dibahas saat itu, diantaranya yang terpenting adalah:
    – Permasalah Arianisme.
    – Perayaan Paskah6 Nasrani.
    – Pembabtisan orang-orang sesat.

    Dari ketiga agenda itu yang dinilai paling substansial adalah permasalahan Arianisme.

    Hasil-hasil rumusan Nicea diantaranya:

    Pengakuan resmi inkarnasi Yesus berasal dari satu esensi tuhan bapa atau yang dikenal dengan ‘Samenes of Essence homoousion’. Kredo ‘homoousion’ ini sebenarnya adalah ide pribadi dari kaisar Konstantine sendiri karena dia terlalu gusar melihat perdebatan diantara para uskup yang berkepanjangan. Konstantine mengajukan ide itu untuk menengahi perdebatan yang ada dan sedikit memaksa semua uskup yang menghadiri pertemuan ini untuk menandatangani persetujuan Kredo homoousion .

    Karena sangat segan terhadap raja dan takut dengan ancaman pedang kaisar akhirnya para uskup menandatanganinya meskipun dengan berat hati kecuali 2 uskup saja diantaranya adalah Arius dan Athanasius (Alexandria-ed).

    Arius juga diusir dari gereja, dan ajaran Arianisme divonis sebagai ajaran Hereys atau ‘bid’ah’ Arius dikutuk dan diusir dari gereja dengan beberapa uskup yang turut membelanya diantaranya Theonas dari Ptolemais (Libya) dan Secundus dari mamarica. Ada juga pendeta yang turut diusir lantaran enggan mengutuk Arius namun turut menandatangani persetujuan Kredo ‘Homoousin’ yaitu Eusebius7 dari Nikomedia. Buku berjudul ‘Thalia’ yang memuat semua konsep pemikirannya dikumpulkan dan dibakar habis. Pendiskreditan terhadap Arius dan pengikutnya tidak membuat gerakan tersebut lantas padam, justru intimidasi dari pihak gereja mendorong pengikut Arianisme untuk terus melawan gereja. Arianisme terus bertahan selama 300 tahun lamanya. Ajaran ini sempat menyebar di sejumlah suku Germanik di Eropa barat khususnya suku-suku Goth dan Longbord. Pengakuan inkarnasi Yesus ini melahirkan ‘kredoo keimanan Nicea’ 8 yang berbunyi:

    “Kami beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tuhan Bapa yang maha kuasa. Pencipta segala sesuatu yang dapat dilihat dan yang tidak dapat dilihat. Dan kepada satu tuhan Yesus kristus, anak Allah. Satu-satunya anak tuhan Bapa. Yang berasal dari substansi (Oesia) Tuhan Bapa. Tuhan dari Tuhan , Cahaya dari Cahaya. Tuhan sejati dari Tuhan sejati. Diperkenankan, tidak diciptakan. Dari satu substansi (Homoousin) dengan Tuhan Bapa. Yang melaluinya segala sesuatu diciptakan segala yang di langit dan di bumi. Yang menderita demi keselamatan kita, turun dijadikan manusia. Yang menderita, bangkit kembali pada hari ke-tiga, naik ke langit. Dan akan datang untuk menjadi Hakim bagi yang hidup dan yang mati. Dan kami beriman kepada Roh Kudus.”

    Penetapan hari Paskah Kristen ditetapkan pada minggu pertama setelah bulan purnama pada musim semi, antara bulan maret sampai april.

    Selain itu juga ditetapkan perumusan 20 hukum baru gereja. Rumusan-rumusan hukum gereja ini disebut dengan ‘20 konun gereja’ suatu rumusan hukum yang bersifat relative, salah satu diantaranya adalah: pernyataan bahwa pembabtisan yang dilakukan oleh para penyesat (Arianisme) tidak sah. Penetapan lambang dewa matahari Sol invictus yang berupa sinar bersilang sebagai lambang nasrani dan hari minggu dijadikan sebagai hari agama.

    Konsili Nicea berakhir pada 25 Juli 325 M bertepatan dengan ulang tahun kaisar yang ke 25. Dalam pidato penutupannya Kaisar menyatakan kebenciannya yang mendalam akan pertikaian theology dogmatis.

    Perlu digarisbawahi bahwa pada sinode ini Ruhul kudus belum diakui secara resmi sebagai salah satu oknum trinitas, hanya sebatas diakui keberadaanya saja. ‘Ketuhanan’ Ruh kudus baru diakui pada konsili Konstantinopel (Constantin Council) pada tahun 318 M yang diprakarsai oleh Macedonius dan Teodonius yang menjadi kaisar pada saat itu. Pada saat itulah untuk pertama kalinya rumusan tri tunggal nasrani terangkum jelas meski tidak semua kalangan nasrani menerimanya.

    Kontradiktif Keimanan Injil

    Pengakuan ketuhanan yesus jelas bertentangan dengan agama Islam, Al-Qur’an telah menerangkan pada kita pendistorsian dogmatis mereka, karena Isa/Yesus hanyalah manusia biasa layaknya Adam as. dalam penciptaannya, Allah berfirman, Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya, cukuplah Allah sebagai pemelihara.

    Prof. DR. Syalaby dalam bukunya “Muqoronah Al-Adyan” mengatakan: “Dasar pengakuan inkarnasi Yesus itu dipengaruhi oleh ajaran mitologi Yunani dan ajaran kuno lainnya yang menganut konsep trinitas”, namun argument ini ditentang oleh umat nasrani. Mereka berdalih bahwa inkarnasi itu sesuai dengan yang tertera dalam kitab injil mereka. Bunyi ayat-ayat injil itu diantaranya :

    Inilah anakku yang Kukasihi, padaNya Ku berkenan (Matius. 3:17)

    kepala rahib bertanya pada Yesus: Apakah engkau Al-Masih Putra Allah? Yesus menjawab, Ya, akulah orangnya. Maka ia akan menjadi besar, dan ia akan dikatakan Anak Allah Yang Maha Tinggi, maka Allah Tuhan kita akan mengaruniakan padanya, tahta Daud nenek moyangnya itu. (Lukas. 1:32)

    Dan masih banyak lagi ayat-ayat Injil, yang menyebut Yesus sebagai “Putra Allah”, tetapi terdapat pula beberapa ayat Injil yang menyebutkan Yesus sebagai anak manusia dan sekedar utusan Tuhan saja. Berikut ayat-ayat Injil yang dimaksud :

    Yesus anak manusia: seorang pun tiada naik ke surga, kecuali ia (Yesus) yang sudah turun dari surga, yaitu anak manusia. (Yohanes. 3:13)

    Yesus sebagai utusan tuhan: Inilah Yesus, seorang nabi dari Nazareth. (Matius. 12:11). Telah datang pada kita, seorang nabi yang agung. (Lukas. 16:7)

    Dari uraian diatas, jelaslah terdapat kontradiktif antara satu ayat dengan ayat yang lain, dan hal ini tidak dapat menjamin kebenaran keyakinan dogmatis mereka.

    Disamping itu, dalam Injil sendiri terdapat ayat yang mengajarkan konsep monotheis (ketauhidan), suatu ajaran yang bertentangan dengan konsep trinitas : “Tuhan kita hanyalah satu, tiada yang Lainnya. (Markus. 12:30)

    Mengenai ayat diatas, ada baiknya kita menyimak komentar “Encylopedia Americana” mengenai konsep Trinitas : “Ajaran Tritunggal dari abad IV tidak dengan seksama mencerminkan ajaran Kristen yang mula-mula mengenal sifat Allah, sebaliknya ini adalah penyimpangan ajaran tersebut”.

    Konklusi

    Kontradiksi ayat-ayat Injil tentang ketuhanan Yesus, mematahkan argument nasrani yang menyatakan pijakan akidah Inkarnasi Yesus berdasar pada injil. justru hal ini lebih mengaju pada kepentingan politik gereja, terutama kaisar konstantine yang ambisius dalam penyatuan Romawi, sebenarnya kaisar tidak tahu menahu masalah ketuhanan, terlihat dari latar belakang akidahnya yang saat itu masih tercatat sebagai penyembah “Sol Invictus”, tapi satu hal yang sangat ia fahami adalah : bahwa perpecahan agama, hanya akan memecah belah persatuan Roma saja.

    Suatu pernyataan ironis, bahwa ternyata trinitas itu membutuhkan waktu berabad-abad dan berbagai sinode agar dapat diterima secara luas dalam susunan Kredo nasrani dengan diwarnai berbagai intimidasi bagi mereka yang enggan menerimanya. Kredo Inkarnasi Yesus tidak dirumuskan berdasarkan pada keimanan, ataupun wahyu lagi, namun tercipta demi penertiban umum atau kesepakatan bersama.

    Setelah membahas sekilas sejarah Konsili Nicea, mungkin dari kita akan terbersit suatu pertanyaan, bagaimanakah nilai timbangan keimanan kaum Aranis (pengikut Arius) dimata Islam, yang mengakui keesaan Allah dan mengingkari dogmatis trinitas nasrani sebagaimana ajaran Islam? dalam hal ini, ada baiknya kita kembali membuka kembali lembaran sejarah dimana nabi Muhammad, melihat bagaimana sabda beliau (cuplikan) beliau dalaam suratnya yang ditunjukksn kepada raja Heraklius dan Muqouqis ketika menyeru keduanya kepada agama Islam :

    أسلم تسلم فإلاّ فعليك إثم الاريسين

    “masuklah islam niscaya kamu akan selamat, jika tidak maka bagi kamu dosa kaum Aranis”

    Sebagian ahli hadist menafsirkan hadits ini bahwa kaum Aranis diibaratkan sebagai kaum yang tidak mau mengakui kebenaran, padahal mereka sebenarnya mengerti hakikat dari kebenaran tersebut.

    Warning Allah SWT buat Umat Islam

    Lebih dari 14 abad yang lalu Allah telah mewarning kita –umat Islam- akan bahayanya Yahudi dan Nasrani yang serta merta akan selalu berkoalisi menghancurkan Islam sampai umat Islam mengikuti jalan mereka. Banyak cara yang mereka lakukan untuk mengacaukan Islam, baik dengan cara invansi ke negara-negara Islam untuk memecah belah kekuatan Islam, atau melakukan kristenisasi dan pengiriman misionaris ke wilayah-wilayah Islam dan cara lain yang ditempuh dengan membentuk kaum orientalis, yang mempelajari, mendalami dan menganalisa “timur” (baca : Islam) secara grounding yang kemudian mempresentasikannya dengan sangat negatif. Mereka sengaja mendistorsi dan memanipulasi fakta historis untuk mendiskreditkan Islam, namun kita juga tidak memungkiri adanya sebagian kecil (dan amat sedikit) dari mereka yang menganalisa diskursus yang ada secara obyektif seperti halnya Karen Amstrong.

    Salah satu distorsi sejarah yang mereka lakukan adalah adanya “agitasi” dari sebagian orientalis barat yang menyatakan bahwa ajaran Islam bukanlah warisan ajaran nabi Ibrahim sebagaimana ajaran 2 agama pendahulunya yaitu Yahudi dan Nasrani, suatu pernyataan yang absurd dan agresif karena dalam kacamata historis secara analitas, dari ketiga umat besar tersebut teridentifikasi adanya kesamaan genetis dan bahasa karena ketiganya sama-sama keturunan bangsa Semit (dinisbatkan pada Sam bin Nuh) yang secara geografis terletak di daratan arab kuno. Nabi Ibrahim sebagai “ayah dari tiga peradaban besar” disebut di dalam Taurat, berasal dari kabilah Arab yang berimigrasi (hijrah) ke tanah Kan’an atau Palestina, dengan menyeberangi sungai Eufrat dan sungai-sungai lain. Hijrah nabi Ibrahim ke tanah Kan’an bukan tanpa sebab, jejak dakwahnya panjang dan berliku. Setelah lama hidup nomaden untuk mangajarkan ajaran tauhid sampailah nabi Ibrahim pada wilayah Haran (termasuk Irak saat ini) namun beliau tidak menetap lama karena kurang baiknya sambutan penduduk tersebut atas ajaran nabi Ibrahim pada akhirnya beliau memutuskan hijrah ke arah selatan menuju tanah Kan’an Ini dijelaskan Allah dalam firmannya “Kami selamatkan Ibrahim dan Luth ke sebuah negeri yangtelah kami berkahi untuk sekalian manusia”. Sepertinya Allah menjadikan fase hijrah sebagai fase yang harus dilalui oleh para rasul.

    Kaum Yahudi dan Nasrani cenderung “memotong sejarah” demi kepentingan pribadi dengan mengklaim dakwah tauhid nabi Ibrahim hanya berhenti sampai Kan’an padahal arkeolog menemukanbukti akurat adanya napak tilas nabi Ibrahim sampai ketanah hijaz dengan di temukannya batu bekas pijakan nabi Ibrahim ketika membangun ka’bah di mekah, bahkan nabi Daud dalam Al-kitab menyebutkan kata “Bkka” , dan kata tersebut dipakai juga dalam Al-qur’an sebagai nama lain dari Makkah.dengan demikian koneksasi antara islam dengan ajaran Ibrahim as. Tidak terbantahkan dengan bukti faktual yang ada dan keduanya sama-sama mengumandangkan ketauhidan.

    Prilaku menyimpang Yahudi dan Nashrani yang lain dalam memanipulasi sejarah, terlihat dari catatan bibel yang memalsukan salah satu tokoh penting pengorbanan, dengan menyatakan putra Ibrahim yang dijadikan kurban pada Allah SWT sebagai bukti keteguhan imannya adalah nabi Ishaq dan bukan nabi Ibrahim. Pengalihan nama dalam momen tersebut menunjukan indikasi kebencian terhadap Islam. Mereka tidak ingin ” keistimewaan” ini dilimpahkan pada nabi Isma’il kerena mereka mengetahui nabi Isma’il adalah leluhur nenek moyang bangsa arab yang muncul dari dalamnya peradaban Islam dan terlahir dari garis keturunannya nabi Muhammad SAW sebagai nabi terakhir, mereka lebih suka menganti kedudukan nabi Isma;il dengan nabi Ishaq karena beliau adlah leluhur bangsa bani Isra’il. Namun Allah SWT menguak tabir kebohongan yang ada dengan meluruskan sejarah yang ada tentang siapa sebenarnya yang menjadi kurban semblihan pada peristiwa agung tersebut. Maha benar Allah AWT atas segala firman-Nya pada surat Al-Ma’idah ayat:13 “mereka merubah perkataan Allah SWT, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya”

    14 abad yang lalu Allah telah mewarning kaum muslimin agar selalu waspada terhadap propaganda tersebut. “Wahai kaum muda isilah otak mu dengan pengetahuan agama sehingga kau dapat mengerti begitu dahsyatnya perbenturan agama samawi di bumi fana ini” (kutip syair Husein al Baqri).

    Toleransi umat beragama boleh saja tetapi persoalan aqidah TIDAK ADA TOLAK-ANSUR WALAU SE-PADI.

      Stephan said:
      26 Oktober 2012 pukul 23:29

      Sdr Putra yang kekasih, saya tertarik atas uraian sdr, saya ingin kenal dengan tulisan sdr yang lain bagaimana caranya? Mohon saran atau hubungi saya: stephan_manulang@yahoo.com

      Stephan Manullang
      Seattle of USA

    Laskar Jundullah said:
    8 Desember 2011 pukul 04:22

    “Agamaku agamaku, agamamu agamamu”

    Kenapa orang-orang non-Islam ikut dalam diskusi disini? Disini bukan tempat kalian, lebih baik berdiskusi di blog-blog Kristiani atau forum-forum Yesus bersama sesama non-Islam.

    Tulisan ini membahas tentang Hajjah Irena dan Syafi’i Ma’arif, dan dua-duanya Islam. Dan yg dibicarakan pun ayat di Al-Quran, yg tidak ada hubungannya dgn orang non-Islam, krn kalian mempunya Kitab Suci sendiri, kan? Jadi menurut saya tidak ada kepentingan bagi umat agama lain untuk turut serta didalam diskusi disini, selain hanya menimbulkan kekacauan dan flame-war antar-agama yg tidak berguna.

    As-sallamu’alaykum.

      Dia mengasihiku&mu said:
      8 Desember 2011 pukul 09:19

      mm.. segala sesuatu yang sudah muncul ke publik apalagi lewat dunia maya tidak dapat dihindari & dijauhkan dari berbagai tanggapan publik apapun latar belakangnya – itu sudah hukum alam.. kecuali jika ini forum tertutup.. hehe..
      di forum tentang Yesus & blog kristiani banyak juga saudara non kristiani yang memberi tanggapan.. itu juga tak bisa dihindari..
      Atau begini saya bisa memberi sedikit contoh penyelesaian, bung admin bisa terlebih dulu menyaring komen yang masuk, jd tidak langsung tiap orang yang memberi komen bisa langsung menampilkan komen setelah ybs menekan ‘kirim komentar’ karena diri kita sendiri pun kadang tidak bisa menahan untuk menyampaikan uneg2 entah itu nyambung / ga nyambung, bermutu / tak bermutu (itulah sifat dasar manusia tidak pernah berhenti berpikir, reaksional & enggan untuk hening/mendengarkan dulu (termasuk saya) – jika diri ini ingin ‘dipakai’ untuk tujuan yg lebih baik jangan hanya melatih pikiran atau otak kita dengan segala macam ilmu agar jangan otak atau pikiran saja yang mengendalikan diri ini (akibatnya memunculkan: para koruptor, para fanatis, dsb), namun kita latih juga kepekaan & suara hati kita karena setiap manusia sebenarnya memiliki kodrat & panggilan untuk semakin memiliki jiwa yang bening & konsisten agar dapat menilai ‘apa yang tak tampak dari segala yang nampak’ karena : ‘Yang Hakiki selalu Nampak dari Hati’, itulah salah satu maksud Allah ketika menciptakan manusia- kodrat manusia sejak awal Allah ingin menciptakan (untuk saling tolong menolong & melengkapi).. agar manusia juga tidak hanya berkutat dalam sesuatu yg sifatnya wacana (pikiran) namun juga bertindak – melakukan suatu kebaikan bagi diri sendiri & orang di sekitarnya khusunya untuk menolong mereka yang lemah, miskin, tersingkir, difabel (& itu bisa jadi diri kita sendiri – karena kita tinggal di dunia yang kurang kasih) menolong mereka di belahan manapun dunia tanpa memandang suku, ras, agama, budaya.. itulah hakekat Kasih yang sesungguhnya karena Allah adalah Kasih (tanpa embel-embel agama apapun))

      jadi dengan cara yang saya sampaikan di atas misalnya, kita semua juga bisa menghindarkan diri dari komen2 atau perdebatan yang tidak perlu sekaligus menunjukkan bahwa forum ini serius & betul2 memiliki ‘good will’ untuk kebaikan & pertumbuhan iman umat anda sendiri…

      maaf ya sebelumnya…
      salam damai ..

        crack said:
        3 Juli 2012 pukul 19:22

        I LIKE YOUR COMMENT ………Tuhan yesus memberkati …………Ingat…ingat…ingat…..orang kristen tidak boleh mencela orang lain ….karna yesus mengajarkan demikian …….amin

        Mantap said:
        21 Juli 2012 pukul 23:52

        Sayangnya bung Gunawan sebagai admin tidak berbuat apa2….

        Stephan said:
        27 Oktober 2012 pukul 00:17

        Sdr-ku, saya sangat setuju dengan ide yang seperti penulis di atas itu. Saya ada saran: bagimana kalau orang Kristen yang ingin memberi komentar; mengemukakan iman percayanya hanya dengan mengutip ayat demi ayat dalam firman Tuhan yang diyakini benar-benar lalu disampaikan ke forum. Namun demikian saya sangat berterima kasih juga buat tulisan sdr Angel, tetapi harus dengan sangat hati-hati dan bijaksana agar tidak memojokkan pihak agama manapun dan jangan membuat perdebatan ayat2 dari Alkitab melawan ayat2 dari kitab suci yang beragama lain.

        Saya sangat yakin, Tuhan tidak bisa diprovokasi dengan cara apapun agar memihak kepada golongan tertentu. Terkadang saya bingung melihatnya cara-cara kita mengemukakan pendapat yang asal-asalan terkesan agak vulgar dan kasar seperti di medan perang gerilla. Keaslian kepribadian seseorang terlihat jelas dari cara ia bicara atau menulis dalam mengemukakan pendapat. Bagaimanapun Puji Tuhan, Ia mahabijaksana melihat prilaku manusia ciptaan-Nya dan yang pasti Tuhan tidak akan pernah salah tingkah dan terpengaruh oleh ulah manusia.

        Terbukti dosa di Taman Eden antara Adam, Hawa dan Lucifer (si ular t ua) di mana mereka saling menyalahkan atas pelanggaran hukum Allah yang pertama. Prilaku “saling menyalahkan” itu terus bergulir sampai sekarang seperti bola salju tanpa henti. Kapan kita mampu menyatakan dengan jujur bahwa kita bersalah atau berdosa? Kebenaran tidak pernah jadi benar karena dibenar-benarkan dan dosa tidak pernah pupus karena dilupakan dan menggantinya dengan kegiatan2 agama. Apakah agama Kristen jadi benar hanya dengan angkuh menyebut-nyebut “kelemahan” agama orang lain? Adam dan Hawa berusaha membela diri dengan berbagai alasan, tetapi hukuman Allah jalan terus atas mereka, yaitu mereka terusir keluar dari Taman Eden. Apakah arti sebuah DOSA? Aartinya ialah ketidak percayaan kepada firman Tuhan, seperti cara berpikir Hawa yang tidak percaya kepada firman di Taman Eden. Ia terprovokasi oleh bujuk rayu si ular tua yang menawarkan buah karena sedap kelihatannya walau pada mulanya jelas-jelas dilarang oleh Tuhan.

        Sadarlah kita sdr2-ku Tuhan atau Allah itu masih ada dan masih punya kuasa sampai sekarang. Keberadaan Allah melebihi kepastian matahari terbit di pagi hari dan udara segar masih bisa kita hirup setiap saat. Jangan kita bertindak seperti atas nama seorang Tuhan atau Allah yang sangat lemah yang tidak berdaya. Siapa kita? Yang merusak kekristenan hanya orang kristen sendiri demikian firman Tuhan, karena anti-kris itu berasal dari orang Kristen. Saya tidak akan pernah percaya bahwa kekristenan hancur karena dihancurkan olehl agama lain. Jangan kita berpikir atau bertindak melampau batas firman yang tertulis. Tuhan mengenal setiap kepunyaan-Nya dan umat pilihan pasti yakin dan beriman kepada siapa ia percaya. stephan_manulang@yahoo.com

        Salam dari kami

        Stephanus Manullang
        Seattle of USA

        ray said:
        27 Juni 2013 pukul 02:17

        relax bro, you and I know , life is to short to waste on silly arguments… those people who have gone before us probably have the answer and we are yet to follow their foot step into the afterlife… in the mean time try to be happy with our life and faith , the reward surely await, God will probably ask us one day ‘Are you happy that I give you chances to live on earth ?’ did you make the best of it’ ‘ did you see all the creations sets before your eyes,… until then , We should regards this fairly ” Faith, Hope and Love and the greatest of these is Love” we are so precious to Him , ” look not with your nekad eyes but seeing and believing with your faith” . Let everyone practice their religion freely , let’s not condemning each other like we are not a sinner… because when the time comes , the word ” Have Mercy on Me” means eternity

    mr.x said:
    24 Desember 2011 pukul 23:16

    gelar profesor adalah gelar yang diberikan oleh manusia yang menuntut ilmu pengetahuan bukan berarti orang yang bergelar profesor itu benar semua, jaman dahulu tidak ada gelar profesor yang ada hidayah yang diberikan oleh ALLah SWT hidayah yang datang dari Allah lebih baik ketimbang gelar profesor seperti zaman sekarang ini,

    Khay OEM said:
    26 Desember 2011 pukul 10:00

    BILA seseorang terlahir di ALASKA apakah agamanya ??? Etnisnya bisa 90 % dipastikan bahwa dia ESKIMO.
    AGAMA ?????
    Dan bila kita mencermati surat Albaqarah – 62, yang diurai VERSI Bpk Syafii MA’arif dan DIKOMENTARI oleh Ibu Irena HANDONO, DIMANAKAH posesi KEAGAMAAN berdasar pada DOKTRIN atau KTI/ID ?
    Jelas “sangat kecil kemungkinannya ber KTP ISLAM, beritual dan berdoktrin islam”, begitu pula dengan KARESTEN. APALAGI YAHUDI ‘yang secara TERANG-TERANGAN hanya untuk etnis YAHUDI (yang matrilineal)”.
    Padaha PASTI dia punya HATI NURANI/DEEP HEART/DHAMIIR, tempat dimana nilai manusia dan kemanusiaan BERSINGASANA. Dan pasti dalam dulunya juga ada LUBANG HITAM NAFS, tempat bersemayamnya segala kebusukan dan kriminalitas tanpa batas (karena ibarat meminum air laut, semakin banyak semakin haus and NAGIH/KETAGIHAN./SUPER ADIKTIF.).
    Jadi “SANGAT TERGANTUNG JALAN YANG DIA PILIH”, nurani atau blackhole unlimited”.
    Permasalahan menjadi semakin diperumit, dimana dia akan hidup mengikuti DOKTRIN HABITATNYA ( dan bila dibandingkan dengan ISLAM, kemungkinan sangat-sangat jauh dari kejelasan detail dunia akherat. Srta penyikapan urusan dunia akherat. Karena ISLAM “diwahyukan dan dijaga oleh SANG MAHA. Tak percaya lahgi pada MANUSIA dan otak-atik mereka, karena sering terselip KEPENTINGAN dan KETERBATASAN).
    Hal serupa terjadi pada NASRANI dan YAHUDI.
    Dan kalau kita cermati ; diposisi manakah SESEORANG BERADA dalam strata agama-agama tersebut. BISA berdasar POSISI di agama tersebut.
    APAKAH berada dikalangan grassrooot, yang sangat tidak tahu BAGAIMANA AGAMANYA DAPAT MENCERAHKAN NURANI atau terplintir-plintir oleh ULAMANYA, sehingga bercampur baur antara KEJAHATAN yang mengatasnamakan ketuhanan dan BAGIAN PENCERAHNYA. Atau diposisi PEMUKA AGAMA yang PAKAI KACAMATA KUDA. ATAUPUN BERSTATUS FORMAL sebagai INTELEKTUAL dalam KEAGAMAAN bersangkutan.
    Jadi bagaimana PENAFSIRAN yang mencerahkan, yang membuka KEMANUSIAAN bagi MANUSIA dan MENJAUKAN DARI KRIMINALITAS PEMBUSUKAN KEMANUSIAAN dan KEMANUSIAAN serta alam semesta ?????????????

    Khay OEM said:
    26 Desember 2011 pukul 15:57

    Karena ORANG ISLAM terjebak pada MEMBACA BUKU dan CERAMAH-CERAMAH serta debat, maka disajikanlah DEBAT oleh IRENA HANDONO terhadap pendapat SAyfii MAARIF tentang “hak suga”. Apa sih HAK IRENA HANDONO untuk MEMUTUSKAN SESEORANG berhak atau TIDAK MASUK SURGA?????? EMANGNYA dia TUHAN BARU ISLAM ?????
    LEBIH BAIK MEREKA jadi KRISTEN, YAHUDi dan YANG BUKAN KEDUANYA “YANG WARAS and TIDAK KRIMINAL DISEGALA SEKTOR, alias tak jadi SQUADRON IBLIS-DAJJAL-LAKNAT ( seperti yang terjadi di barat dengan kekrestenannya saat ini dimana SEKS seperti SIKAT GIGI dimana PROSTITUSI sebagai PROFESI cari duit LENDIR)” dari pada MEREKA JADI ISLAM YANG BUSUK-KRIMINAL dan memelintir-melintir ISLAM.
    TERLALU BANYAK “SAMPAH dikalangan ISLAM, yang populer sebagai ISLAM KTP” yang harus dibersihkan, supaya cahaya KEMANUSIAAN ISLAM sebagai RAKHMAT BAGI MANUSIA dan ALAM SEMESTA tak terdindingi oleh YANG BER KTP and GAYA ISLAM

      adit said:
      9 Agustus 2012 pukul 14:54

      @khay OEM
      Tapi saya lihat disini yang islam KTP itu anda sendiri lo…
      Dasar anteng2 JIL

    iwan abdurahman said:
    4 Januari 2012 pukul 11:54

    Misal seorang dilahirkan di Bali atau di keluarga Yahudi atau di keluarga atheis atau pedalaman primitif sangat mungkin dia mengikuti spiritualitas spt lingkungannya. Demikian juga seorang bayi baru lahir masih suci dan tidak berumur panjang tentunya langsung masuk surga, bandingkan bila berumur panjang karenanya resiko berdosa lebih besar. Bagaimana menjelaskan kemahaadilan tuhan yg tidak menzolimi sedikitpun makhluknya kecuali akibat perbuatannya sendiri.

    Dalam Quran disebutkan bahwa: 1. Allah berada di arsy dan selalu menyebut diri sembahlah AKU 2. Allah Maha Segala Sesuatu meliputi di segenap sifat hidup di jagat semesta , serta mengatasnamakan KAMI untuk perbuatan yg dilakukanNYA. (melalui Asmaul HusnaNYA?) 3. Allah meniupkan ruhKU ke qolbu manusia dan karenanya menyebut diriNYA lebih dekat dari urat leher. Bagaimana menjelaskan keberadaan Allah sekaligus di ketiganya tsb? Karenanya mekanisme bekerjanya Allah yang tersirat memang begitu.

    Nabi Isa adalah bukan nabi biasa yg diturunkan dengan kalimatNYA dan ditiupkan sebagian dari ruh-KAMI, itulah mengapa hanya nabi Isa yg tidak menerima wahyu lewat Jibri dan atau perantaraan tabir, karena perkataannya itulah kalamNYA. Bolehkah dalam Islam syahadat kedua ditambahi “aku bersaksi bahwa nabi Isa adlah utusan Allah”, apakah syahadat kedua diajarkan bahwa “nabi Muhammad adalah satu2nya utusan Allah”

    Dalam Quran : “Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat…..”, Pada suatu hadits ketika nabi dan sahabat didatangi seorang yg ternyata Jibril yg bertanya tentang iman , Islam dan Ihsan dan semuanya dijawab dgn benar oleh nabi. “Orang itu bertanya lagi: “Wahai Rasulullah, kapankah Hari Kiamat itu?”. Rasulullah SAW bersabda: “Orang yang ditanya tidak lebih tahu daripada yang menanya” Apa yg bisa disimpulkan?

    Maksud saya disini sebenarnya NETRAL saja, janganlah menonjolkan satu ayat dan menyembunyikan ayat yg lainnya untuk memonopoli penafsiran menurut pemahaman yg diinginkannya sendiri yg tidak adil. Saran saya gunakanlah juga dalil suara hati dan kemursyidan karena nurani tdk akan pernah keji. Yang punya sifat keji adalah Nafs/diri/jiwa yg menyelubungi nurani/ruhKU yg suci. Berketuhanan bukanlah melulu soal dalil dan meyelisihi sedikit saja maka batal secara hukum, itu hanya bahasanya Pengacara yg anda tahu sendiri wataknya jarang menggunakan nurani hanya nafsu kepentingan. Berketuhanan lebih sering berhubungan dengan batin dan kebersihan hati bukan melulu dalil lahir. Sedangkan Allah adalah Maha Adil dan Maha Bijaksana. Sumber : http://pangestu.or.id/

    Dia mengasihiku&mu said:
    14 Januari 2012 pukul 22:10

    Mr.X.. saya tak perlu menjawab ‘pertanyaan’ sekaligus -pernyataan anda melalui ayat2 kitab suci anda- mengenai Yesus -. silakan, saya tidak marah & tidak memaksa anda menerima. jika memang itu yang anda yakini oke.. saya juga sebenarnya sanggup mengeluarkan ayat2 Kitab Suci saya di sini yang mendukung kebenarannya namun mau sampai di mana nanti? (salah 1nya Yohanes 1:10-11 – tak perlu saya sebutkan kalimatnya toh anda juga tidak akan percaya & saya juga tidak mau memaksamu untuk percaya – males yg begituan) pasti akan ada usaha saling membalas & saya tidak memerlukan hal seperti itu, cukuplah untuk saya berusaha betul2 menjadi orang yang berkenan di dalamNya dg tidak berbuat dosa & melakukan kehendakNya. itu saja sulit & butuh perjuangan terus menerus. Selamat berjuang menjadi manusia yang baik & seturut kehendak Allah dengan jalan yang anda yakini. Tuhan memberkati saudara

    Dia mengasihiku&mu said:
    14 Januari 2012 pukul 22:24

    eh, ada tambahan… selamat berjuang untuk kita semua untuk menjadi manusia yang berHATI NURANI BENAR.

    Dia mengasihiku&mu said:
    14 Januari 2012 pukul 22:27

    Selamat berjuang menjadi manusia yang baik & seturut kehendak Allah dengan jalan yang anda yakini. Tuhan memberkati saudara

    Yasser Ahdiyat said:
    21 Januari 2012 pukul 13:53

    saya memilih mana yg bisa mempertebal keimanan Islam saya .. dan saya kira penjelasan Bu Irene lah yg bs mempertebal keimanan saya ..
    yang saya tahu Pak Syafii Maarif itu dari Jaringan Islam Liberal (JIL), yg sering disebut jg Kaum Pembaharu Islam .. ada riwayat Rasululloh pernah berkata bahwa “Suatu jaman nanti akan hadir kaum pembaharu yg akan membawa Islam pada kejayaannya” .. tetapi yg Rasululloh maksud adalah orang2/kaum yg me’refresh’ atau me’restore’ Islam, artinya mengembalikan ajaran Islam yg lurus dan benar .. bkn seperti JIL yg melenceng dari syariah muamalah, sunah bahkan Alquran Hadist sekalipun sehingga umat menjadi ambigu dan bingung .. kita harus berhati terhadap hal yg seperti itu krn bs mendangkalkan akidah. mungkin itu bedanya pula antara Hidayah & Ijazah .. terima kasih :)

    zacky said:
    19 Februari 2012 pukul 04:32

    yaa Allah, kami mohon kepada Mu.. hati yang khusyuk, keyakinan yang benar, ilmu yang bermanfaat, amal yang sholeh, agama yang lurus.
    Aamiin yaa Robbal’alamiin

    Silvercova said:
    20 Februari 2012 pukul 22:13

    Ingatlah ,jangan selalu membanggakan agama masing-masing,karena kita hidup di negara yang bermacam-macam agama.. jadi bijaklah berkata,hargailah sesama..TOLERANSI umat berAGAMA ..

    hoho said:
    4 Maret 2012 pukul 15:46

    Aku hanya ingin hj. Irene mengunjungi pondok pesantren attauhidiyah. Alamat talang. Kota tegal.

    hilman ulwi said:
    23 Maret 2012 pukul 21:34

    saya ingin tahu hakikat laki-laki dan perempuan menurut pandangan islam (alqur’an dan hadist)

    Noor Rofik said:
    27 Maret 2012 pukul 01:06

    Assalamu’alaikum saudara/saudariku seiman dan seperjuangan,yang merasa muslim tulen wajib hukumnya kita bela dan dukung terus perjuangan dan semangat tulus Ibu Irene demi izzul Islam di muka bumi ini.Tapi yang termsuk golongan JIL,islam abangan,islam KTP jangan bnyak komentar yg menyesatkan.Saya yakin 1000% pengunjung di situs ini sebagian cucunya Abu Lahab laknatuLLoh,maju terus Ibu Irene yg terhormat, Alloh SWT kan selalu menguji nilai keimanan kita lewat cobaan.Dan yg merasa non muslim,utamanya nashoro… jangan merasa sakit hati karna keislaman beliau,cobalah bersikap bijak dan cari akarnya knapa beliau bisa berubah haluan dan meninggalkan agama yg lama.itu baru cara berfikir kristen intelek yang mengedepankan akal,nalar dan logika.Bukan emosi yg di dengung2kan karna merasa sdah kehilangan salah satu barang berharganya.Saya yakin 100000% ini salah satu janji dan bukti begitu aktualnya isi dan kandungan Al Qur’an,salah satu firman Alloh SWT “Dan bila telah datang pertolongan Alloh SWT,maka akan kita lihat datang berbondong2 manusia di muka bumi ini untuk masuk ke Islam” SubkhanaLLOH.Kini terbukti sudah puluhan ribu bahkan ratusan ribu orang2 non muslim yg bersahadad dan berikrar untuk msuk Islam,utamanya di belahan benua kulit putih.Tanpa iming2 materi,intimidasi ataupun sarimie dan indomie,mereka msuk dengan ketulusan hati,Ibu Irene…. tetap istiqomah,jangan gentar,Qulil haqqa walaukaana muuraan…. Bravo buat Ibu Irene…

    ucok said:
    12 April 2012 pukul 03:50

    Salam,,,,

    Insya ALLAH ibu Hjj. Irena diberikan kekuatan dan ketabahan oleh ALLAH swt,,, dalam menjalankan tugas dan tanggungjawab yg mulia ini… DIA maha berkuasa atas segalanya di dunia dan dilangit,,, tidak ada satupun yg dapat memudaratkan kepada seseorang tanpa izin ALLAH swt. … kepada sodara2 penyebar fitnah,,, hentikan rasa permusuhan mu itu,,, gunakan akal dan nuranimu dalam menghayati dan mencari kebenaran,, jangan lawan kata hatimu,,, fikirkan dalam-dalam ,,, jagan terpengaruh dengan dogmatis dan doktrin dulu… berssihkan jiwamu renungkan dengan kepala dingin dan jangan terbawa emosi …. akhirnya sodara akan menemukan kebenaran sejati… dan akhirnya sodara akan sadar ,,,, apa yg yang saudara anuti betul atau sesat… ingat kebenaran sejati dalam agama,,, tiada unsur penipuan, tiada paksaan,,, tiada dusta,,, tiada yang ditutup-tutupi…. tiada kepentingan peribadi…. semua transparan ,,,,

    horas bah

    ucok panggabean dua

    Yohanna Kasenda said:
    14 Mei 2012 pukul 19:54

    dimanakan irene handono sekarang?
    kasihan sekali waktu mualaf banyak orang muslim yang menyanjungnya, sekarang ia dihujat juga oleh orang muslim.
    ingat Firman Tuhan :
    – kalau ada hamba Ku yang melayani Aku lalu ia berbalik maka Aku tidak berkenan kepadanya
    – karena engkau telah meninggalkan Aku dan berbalik menyembah allah lain maka sekali-kali Aku tidak akan menolong kamu lagi

    Ask said:
    17 Mei 2012 pukul 11:43

    Yth : Ibu Hj. Irene Handono
    Tulisan Prof. Syafii Maarif mesti dilihat dari sisi kebangsaan dalam bingkai negara kesatuan Republik Indonesia, dimana unsur ke Bhinnekaan, Perdamaian dan saling toleran antar umat beragama di kedepankan. Apabila Prof. Syafii Maarif menjawab tafsir sms yang dikirim sang Jenderal tidak bersahaja, apa jadinya Poso sekarang ini, namun berkat kearifan Buya Safii dan tokoh tokoh bangsa yang lain, Poso menuai kedamaian hingga saat ini.
    Namun kami juga sangat berterimakasih kepada Hj. Irene Handono, yang telah memberikan kritik dan pendapat dari sesi keilmuan di meliki, sebagai wacana Discuse yg membangun.

    Salam
    Ask

    Buat Ibu Hj. Irene Handono
    Saya baru melihat Kotbah Ibu di Youtube yang begitu sangat bagus dari segi penyampaian dan kesan keilmuan agama yg ibu kuasai sangat bagus dan terkesan pintar. Biarlah ibu menjadi Nur bagi keyakinan yg Ibu anut saat ini.

    Namun tidak mengurangi rasa hormat kami kepada Ibu, berikut ini adalah Ayat yg membuktikan Bahwa Yesus adalah Allah sejati, Tidak diangkat begitu saja seperti yang Ibu sampaikan.

    Kami mengirimkan ayat ini untuk sebagai jawaban atas keraguan ibu, bila dianggab belum cukup, biarkanlah kami untuk tetap meyakininya, pada prinsipnya kami tdk seperti yg Ibu sampaikan, seperti Pemimpin pemimpin bangsa, kami sangat mencintai Kedamaian.

    100 Ayat yang Membuktikan Bahwa Yesus Adalah Allah Sejati
    Kejadian
    1:1, “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.” –
    “BERE’SYIT {pada mulanya} BARA’ {(Dia) menciptakan} ‘ELOHIM {Allah} ‘ET HASYAMAYIM {langit itu} VE’ET {dan} HA’ARETS {bumi itu}”

    Kata Allah dalam bahasa Ibrani ‘ELOHIM menggunakan bentuk jamak tetapi dengan kata kerja tunggal, hal ini saja sudah menyiratkan keesaan Allah yang serba kompleks.

    1:26 Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”
    3:22 Berfirmanlah TUHAN Allah: “Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita (Allah Tritunggal dan bukan Allah+Malaikat), tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya.”
    11:7 Baiklah Kita turun dan mengacaubalaukan di sana bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing.”
    19:24 Kemudian TUHAN menurunkan hujan belerang dan api atas Sodom dan Gomora, berasal dari TUHAN, dari langit (TUHAN di bumi dibedakan dengan TUHAN dari langit)

    Keluaran
    23:20 “Sesungguhnya Aku mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu, untuk melindungi engkau di jalan dan untuk membawa engkau ke tempat yang telah Kusediakan.
    23:21 Jagalah dirimu di hadapannya dan dengarkanlah perkataannya, janganlah engkau mendurhaka kepadanya, sebab pelanggaranmu tidak akan diampuninya, sebab nama-Ku ada di dalam dia.
    23:22 Tetapi jika engkau sungguh-sungguh mendengarkan perkataannya, dan melakukan segala yang Kufirmankan, maka Aku akan memusuhi musuhmu, dan melawan lawanmu.
    23:23 Sebab malaikat-Ku akan berjalan di depanmu dan membawa engkau kepada orang Amori, orang Het, orang Feris, orang Kanaan, orang Hewi dan orang Yebus, dan Aku akan melenyapkan mereka.

    Bilangan
    (kata “TUHAN” disebut 3x menunjuk kepada Allah Tritunggal)
    6:24 TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau;
    6:25 TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
    6:26 TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
    Mazmur
    45:6 Thy throne, O God, is for ever and ever: the sceptre of thy kingdom is a right sceptre.
    45:7 Thou lovest righteousness, and hatest wickedness: therefore God, thy God, hath anointed thee with the oil of gladness above thy fellows.
    45:7 Takhtamu kepunyaan Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaanmu adalah tongkat kebenaran.
    45:8 Engkau mencintai keadilan dan membenci kefasikan; sebab itu Allah, Allahmu, telah mengurapi engkau dengan minyak sebagai tanda kesukaan, melebihi teman-teman sekutumu.
    110:1 The LORD said unto my Lord, Sit thou at my right hand, until I make thine enemies thy footstool.
    110:1 Mazmur Daud. Demikianlah firman TUHAN kepada tuanku: “Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuhmu menjadi tumpuan kakimu.”

    Amsal
    8:12 Aku, hikmat, tinggal bersama-sama dengan kecerdasan, dan aku mendapat pengetahuan dan kebijaksanaan.
    8:17 Aku mengasihi orang yang mengasihi aku, dan orang yang tekun mencari aku akan mendapatkan daku.
    8:18 Kekayaan dan kehormatan ada padaku, juga harta yang tetap dan keadilan.
    8:19 Buahku lebih berharga dari pada emas, bahkan dari pada emas tua, hasilku lebih dari pada perak pilihan.
    8:20 Aku berjalan pada jalan kebenaran, di tengah-tengah jalan keadilan,
    8:21 supaya kuwariskan harta kepada yang mengasihi aku, dan kuisi penuh perbendaharaan mereka.
    8:22 TUHAN telah menciptakan [kata "menciptakan" lebih tepatnya adalah MEMILIKI] aku sebagai permulaan pekerjaan-Nya, sebagai perbuatan-Nya yang pertama-tama dahulu kala.
    8:23 Sudah pada zaman purbakala aku dibentuk, pada mula pertama, sebelum bumi ada.
    8:24 Sebelum air samudera raya ada, aku telah lahir, sebelum ada sumber-sumber yang sarat dengan air.
    8:25 Sebelum gunung-gunung tertanam dan lebih dahulu dari pada bukit-bukit aku telah lahir;
    8:26 sebelum Ia membuat bumi dengan padang-padangnya atau debu dataran yang pertama.
    8:27 Ketika Ia mempersiapkan langit, aku di sana, ketika Ia menggaris kaki langit pada permukaan air samudera raya,
    8:28 ketika Ia menetapkan awan-awan di atas, dan mata air samudera raya meluap dengan deras,
    8:29 ketika Ia menentukan batas kepada laut, supaya air jangan melanggar titah-Nya, dan ketika Ia menetapkan dasar-dasar bumi,
    8:30 aku ada serta-Nya sebagai anak kesayangan, setiap hari aku menjadi kesenangan-Nya, dan senantiasa bermain-main di hadapan-Nya;
    8:31 aku bermain-main di atas muka bumi-Nya dan anak-anak manusia menjadi kesenanganku.
    8:32 Oleh sebab itu, hai anak-anak, dengarkanlah aku, karena berbahagialah mereka yang memelihara jalan-jalanku.
    8:33 Dengarkanlah didikan, maka kamu menjadi bijak; janganlah mengabaikannya.
    8:34 Berbahagialah orang yang mendengarkan daku, yang setiap hari menunggu pada pintuku, yang menjaga tiang pintu gerbangku.
    8:35 Karena siapa mendapatkan aku, mendapatkan hidup, dan TUHAN berkenan akan dia.
    8:36 Tetapi siapa tidak mendapatkan aku, merugikan dirinya; semua orang yang membenci aku, mencintai maut.”

    Yesaya
    6:3 Dan mereka berseru seorang kepada seorang, katanya: “Kudus, kudus, kuduslah TUHAN semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!” (indikasi kata “Kudus” 3x menunjuk kepada Allah Tritunggal)

    6:8 Also I heard the voice of the Lord, saying, Whom shall I send, and who will go for us? Then said I, Here am I; send me.
    6:8 Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: “Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku [yang tepat artinya: KAMI]?” Maka sahutku: “Ini aku, utuslah aku!”
    9:5 Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.

    9:6 Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini.
    41:22 Biarlah mereka maju dan memberitahukan kepada Kami apa yang akan terjadi! Nubuat yang dahulu, beritahukanlah apa artinya, supaya kami memperhatikannya, atau hal-hal yang akan datang, kabarkanlah kepada kami, supaya kami mengetahui kesudahannya!
    Daniel 7
    7:13 Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya. (Dalam PB, Yesus menyebut dirinya Anak Manusia)

    Hosea
    1:7 But I will have mercy upon the house of Judah, and will save them by the LORD their God, and will not save them by bow, nor by sword, nor by battle, by horses, nor by horsemen.
    1:7 Tetapi Aku akan menyayangi kaum Yehuda dan menyelamatkan mereka demi TUHAN, Allah mereka. Aku akan menyelamatkan mereka bukan dengan panah atau pedang, dengan alat perang atau dengan kuda dan orang-orang berkuda.”

    Matius
    1:21 Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.”
    1:23 “Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel.” (Yang berarti: Allah menyertai kita.)
    2:2 dan bertanya-tanya, “Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.”
    2:11 Mereka masuk ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, dupa dan mur.
    2:15 dan tinggal di sana hingga Herodes mati. Hal itu terjadi supaya digenapi apa yang difirmankan Tuhan melalui nabi: “Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku.”
    3:3 Sesungguhnya dialah yang dimaksudkan Nabi Yesaya ketika ia berkata, “Ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya.” (Yohanes mempersiapkan jalan bagi Yesus)

    3:11 Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian setelah aku lebih berkuasa daripada aku dan aku tidak layak membawa kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.

    3:12 Alat penampi sudah di tangan-Nya. Ia akan membersihkan tempat pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung, tetapi sekam itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan.”
    3:16 Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,

    3:17 lalu terdengarlah suara dari surga yang mengatakan, “Inilah Anak-Ku yang terkasih, kepada-Nyalah Aku berkenan.”
    4:3 Lalu datanglah si penggoda dan berkata kepada-Nya, “Karena Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti.”
    4:6 lalu berkata kepada-Nya, “Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menerima Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk pada batu.”
    4:7 Yesus berkata kepadanya, “Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!

    4:10 Lalu berkatalah Yesus kepadanya, “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”
    4:16 — bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang.

    7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Surga, melainkan orang yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga.

    7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mukjizat demi nama-Mu juga?

    7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari hadapan-Ku, kamu sekalian yang melakukan kejahatan!”
    9:2 Lalu dibawalah kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu, “Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, dosa-dosamu sudah diampuni.”
    9:3 Mendengar itu, berkatalah beberapa orang ahli Taurat dalam hatinya, “Orang ini menghujat Allah.”

    9:6 Tetapi supaya kamu tahu bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa” — lalu berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu –, “Bangunlah, angkat tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!”
    10:37 Siapa saja yang mengasihi bapa atau ibunya lebih daripada Aku, ia tidak layak bagi-Ku; dan siapa saja yang mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih daripada Aku, ia tidak layak bagi-Ku.

    10:38 Siapa saja yang tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.

    10:39 Siapa saja yang mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan siapa saja yang kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.

    11:27 Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan-Nya.

    12:8 Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.

    12:30 Siapa yang tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa yang tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan.

    12:31 Karena itu, Aku berkata kepadamu: Semua dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni.

    12:32 Apabila seorang mengucapkan sesuatu menentang Anak Manusia, ia akan diampuni, tetapi jika ia berkata-kata menentang Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datang pun tidak.
    14:30 Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak, “Tuhan, tolonglah aku!”

    14:33 Orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya, “Sesungguhnya Engkau Anak Allah.”
    15:25 Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata, “Tuhan, tolonglah aku.

    16:16 Jawab Simon Petrus, “Engkaulah Mesias, Anak Allah yang hidup!”

    16:17 Kata Yesus kepadanya, “Berbahagialah engkau Simon anak Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di surga.

    16:18 Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.
    16:19 Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Surga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di surga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di surga.”
    16:27 Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya.

    16:28 Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Anak Manusia datang sebagai Raja dalam Kerajaan-Nya.”
    26:63 Tetapi Yesus tetap diam. Lalu kata Imam Besar itu kepada-Nya, “Demi Allah yang hidup, katakanlah kepada kami, apakah Engkau Mesias, Anak Allah, atau tidak.”

    26:64 Jawab Yesus, “Engkau telah mengatakannya. Akan tetapi, Aku berkata kepadamu, mulai sekarang kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di atas awan-awan di langit.”
    28:9 Tiba-tiba Yesus menjumpai mereka dan berkata, “Salam bagimu.” Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya.
    28:17 Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu.

    28:18 Yesus mendekati mereka dan berkata, “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi.

    28:19 Karena itu, pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama (ONOMA=bentuk tunggal) Bapa dan Anak dan Roh Kudus, (Ketiga Pribadi itu setingkat namun SATU=nama dalam bentuk Tunggal)

    28:20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman.”

    Markus
    1:1 Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah.
    1:2 Seperti ada tertulis dalam kitab nabi Yesaya: “Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan bagi-Mu;
    1:3 ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya”,

    1:23 Pada waktu itu di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan roh jahat. Orang itu berteriak:
    1:24 “Apa urusan-Mu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah.” 1:27 Mereka semua takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya: “Apa ini? Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahat pun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya.”
    1:34 Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit dan mengusir banyak setan; Ia tidak memperbolehkan setan-setan itu berbicara, sebab mereka mengenal Dia.
    2:5 Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: “Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!”
    2:6 Tetapi di situ ada juga duduk beberapa ahli Taurat, mereka berpikir dalam hatinya:
    2:7 “Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?”
    2:10 Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa” — berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu –:
    2:28 jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat.

    3:11 Bilamana roh-roh jahat melihat Dia, mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak: “Engkaulah Anak Allah.”
    3:12 Tetapi Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia.
    5:6 Ketika ia melihat Yesus dari jauh, berlarilah ia mendapatkan-Nya lalu menyembah-Nya,

    5:7 dan dengan keras ia berteriak: “Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? Demi Allah, jangan siksa aku!”
    15:19 Mereka memukul kepala-Nya dengan buluh, dan meludahi-Nya dan berlutut menyembah-Nya.

    5:30 Pada ketika itu juga Yesus mengetahui, bahwa ada tenaga yang keluar dari diri-Nya, lalu Ia berpaling di tengah orang banyak dan bertanya: “Siapa yang menjamah jubah-Ku?”
    7:37 Mereka takjub dan tercengang dan berkata: “Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata.”
    8:38 Sebab barangsiapa malu karena Aku dan karena perkataan-Ku di tengah-tengah angkatan yang tidak setia dan berdosa ini, Anak Manusia pun akan malu karena orang itu apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan Bapa-Nya, diiringi malaikat-malaikat kudus.”

    9:2 Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendirian saja. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka,

    9:3 dan pakaian-Nya sangat putih berkilat-kilat. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang dapat mengelantang pakaian seperti itu.
    9:7 Maka datanglah awan menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara: “Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia.”
    10:37 Lalu kata mereka: “Perkenankanlah kami duduk dalam kemuliaan-Mu kelak, yang seorang lagi di sebelah kanan-Mu dan yang seorang di sebelah kiri-Mu.”
    12:36 Daud sendiri oleh pimpinan Roh Kudus berkata: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu.
    12:37 Daud sendiri menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin Ia anaknya pula?” Orang banyak yang besar jumlahnya mendengarkan Dia dengan penuh minat.
    13:31 Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu

    14:61 Tetapi Ia tetap diam dan tidak menjawab apa-apa. Imam Besar itu bertanya kepada-Nya sekali lagi, katanya: “Apakah Engkau Mesias, Anak dari Yang Terpuji?”

    14:62 Jawab Yesus: “Akulah Dia, dan kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di tengah-tengah awan-awan di langit.”
    14:64 Kamu sudah mendengar hujat-Nya terhadap Allah. Bagaimana pendapat kamu?” Lalu dengan suara bulat mereka memutuskan, bahwa Dia harus dihukum mati.
    16:15 Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.

    16:16 Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.

    16:17 Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,
    16:19 Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.
    16:20 Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

    Lukas
    10:16 Siapa saja yang mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku; dan siapa saja yang menolak kamu, ia menolak Aku; dan siapa saja yang menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku.”

    10:17 Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata, “Tuhan, setan-setan pun takluk kepada kami demi nama-Mu.”

    10:18 Lalu kata Yesus kepada mereka, “Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit.

    10:19 Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa atas segala kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu.
    10:21 Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata, “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.

    10:22 Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorang pun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu.”

    Yohanes
    1:1 Pada mulanya ada Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
    1:2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.
    1:3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia (YESUS KRISTUS) dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan

    1:9 Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia.
    1:10 Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya.
    1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. (Yesus datang kepada Umat Manusia yg adalah ciptaanNya)
    1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;
    1:14 Firman itu telah menjadi manusia, dan tinggal di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh anugerah dan kebenaran.

    5:18 Sebab itu, para pemuka Yahudi makin berusaha untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia melanggar peraturan Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah.
    5:22 Bapa tidak menghakimi siapa pun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak,

    5:23 supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Siapa saja yang tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa yang mengutus Dia.

    5:24 Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Siapa saja yang mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.

    5:25 Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Saatnya akan tiba dan sudah tiba bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengar-Nya, akan hidup.

    5:26 Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri. (Yesus keberadaanNya Independent, ada dengan sendirinya-self existent)

    5:27 Ia telah memberikan kuasa kepada-Nya untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia.

    5:31 Kalau Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, maka kesaksian-Ku itu tidak benar;
    5:32 ada yang lain (ALLOS=yang lain dari jenis/kualitas yang sama yaitu sama2 ILAHI)yang bersaksi tentang Aku dan Aku tahu, bahwa kesaksian yang diberikan-Nya tentang Aku adalah benar.
    5:33 Kamu telah mengirim utusan kepada Yohanes dan ia telah bersaksi tentang kebenaran;
    5:34 tetapi Aku tidak memerlukan kesaksian dari manusia, namun Aku mengatakan hal ini, supaya kamu diselamatkan.
    5:35 Ia adalah pelita yang menyala dan yang bercahaya dan kamu hanya mau menikmati seketika saja cahayanya itu.
    5:36 Tetapi Aku mempunyai suatu kesaksian yang lebih penting dari pada kesaksian Yohanes, yaitu segala pekerjaan yang diserahkan Bapa kepada-Ku, supaya Aku melaksanakannya. Pekerjaan itu juga yang Kukerjakan sekarang, dan itulah yang memberi kesaksian tentang Aku, bahwa Bapa yang mengutus Aku.
    5:37 Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku. Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nya pun tidak pernah kamu lihat,
    9:35 Yesus mendengar bahwa ia telah diusir keluar oleh mereka. Kemudian Ia bertemu dengan dia dan berkata, “Percayakah engkau kepada Anak Manusia?”
    9:37 Kata Yesus kepadanya, “Engkau bukan saja melihat Dia; tetapi Dia yang sedang berkata-kata dengan engkau, Dialah itu!”

    9:38 Katanya, “Aku percaya, Tuhan!” Ia pun sujud menyembah-Nya.
    10:30 Aku dan Bapa adalah satu.

    10:33 Jawab orang-orang Yahudi itu, “Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menjadikan diri-Mu Allah.”
    14:6 Kata Yesus kepadanya, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
    14:7 Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia.”

    14:8 Kata Filipus kepada-Nya, “Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami.”

    14:9 Kata Yesus kepadanya, “Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Siapa saja yang telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.

    14:10 Tidak percayakah engkau bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang tinggal di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-pekerjaan-Nya.
    15:23 Siapa saja yang membenci Aku, ia membenci juga Bapa-Ku

    19:7 Jawab orang-orang Yahudi itu kepadanya, “Kami mempunyai hukum dan menurut hukum itu Ia harus mati, sebab Ia menganggap diri-Nya sebagai Anak Allah.”
    20:28 Tomas menjawab Dia, “Ya Tuhanku dan Allahku! (Bandingkan dg Matius 4:10)

    Kisah Para Rasul
    4:12 Tidak ada keselamatan di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia (Yesus), sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.”
    10:42 Ia telah menugaskan kami memberitakan kepada seluruh bangsa itu, dan bersaksi bahwa Dialah (Yesus) yang ditentukan Allah menjadi Hakim atas orang-orang hidup dan orang-orang mati.

    10:43 Tentang Dialah (Yesus) semua nabi bersaksi bahwa siapa saja yang percaya kepada-Nya (Yesus), akan mendapat pengampunan dosa melalui nama-Nya.”
    Roma
    9:5 Mereka adalah keturunan bapak-bapak leluhur, yang menurunkan Mesias secara jasmani, yang ada di atas segala sesuatu. Dialah (Yesus sang Mesias) Allah yang harus dipuji sampai selama-lamanya. Amin!

    I Korintus
    12:4 Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh.
    12:5 Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan.
    12:6 Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang.

    II Korintus 13:13
    13:13 Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian.

    Efesus
    4:4 satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu,
    4:5 satu Tuhan, satu iman, satu baptisan,
    4:6 satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua.

    Filipi
    2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,

    2:6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,

    2:7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
    2:9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,

    2:10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,

    2:11 dan segala lidah mengaku, “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa!

    I Timotius
    2:5 Karena Allah itu esa dan esa pula pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus,

    Titus

    Tit 3:4 Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia,
    Tit 3:5 pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,
    Tit 3:6 yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita oleh Yesus Kristus, Juruselamat kita,
    Tit 3:7 supaya kita, sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-Nya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita.
    Tit 3:8 Perkataan ini benar dan aku mau supaya engkau dengan yakin menguatkannya, agar mereka yang sudah percaya kepada Allah sungguh-sungguh berusaha melakukan pekerjaan yang baik. Itulah yang baik dan berguna bagi manusia.

    Ibrani
    1:3 Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi,
    1:5 Karena kepada siapakah di antara malaikat-malaikat itu pernah Ia katakan, “Engkaulah Anak-Ku! Engkau telah menjadi Anak-Ku pada hari ini”? dan “Aku akan menjadi Bapa-Nya, dan Ia akan menjadi Anak-Ku”?

    1:6 Lagi pula, ketika Ia membawa Anak-Nya yang sulung ke dunia, Ia berkata, “Semua malaikat Allah harus menyembah Dia (Yesus).”
    1:8 Tetapi tentang Anak (Yesus), Ia berkata, “Takhta-Mu, ya Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaan-Mu adalah tongkat kebenaran.

    I Petrus
    1:2 yaitu orang-orang yang dipilih, sesuai dengan rencana Allah, Bapa kita, dan yang dikuduskan oleh Roh, supaya taat kepada Yesus Kristus dan menerima percikan darah-Nya. Kiranya kasih karunia dan damai sejahtera makin melimpah atas kamu.

    I Yohanes
    5:5 Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dia yang percaya bahwa Yesuslah Anak Allah?

    5:6 Inilah Dia yang telah datang dengan air dan darah, yaitu Yesus Kristus, bukan saja dengan air, tetapi dengan air dan dengan darah. Dan Rohlah yang bersaksi karena Roh adalah kebenaran.

    5:7 Sebab ada tiga yang memberi kesaksian [di dalam surga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu. (Bandingkan dg Yoh 1:14) (Saya mengimani ayat ini ada dalam naskah asli dan percaya naskah TR (Textus Receptus=Perjanjian Baru dalam bahasa Yunani) yg dipelihara Allah dan jelas memuat ayat ini)

    5:9 Kita menerima kesaksian manusia, tetapi kesaksian Allah lebih kuat. Sebab inilah kesaksian Allah, yaitu bahwa Ia bersaksi tentang Anak-Nya.

    5:10 Siapa yang percaya kepada Anak Allah, ia mempunyai kesaksian itu di dalam dirinya; siapa yang tidak percaya kepada Allah, ia membuat Dia menjadi pendusta, karena ia tidak percaya kepada kesaksian yang diberikan Allah tentang Anak-Nya.

    5:11 Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya.

    5:12 Siapa yang memiliki Anak, ia memiliki hidup; siapa yang tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup.

    5:13 Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu bahwa kamu memiliki hidup yang kekal.
    5:20 Akan tetapi, kita tahu bahwa Anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar; dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. Dialah Allah yang benar dan hidup yang kekal.

    Wahyu
    1:4 Dari Yohanes kepada ketujuh jemaat yang di Asia Kecil: Kasih karunia dan damai sejahtera menyertai kamu, dari Dia, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, dan dari ketujuh roh yang ada di hadapan takhta-Nya,
    1:5 dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya –

    2:8 “Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Smirna: Inilah firman dari Yang Awal dan Yang Akhir, yang telah mati dan hidup kembali:

    3:7 “Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka.
    3:8 Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorangpun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku.

    4:8 Dan keempat makhluk itu masing-masing bersayap enam, sekelilingnya dan di sebelah dalamnya penuh dengan mata, dan dengan tidak berhenti-hentinya mereka berseru siang dan malam: “Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Allah, Yang Mahakuasa, yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang.” (indikasi kata “Kudus” 3x menunjuk kepada Tuhan Tritunggal)

    5:13 Dan aku mendengar semua makhluk yang di sorga dan yang di bumi dan yang di bawah bumi dan yang di laut dan semua yang ada di dalamnya, berkata: “Bagi Dia yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba, adalah puji-pujian dan hormat dan kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya!”

    11:15 Lalu malaikat yang ketujuh meniup sangkakalanya, dan terdengarlah suara-suara nyaring di dalam sorga, katanya: “Pemerintahan atas dunia dipegang oleh Tuhan kita dan Dia yang diurapi-Nya, dan Ia akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya.”

    17:14 Mereka akan berperang melawan Anak Domba. Tetapi Anak Domba akan mengalahkan mereka, karena Ia adalah Tuan di atas segala tuan dan Raja di atas segala raja. Mereka bersama-sama dengan Dia juga akan menang, yaitu mereka yang terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia.”

    19:13 Dan Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah dan nama-Nya ialah: “Firman Allah.”
    19:14 Dan semua pasukan yang di sorga mengikuti Dia; mereka menunggang kuda putih dan memakai lenan halus yang putih bersih.
    19:15 Dan dari mulut-Nya keluarlah sebilah pedang tajam yang akan memukul segala bangsa. Dan Ia akan menggembalakan mereka dengan gada besi dan Ia akan memeras anggur dalam kilangan anggur, yaitu kegeraman murka Allah, Yang Mahakuasa.
    19:16 Dan pada jubah-Nya dan paha-Nya tertulis suatu nama, yaitu: “Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan.”

    21:6 Firman-Nya lagi kepadaku: “Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan.
    21:7 Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku (YESUS) akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku.

    22:16 “Aku, Yesus, telah mengutus malaikat-Ku untuk memberi kesaksian tentang semuanya ini kepadamu bagi jemaat-jemaat. Aku adalah tunas, yaitu keturunan Daud, bintang timur yang gilang-gemilang.”
    Dalam PL, kata-kata “Malaikat ALLAH”, ”Malaikat TUHAN”, ”Malaikat Perjanjian” menunjuk kepada Tuhan Yesus sebagai Pribadi kedua dari ALLAH TRITUNGGAL/TRINITAS.

    Kata ”Malaikat TUHAN” atau ”Malaikat Allah” muncul dalam Kejadian 16:1-13, 21:17-19, 22:11-16, 31:11-13, Keluaran 3:2-4, Bilangan 22:22-35, Hakim-hakim 2:1-5, 6:11-24, 13:3-22, II Raja-Raja 19:35, Zakharia 3:1-2. Mari kita perjelas satu per satu.

    Kej 16:1-13 Malaikat TUHAN menampakkan diri kepada Hagar dan Ismael
    16:10. Lagi kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: “Aku akan membuat sangat banyak keturunanmu, sehingga tidak dapat dihitung karena banyaknya.”
    Ayat ini menyatakan Malaikat TUHAN akan membuat keturunan Hagar menjadi sangat banyak, dst
    16:13 Kemudian Hagar menamakan TUHAN yang telah berfirman kepadanya itu dengan sebutan: “Engkaulah El-Roi.” Sebab katanya: “Bukankah di sini kulihat Dia yang telah melihat aku?”
    Hagar menyebut Malaikat TUHAN atau TUHAN yang telah berfirman kepadanya dengan nama El-Roi, perhatikan kata ”Dia”
    Perhatikan kata yang dicetak tebal (Bold)

    Kej 21:17-19 Malaikat Allah berseru dari langit kepada Hagar dan Ismael
    21:17 Allah mendengar suara anak itu, lalu Malaikat Allah berseru dari langit kepada Hagar, kata-Nya kepadanya: “Apakah yang engkau susahkan, Hagar? Janganlah takut, sebab Allah telah mendengar suara anak itu dari tempat ia terbaring.
    21:18 Bangunlah, angkatlah anak itu, dan bimbinglah dia, sebab Aku akan membuat dia menjadi bangsa yang besar.”
    21:19 Lalu Allah membuka mata Hagar, sehingga ia melihat sebuah sumur; ia pergi mengisi kirbatnya dengan air, kemudian diberinya anak itu minum.
    Perhatikan kata yang dicetak tebal (Bold)

    Kej 22:11-16 Malaikat TUHAN waktu Kepercayaan Abraham Diuji
    22:11. Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: “Abraham, Abraham.” Sahutnya: “Ya, Tuhan.” (kata ini dalam KJV- “Here am I” cuma berarti “Ya, ini aku”, jadi bahasa Indonesia menerjemahkan dengan ”Ya, Tuhan”)
    22:12 Lalu Ia berfirman: “Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku.”
    22:13 Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya.
    22:14 Dan Abraham menamai tempat itu: “TUHAN menyediakan” (JEHOVAH-JIREH); sebab itu sampai sekarang dikatakan orang: “Di atas gunung TUHAN, akan disediakan.”
    22:15. Untuk kedua kalinya berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepada Abraham,
    22:16 kata-Nya: “Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri–demikianlah firman TUHAN–:Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku,
    22:17 maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya.
    Perhatikan kata yang dicetak tebal (Bold)

    Kej 31:11-13 Malaikat Allah menampakkan diri kepada Yakub yang Lari Meninggalkan Laban (perhatikan kata ”Akulah Allah” pada ayat 13)
    31:11 Dan Malaikat Allah berfirman kepadaku dalam mimpi itu: Yakub! Jawabku: Ya Tuhan! (kata ini dalam KJV- “Here am I” cuma berarti “Ya, ini aku”, jadi bahasa Indonesia menerjemahkan dengan ”Ya, Tuhan”)
    31:12 Lalu Ia berfirman: Angkatlah mukamu dan lihatlah, bahwa segala jantan yang menjantani kambing domba itu bercoreng-coreng, berbintik-bintik dan berbelang-belang, sebab telah Kulihat semua yang dilakukan oleh Laban itu kepadamu.
    31:13 Akulah Allah yang di Betel itu, di mana engkau mengurapi tugu, dan di mana engkau bernazar kepada-Ku; maka sekarang, bersiaplah engkau, pergilah dari negeri ini dan pulanglah ke negeri sanak saudaramu.”

    Kel 3:2-4 Malaikat TUHAN menampakkan diri pada Musa dalam nyala api yang keluar dari semak duri
    3:2 Lalu Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya di dalam nyala api yang keluar dari semak duri. Lalu ia melihat, dan tampaklah: semak duri itu menyala, tetapi tidak dimakan api.
    3:3 Musa berkata: “Baiklah aku menyimpang ke sana untuk memeriksa penglihatan yang hebat itu. Mengapakah tidak terbakar semak duri itu?”
    3:4 Ketika dilihat TUHAN, bahwa Musa menyimpang untuk memeriksanya, berserulah Allah dari tengah-tengah semak duri itu kepadanya: “Musa, Musa!” dan ia menjawab: “Ya, Allah.” (kata ini dalam KJV- “Here am I” cuma berarti “Ya, ini aku”, jadi bahasa Indonesia menerjemahkan dengan ”Ya, Tuhan”)

    Bilangan 22:22-35 Malaikat TUHAN menampakkan diri kepada Bileam dan keledai betinanya.
    22:22. Tetapi bangkitlah murka Allah ketika ia pergi, dan berdirilah Malaikat TUHAN di jalan sebagai lawannya. Bileam mengendarai keledainya yang betina dan dua orang bujangnya ada bersama-sama dengan dia.
    22:23 Ketika keledai itu melihat Malaikat TUHAN berdiri di jalan, dengan pedang terhunus di tangan-Nya, menyimpanglah keledai itu dari jalan dan masuk ke ladang. Maka Bileam memukul keledai itu untuk memalingkannya kembali ke jalan.
    22:24 Kemudian pergilah Malaikat TUHAN berdiri pada jalan yang sempit di antara kebun-kebun anggur dengan tembok sebelah-menyebelah.
    22:25 Ketika keledai itu melihat Malaikat TUHAN, ditekankannyalah dirinya kepada tembok, sehingga kaki Bileam terhimpit kepada tembok. Maka ia memukulnya pula.
    22:26 Berjalanlah pula Malaikat TUHAN terus dan berdirilah Ia pada suatu tempat yang sempit, yang tidak ada jalan untuk menyimpang ke kanan atau ke kiri.
    22:27 Melihat Malaikat TUHAN meniaraplah keledai itu dengan Bileam masih di atasnya. Maka bangkitlah amarah Bileam, lalu dipukulnyalah keledai itu dengan tongkat.
    22:28 Ketika itu TUHAN membuka mulut keledai itu, sehingga ia berkata kepada Bileam: “Apakah yang kulakukan kepadamu, sampai engkau memukul aku tiga kali?”
    22:29 Jawab Bileam kepada keledai itu: “Karena engkau mempermain-mainkan aku; seandainya ada pedang di tanganku, tentulah engkau kubunuh sekarang.”
    22:30 Tetapi keledai itu berkata kepada Bileam: “Bukankah aku ini keledaimu yang kautunggangi selama hidupmu sampai sekarang? Pernahkah aku berbuat demikian kepadamu?” Jawabnya: “Tidak.”
    22:31 Kemudian TUHAN menyingkapkan mata Bileam; dilihatnyalah Malaikat TUHAN dengan pedang terhunus di tangan-Nya berdiri di jalan, lalu berlututlah ia dan sujud.
    22:32 Berfirmanlah Malaikat TUHAN kepadanya: “Apakah sebabnya engkau memukul keledaimu sampai tiga kali? Lihat, Aku keluar sebagai lawanmu, sebab jalan ini pada pemandangan-Ku menuju kepada kebinasaan.
    22:33 Ketika keledai ini melihat Aku, telah tiga kali ia menyimpang dari hadapan-Ku; jika ia tidak menyimpang dari hadapan-Ku, tentulah engkau yang Kubunuh pada waktu itu juga dan dia Kubiarkan hidup.”
    22:34 Lalu berkatalah Bileam kepada Malaikat TUHAN: “Aku telah berdosa, karena aku tidak mengetahui, bahwa Engkau ini berdiri di jalan menentang aku. Maka sekarang, jika hal itu jahat di mata-Mu, aku mau pulang.”
    22:35 Tetapi Malaikat TUHAN berfirman kepada Bileam: “Pergilah bersama-sama dengan orang-orang itu, tetapi hanyalah perkataan yang akan Kukatakan kepadamu harus kaukatakan.” Sesudah itu pergilah Bileam bersama-sama dengan pemuka-pemuka Balak itu.
    Bileam berlutut dan sujud kepada Malaikat Tuhan

    Hakim-hakim 2:1-5 Malaikat TUHAN di Bokhim
    2:1. Lalu Malaikat TUHAN pergi dari Gilgal ke Bokhim dan berfirman: “Telah Kutuntun kamu keluar dari Mesir dan Kubawa ke negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyangmu, dan Aku telah berfirman: Aku tidak akan membatalkan perjanjian-Ku dengan kamu untuk selama-lamanya,
    2:2 tetapi janganlah kamu mengikat perjanjian dengan penduduk negeri ini; mezbah mereka haruslah kamu robohkan. Tetapi kamu tidak mendengarkan firman-Ku. Mengapa kamu perbuat demikian?
    2:3 Lagi Aku telah berfirman: Aku tidak akan menghalau orang-orang itu dari depanmu, tetapi mereka akan menjadi musuhmu dan segala allah mereka akan menjadi jerat bagimu.”
    2:4 Setelah Malaikat TUHAN mengucapkan firman itu kepada seluruh Israel, menangislah bangsa itu dengan keras.
    2:5 Maka tempat itu dinamai Bokhim. Lalu mereka mempersembahkan korban di sana kepada TUHAN.
    Bangsa Israel mempersembahkan korban persembahan kepada Malaikat TUHAN, perhatikan isi perkataan Malaikat TUHAN pada perikop di atas, ada kata ”sumpah, Aku, perjanjian, selama-lamanya” yang menyatakan bahwa hanya Allah saja yang berbuat demikian.

    Hakim-hakim 6:11-24 Malaikat TUHAN atau Malaikat Allah menampakkan diri kepada Gideon
    6:12 Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya dan berfirman kepadanya, demikian: “TUHAN menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani.”
    6:20 Berfirmanlah Malaikat Allah kepadanya: “Ambillah daging dan roti yang tidak beragi itu, letakkanlah ke atas batu ini, dan curahkan kuahnya.” Maka diperbuatnya demikian.
    6:21 Dan Malaikat TUHAN mengulurkan tongkat yang ada di tangan-Nya; dengan ujungnya disinggung-Nya daging dan roti itu; maka timbullah api dari batu itu dan memakan habis daging dan roti itu. Kemudian hilanglah Malaikat TUHAN dari pandangannya.
    6:22 Maka tahulah Gideon, bahwa itulah Malaikat TUHAN, lalu katanya: “Celakalah aku, Tuhanku ALLAH! sebab memang telah kulihat Malaikat TUHAN dengan berhadapan muka.”
    6:23 Tetapi berfirmanlah TUHAN kepadanya: “Selamatlah engkau! Jangan takut, engkau tidak akan mati.”
    6:24 Lalu Gideon mendirikan mezbah di sana bagi TUHAN dan menamainya: TUHAN itu keselamatan (Jehovah-Shalom). Mezbah itu masih ada sampai sekarang di Ofra, kota orang Abiezer.
    6:34 Pada waktu itu Roh TUHAN menguasai Gideon; ditiupnyalah sangkakala dan orang-orang Abiezer dikerahkan untuk mengikuti dia.
    Di bagian ini, Gideon mepersembahkan daging dan roti kepada Malaikat TUHAN atau Malaikat Allah dan persembahan korbannya diterima. Gideon sadar pada ayat 22 diatas bahwa itu adalah Allah. Kemudian dia memberi nama TUHAN itu keselamatan (Jehovah-Shalom).

    Perhatikan pula Allah Tritunggal/Trinitas hadir dalam perikop tersebut, pada bagian ini Allah Tritunggal hadir bersama-sama dengan kata ”TUHAN” (menunjuk pada Allah Bapa), ”Malaikat TUHAN” atau ”Malaikat Allah” (menunjuk pada Allah Anak atau Yesus Kristus dalam PB), dan ”Roh TUHAN” (menunjuk pada Allah Roh Kudus).
    Ingatlah bahwa: Pada masa Perjanjian Lama (hingga sebelum Pentakosta), Roh Kudus tidak tinggal tetap dalam diri manusia (Kej 6:3—Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia), sehingga Roh Allah atau Roh TUHAN bisa meninggalkan manusia seperti yang dialami Raja Saul (I Samuel 16:14—”Roh TUHAN telah mundur dari pada Saul”), Simson atau Samson (Hak 16:20—”TUHAN telah meninggalkan dia”), dan tokoh Alkitab lainnya.

    Hakim-hakim 13:3-22 Malaikat TUHAN menampakkan diri kepada Manoah (ayah Simson) dan istrinya
    13:9 Maka Allah mendengarkan permohonan Manoah, sehingga Malaikat Allah datang pula kepada perempuan itu, ketika ia duduk di padang dan ketika Manoah, suaminya itu, tidak ada bersama-sama dengan dia.
    13:15. Kata Manoah kepada Malaikat TUHAN itu: “Perkenankanlah kami menahan Engkau di sini, supaya kami mengolah anak kambing bagi-Mu.”
    13:16 Tetapi jawab Malaikat TUHAN itu kepada Manoah: “Sekalipun engkau menahan Aku di sini, hidanganmu itu tidak akan Kumakan. Tetapi jika engkau hendak mengolahnya menjadi korban bakaran, persembahkanlah itu kepada TUHAN.” Sebab Manoah tidak mengetahui, bahwa Dia itu Malaikat TUHAN.
    13:17 Kemudian berkatalah Manoah kepada Malaikat TUHAN itu: “Siapakah nama-Mu, sebab apabila terjadi yang Kaukatakan itu, maka kami hendak memuliakan Engkau.”
    13:18 Tetapi jawab malaikat TUHAN itu kepadanya: “Mengapa engkau juga menanyakan nama-Ku? Bukankah nama itu ajaib?”
    13:19 Sesudah itu Manoah mengambil seekor anak kambing dan korban sajian, lalu mempersembahkannya kepada TUHAN di atas batu. Lalu diperbuat-Nya keajaiban, sementara Manoah dan isterinya memandanginya.
    13:20 Sedang nyala api itu naik ke langit dari mezbah, maka naiklah Malaikat TUHAN dalam nyala api mezbah itu. Ketika Manoah dan isterinya melihat hal ini, sujudlah mereka dengan mukanya sampai ke tanah.
    13:21 Sejak itu Malaikat TUHAN tidak lagi menampakkan diri kepada Manoah dan isterinya. Maka tahulah Manoah, bahwa Dia itu Malaikat TUHAN.
    13:22 Berkatalah Manoah kepada isterinya: “Kita pasti mati, sebab kita telah melihat Allah.”
    13:23 Tetapi jawab isterinya kepadanya: “Seandainya TUHAN hendak membunuh kita, maka tidaklah Ia menerima korban bakaran dan korban sajian dari tangan kita dan tidaklah Ia memperlihatkan semuanya itu kepada kita dan tidaklah Ia memperdengarkan hal-hal yang demikian kepada kita pada waktu sekarang ini.”
    13:24. Lalu perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki dan memberi nama Simson kepadanya. Anak itu menjadi besar dan TUHAN memberkati dia.
    13:25 Mulailah hatinya digerakkan oleh Roh TUHAN di Mahane-Dan yang terletak di antara Zora dan Esytaol.

    Pada Bagian ini Allah Tritunggal hadir bersama-sama dengan kata Allah atau TUHAN (menunjuk pada Allah Bapa), Malaikat TUHAN atau Malaikat Allah (menunjuk pada Allah Anak atau Yesus Kristus dalam PB), dan Roh TUHAN (menunjuk pada Roh Kudus). Masih ada beberapa bagian lain yang menyatakan bahwa Allah Tritunggal atau Trinitas hadir bersama dalam PL.

    II Raja Raja 19:35 Malaikat TUHAN membunuh 185.000 prajurit Sanherib, raja Asyur
    19:35. Maka pada malam itu keluarlah Malaikat TUHAN, lalu dibunuh-Nyalah 185.000 orang di dalam perkemahan Asyur. Keesokan harinya pagi-pagi tampaklah, semuanya bangkai orang-orang mati belaka!

    Zakharia 3:1-2 Penglihatan: Malaikat TUHAN, imam besar Yosua dan Iblis
    ”3:1. Kemudian ia memperlihatkan kepadaku imam besar Yosua berdiri di hadapan Malaikat TUHAN sedang Iblis berdiri di sebelah kanannya untuk mendakwa dia.
    3:2 Lalu berkatalah Malaikat TUHAN kepada Iblis itu: “TUHAN kiranya menghardik engkau, hai Iblis! TUHAN, yang memilih Yerusalem, kiranya menghardik engkau! Bukankah dia ini puntung yang telah ditarik dari api?”

    Pada ayat 1 ada kata ”Malaikat TUHAN” dalam bahasa Ibraninya Mal’ak Jehovah sedang ayat 2 ”Malaikat TUHAN” dalam bahasa Ibraninya Jehovah (The LORD) atau Tuhan, Alkitab LAI menerjemahkan dengan kata ”Malaikat TUHAN” mungkin untuk menjelaskan hubungan ayat 1 dan 2.

    Kesemua ayat di atas mengisahkan bahwa ”Malaikat TUHAN” atau ”Malaikat Allah” ”Malaikat Perjanjian” (Maleakhi 3:2) menunjuk kepada satu pribadi dari Allah Tritunggal yang sering kita sebut dengan istilah Teofani (Allah menampakkan diriNya dalam bentuk seorang malaikat atau manusia).

    Alkitab LAI Terjemahan Resmi sebenarnya sudah menjelaskan secara tidak langsung bahwa oknum yang dimaksud dalam kata ”Malaikat TUHAN” atau ”Malaikat Allah” atau ”Malaikat Perjanjian” (Maleakhi 3:2) menunjuk kepada Pribadi Yesus Kristus yang menampakkan diri waktu Perjanjian Lama (PL), yaitu dengan memberi kata ”Dia” (D huruf besar) (Hak 13:16—”Dia itu Malaikat TUHAN”) dan masih banyak lagi seperti yang sudah dijelaskan di atas.

    Jadi Kesimpulannya yang dimaksud dengan ”Malaikat TUHAN” atau ”Malaikat Allah” atau ”Malaikat Perjanjian” (Maleakhi 3:2) dalam Perjanjian Lama– The or an angel of the LORD, the messenger of the covenant—adalah Tuhan Yesus atau Yesus Kristus atau Allah Anak dalam bentuk Teofani (Penampakan diri Allah dalam bentuk seorang malaikat).

    Banyak orang suka bukti. maka tidak salah memberi bukti meski pun, adalah benar kata GUS DUR, “Tuhan tidak perlu dibela, Gitu aja kok repot” :)

    Yohanes 20:29 Kata Yesus kepadanya: “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.”

      Bravo Israel said:
      26 Juni 2012 pukul 12:15

      Saya sudah 50 tahun jadi Katolik dan sejak TK sd SMA dulu sekolah di sekolah negeri yang notabene agama yang diajarkan dalam kurikulum adalah Islam,sedangkan agama lain tidak diajarkan dalam kurikulum. Jadi kalau lagi pelajaran agama, saya nunggu diluar kelas. Tapi iman saya tidak goyah meski teman-teman saya dulu sering ngajak saya belajar sholat dan dikasih tau bahwa saya akan masuk neraka kalau jadi katolik. Tapi saya senyum aja karena saya tahu persis bagaimana agama saya. Agama yang mengajarkan CINTA KASIH. Tidak seperti Hj. Irene. Anda tau betul siapa Irene? Apa dia benar-benar mantan biarawati? Saudara saya seorang Suster Ursulin tulen tau persis siapa Irene. Yang jelas dia bukan seorang Biarawati Katolik. Bagaimana mungkin seorang biarawati Katolik menafsirkan ayat-ayat Alkitab bisa salah dan fatalnya lagi tidak paham dan hapal Alkitab ? Irene hanya mencari uang untuk kepentingan dia sendiri dengan cara menghalalkan segala cara termasuk menipu dengan cara masuk Islam agar gampang mendapatkan simpati. Waspadalah.

        Mantap said:
        21 Juli 2012 pukul 23:49

        Saya salut pada anda. Tantangan hidup menjadi orang Katolik itu salah satunya adalah seperti yang anda katakan. Btw, teman-teman kerja saya yang berpendidikan tinggi dan muslim, tidak memikirkan topik2 seperti ini. Well-educated lahh….. Isu SARA nggak akan mempan lagi.

    think said:
    27 Juni 2012 pukul 01:11

    YANG BENAR ADALAH, Perkanalkanlah ISLAM GARUDA berkembang di INDONESIA dengan MANIS. jika ANDA masih berpegang TEGUH pada ISLAM GARUDA anda tidak akan pernah MENGENAL ISLAM yang HAKIKI. selamat menikmati AJARAN ISLAM GARUDA!!!!

    tyania said:
    27 Juni 2012 pukul 12:28

    Safii maarif menerangkannya berdasarkan kenegarawanan untuk perdamaian bukan menang2an.Kita memang meyakini agama kita yg paling benar begitu juga agama lain,kalau mau menang2an tidakakan ada perdamaian di bumi ini.cuman saya percaya setiap agama mengajarkan kebaikan.memang setiap agama berbeda,tetapi intinya Kemanusiaan.

    tresno jiwo said:
    1 Juli 2012 pukul 12:14

    Terimakasih ibu irena, telah banyak pencerahan yg ibu sampaikan. Ada puluhan juta yg sangat takut dg kebenaran yg ibu ungkap. Tapi sampaikan kebenaran itu dengan lebih bijak

    crack said:
    3 Juli 2012 pukul 19:39

    mba irene dulu biarawati dimana ,,,ya,,,,,terus di bekasi tinggal dimana ,,,kebetulan saya tinggal di bekasi …….biar sy jelasin ke ibu….ALKITAB lah yang mengatakan yesus itu tuhan …..jadi bukan di angkat oleh manusia ….

      Cinta Damai said:
      30 November 2013 pukul 10:57

      Seharusnya ahli agama tidak pantas saling memburukan agama lainnya, mari kita saling menghargai keimanan orang lain. Subhanallah, Allahu Akbar. Trims

    Iin Permana said:
    13 Juli 2012 pukul 14:03

    mau jelaskan apa…..?
    anda merasa lbih hebat dari ibu irene…?

      Agus gus gus said:
      21 Juli 2012 pukul 23:42

      Elo itu goblok ya. Wajar aja kalo Irene itu ditanya dulu dia biarawati mana.

    Agus gus gus said:
    21 Juli 2012 pukul 23:41

    Agama Islam itu memang agama yang paling benar. Yang nggak benar itu adalah pemeluknya, terutama yang korupsi.

    agoeng said:
    25 Juli 2012 pukul 17:17

    ada yg udh prnh ke Surga??ceritain dong

    muhamad de yesus said:
    31 Juli 2012 pukul 01:05

    Assalamu’alaikum warohmatulloh wabarokah…..
    Kok jadi umat diluar islam ikut di sini yaaa…….mungkin mau berda’wah…..Kita baca saja postingannya, agar kita tau agama mereka. lumayan gak beli injil. Malah mereka ngerti alqur’an ( sebagian/sepotong-sepotong ) dan dicari ayat yang menurut mereka berfihak kepada mereka. Anehnya lagi, mereka menggunakan ayat alqur’an dan membenarkan tetapi tidak mengakui dan mengimani kebenaran itu. Hanya diambil yang dirasa menguntungkan untuk melengkapi kekurangan kitab mereka. Hebat yaa….alqur’an kita….bisa dijadikan referensi injil yang banyak kekurangannya.

    asmadi said:
    16 Agustus 2012 pukul 17:39

    asslm, kebenaran hak ALLAH SWT yang menyampaikan kebenaranNYA wabil khusus ibu Hj Irina Handono semoga selalu mendapat baroqah dan ridhoNYA, amiiin

      Stephan said:
      27 Oktober 2012 pukul 01:23

      Sdr2-ku orang Kristen yang kekasih dalam nama Tuhan Yesus. Perlu kita ingatkan, jangan sekali-kali mengutuki Sdr Irena Handono, hukum firman berlaku siapa yang mengutuki akan dikutuki dan apa yang ditabur orang itu yang dituainya. Tidak ada kutuk-mengutuk dalam firman kecuali kepada iblis. Saya sangat diberkati oleh Tuhan tentang apa saja yang dikemukakan oleh Sdr Irena semuanya itu menguatkan iman saya dan menjadi introspeksi pada semua orang Kristen hendaknya. Ada beberapa hal yang perlu saya catat a.l. tentang istilah tritunggal memang tidak ada tertulis dalam Alkitab (hendaknya bisa trima masukannya), konsilli Nicea sungguh menjadi tragedi buat kekristenan karena baptisan diubah yang seharusnya berdasarkan firman di Kisah 2:38 menjadi dibaptis dalam nama Bapa Anak dand Roh Kudus dan anak-anak kecil dibabptis, seharusnya adalah orang yang sudah bertobat atau dewasa. Baptisan aslinya ditenggelamkan dalam air (diselam) bukan dipercik atau ditetesi dengan air. Perayaan2 yang tidak Alkitabiah menjadi dibenarkan oleh gereja Katolik, menciptakan tgl dan bulan kelahiran Yesus dan merayakan natal (tidak ada dalam Alkitab). Kekristenan dibuat di bawah Negara dan Katolik menjadi agama negara. Rasul Petrus disebut-sebut menjadi Paus pertama di Roma padahal tidak ada bukti tentang hal itu. Mari kita cermati dengan hati-hati, kalau benar kita katakan benar. Maria disebut bunda Allah (tidak ada tertulis demikian dalam Alkitab). Saya yakin seyakin-yakinnya bahwa sdr Irena tidak bisa membohongi hati kecilnya pasti ada firman yang tersisa dalam jiwanya sendiri walau sebesar biji sesawi. Bukan hanya sdr Irena, saya juga berasal dari Katolik dimana saya mengalami penyesatan di dalamnya tentang berhala-berhala. Saya keluar tanpa menyumpahi atau melakukan provokasi terhadap Katolik. Akhirnya saya termuka jawabanya di: http://www.branham.org dari Stephan Manullang di Seattle of USA. Salam dan damai sejahtera.

        rere said:
        6 September 2013 pukul 12:37

        saudara stephan manullang,,, sayang sekali,, sejauh mana peziarahn anda dalam mencapai penjelasan iman anda? sebegitu mudahkah anda menyerah? saya sarankan anda membuka katolositas.org atau newadvent.org

    Arief said:
    29 Oktober 2012 pukul 14:04

    Allah Maha Besar,Tiada Tuhan yang patut di sembah selain ALLAH !

    edo said:
    30 Oktober 2012 pukul 00:00

    Walau dijelaskan sampai mulut berBUSApun, mereka tidak akan mengerti dan tidak akan mau mengerti. Daripada nanti terjadi perpecahan mendingan diakhiri. Yang perlu disampaikan sudah disampaikan….! Untukmu Agamamu, Untukku Agamaku…(titik)

    ISTIQOMAH said:
    1 November 2012 pukul 02:28

    adah…sapii…sapii…la a’rif….!!! kok pernah ya…orang macam gini bisa jadi pemimpin muhammadiyah…? padahal penafsirannya melenceng jauh begitu dari apa yang diinginkan Alloh dan RossulNya…dan padahal muhammadiyah ini dulu paling gencar menyikat penyakit TBC (Tahayul, Bidah, Curofat) di masyarakat…kok muhammadiyah melempem? pasti manusia2 seperti sapii ini dah banyak menyusup dan merusak aqidah islam di muhammadiyah….apakah si sapii ini tidak faham bahwa Nabi Muhammad SAW sendiri tidak pernah berkata-kata dan bersikap seperti itu? bukankah nasrani dah jelas menganggap tuhan itu 1 dalam 3, 3 dalam 1…dan kemurkaan yang paling besar di sisi Alloh adalah apabila Alloh SWT di anggap mempunyai anak (seperti agama nasrani pada jaman Nabi Muhammad dan sekarang ini).

      KUMBANG said:
      2 Oktober 2013 pukul 13:53

      ALLOH SWT ITU BUJANG LAPUK…DIA PERLU ISTRI BARU BISA PUNYA ANAK…..JELAS ALLOH SWT ADALAH MANUSIA SAMA SEPERTI KITA PERLU ISTRI BARU BISA PUNYA ANAK…..TUHAN YANG ASLI….SANGAT MUDAH MEMILIKI ANAK….DIA KUASA…DAN MAHA KUASA..JADI MAKA JADILAH….TIDAK PERLU KAWIN….JADI MAKA JADILAH ….BUKANKAH ADAM DI CIPTAKAN TANPA KAWIN DULU…DAN APA SUSAHNYA TUHAN SEJATI MENGAKUI KITA SEBAGAI ANAK ANAKNYA………

    P'su Madi said:
    17 November 2012 pukul 17:26

    salut buat hj.irena ,dengan hujjah yg benar meluruskan apa yang keliru dalam penafsiran…. buat saudari Laela , apakah anda tidak faham tentang islam yang lurus ???

    KALANGKANG said:
    25 November 2012 pukul 07:19

    Nabi Muhammad juga gak pake gelar professor…….professor kok didengerin

    hamba Allah s.w.t said:
    15 Desember 2012 pukul 02:46

    saya bukan islam yg baik tp yuk komentar yg baik. islam tidak mengharamkan perbedaan, untuk mencapai kebenaran, karena tiada manusia setelah nabi Muhammad s.a.w yg sempurna. saling harga menghargai jgn mencaci maki atau mengumpat atau merendahkan org lain, karena itu dpt menimbulkan perpecahan (harapan non-islam). hati2 terhadap segala sesuatu yg dapat menimbulkan perpecahan.

      KUMBANG said:
      2 Oktober 2013 pukul 13:55

      SEMPURNA MANA MUHAMMAD DENGAN IBU TERESIA…….MUHAMMAD MENCURI..MERAMPOK..DENGAN HASIL RAMPASAN PERANGNYA….SUCI MANA…….MUHAMMAD MATI KEPANASAN BAGAI DI BAKAR API NERAKA…KEMATIAN IBU TERESIA BEGITU INDAH DAN TENANG……MANA LEBIH SUCI…

    Ashabul Kahfi said:
    25 Desember 2012 pukul 10:58

    kita tidak boleh saling hujat sesama ahlussunnah(golongan yg selamat dlm islam ) tapi kita wajib meluruskan pemahaman yang keliru agar tidak menyesat kan umat,kalo yg ngomong tak mau diluruskan ya biarkan saja,tapi katakan kepada umat bahwa sidia pahamnya sesat agar umat selamat dari mulut bacotnya atau tulisan ro’yu yg nyimpang.

    consignment stores memphis said:
    26 Desember 2012 pukul 08:49

    Greetings I am so happy I found your web site, I really found you by
    mistake, while I was browsing on Aol for something else, Anyhow I am here now and would just like to say kudos for a fantastic post and a all round enjoyable
    blog (I also love the theme/design), I don’t have time to read it all at the moment but I have book-marked it and also added your RSS feeds, so when I have time I will
    be back to read much more, Please do keep up the excellent work.

    Pendekar said:
    5 Februari 2013 pukul 12:55

    Logika sederhananya:
    *Nafsu>Akal=Tersesat
    __________________
    *Manusia itu diberi kebebasan untuk memilih, tinggal bagaimana manusia itu sendiri dalam ‘menahkodai kapalnya’/dirinya. Yang lebih mengedepankan kebencian, ego, tamak, sombong, dll yang negatif daripada akal logika maka dia akan tersesat. Karena jelas akalnya akan dikuasai nafsu dan tersesat menuju jalan-Nya.

    AlQur’an sebagai Kalamulloh, Kalamullah artinya firman Allah, yaitu ucapan Allah, sebagai salah satu sifat perbuatan-Nya. Maka segala sesuatu di dalam AlQuran tidak diragukan sedikitpun kerana datang langsung dari Allah SWT. Kebenaran & kebesaran Allah SWT dituliskan dalam AlQuran. Coba lihat berapa banyak prof, ilmuwan, akademisi yang masuk Islam karena dari penelitian mereka ternyata AlQuran sudah lebih dulu menjelaskan. Dan tentunya mereka cenderung mempergunakan akal mereka.

    Perhatikan ayat berikut:
    QS. Al Maa’idah:58
    Artinya: Dan apabila kamu menyeru (mereka) untuk (mengerjakan) sembahyang, mereka menjadikannya buah ejekan dan permainan. Yang demikian itu adalah karena mereka benar-benar kaum yang tidak mau mempergunakan akal.
    QS. Al Maa’idah:77
    Artinya: Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus.”
    QS. Al Maa’idah:100
    Artinya: Katakanlah: “Tidak sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu, maka bertakwalah kepada Allah hai orang-orang berakal, agar kamu mendapat keberuntungan.”

    Itu sedikit penjelasan dari saya, mohon maaf jika ada yang tersinggung karena saya hanya ingin berbagi ilmu dan mencoba menjelaskan apa yang seharusnya dijelaskan.

    Islam tidak mengajarkan pemaksaan ‘kudeta’ untuk mau masuk dalam Islam, tidak diajarkan untuk mencela, tidak mengajarkan kekerasan, dan tindakan buruk lainnya. Kalau pun ada pihak yang mengatasnamakan Islam kemudian melakukan kezaliman itu hanyalah oknum-oknum tertentu yang kurang bisa memahami arti daripada Islam sebagai agama Rahmatan Lil Alamin.

    Sedangkan terkait urusan ibadah antarumat beragama, biarlah mereka sibuk dengan urusan agama mereka sendiri yang untuk mereka sendiri tanpa mengganggu satu sama lain. Karena kalau menyangkut aqidah/keyakinan tidak bisa diajak kompromi untuk dicampuradukkan.
    Lihat ayat berikut:
    QS. Al Kaafiruun:6
    Artinya: “Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku.”
    Penjelasan==> Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa kaum Quraisy berusaha mempengaruhi Nabi saw. dengan menawarkan kekayaan agar beliau menjadi seorang yang paling kaya di kota Makkah, dan akan dikawinkan dengan yang beliau kehendaki. Usaha ini disampaikan dengan berkata: “Inilah yang kami sediakan bagimu hai Muhammad, dengan syarat agar engkau jangan memaki-maki tuhan kami dan menjelekkannya, atau sembahlah tuhan-tuhan kami selama setahun.” Nabi saw menjawab: “Aku akan menunggu wahyu dari Tuhanku.” Ayat ini (S.109:1-6) turun berkenaan dengan peristiwa itu sebagai perintah untuk menolak tawaran kaum kafir. Dan turun pula Surat Az Zumar ayat 64 sebagai perintah untuk menolak ajakan orang-orang bodoh yang menyembah berhala.
    (Diriwayatkan oleh at-Thabarani dan Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Ibnu Abbas.)

    Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa kaum kafir Quraisy berkata kepada Nabi saw.: “Sekiranya engkau tidak keberatan mengikuti kami (menyembah berhala) selama setahun, kami akan mengikuti agamamu selama setahun pula.” Maka turunlah Surat Al Kafirun (S.109:1-6).
    (Diriwayatkan oleh Abdurrazaq yang bersumber dari Wahb dan Ibnul Mundzir yang bersumber dari Juraij.)

    Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa al-Walid bin al-Mughirah, al-‘Ashi bin Wa-il, al-Aswad bin Muthalib dan Umayyah bin Khalaf bertemu dengan Rasulullah saw dan berkata: “Hai Muhammad! Mari kita bersama menyembah apa yang kami sembah dan kami akan menyembah apa yang engkau sembah dan kita bersekutu dalam segala hal dan engkaulah pemimpin kami.” Maka Allah menurunkan ayat ini (S.109:1-6)
    (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Sa’id bin Mina.)

    Wallahu’alam Bisshowab.
    Salam. :)

    Ali topan said:
    12 Maret 2013 pukul 00:54

    Jadi bgini, yg d mksud safi’i ma’arif adlh toleransi antar umt bragama utk mredam krusuhan di poso.itu memang benar.

    Akn tetapi yg di mksud hj.irene handono islam sbgai agama yg di ridhoi dan rohmatan lil’alamin, jg tdk bs di salahkan.

    Hmbaun sya kpd slruh umat islam,jgn prnah ragu aplgi takut, myntakan bhwa ISLAM adlah agma yg paling bnar di sisi allah swt. Sprti yg d mksud oleh hj.irene handono.

    Dngan tetap mnjaga toleransi sprti yg di mksud oleh safi’i ma’arif…

    Namun dmikian, umat islam demi mnjaga akidah nya. Harus trus di prjuangkan dgn cara apapun. Bhkan hrus brperang dgn pngikut salib, sprti yg trjadi di poso.

    saya siswa smp kelas 2 . saya hobi membaca komentar komentar setelah membaca berita . tapi kenapa isi komentar komentar anda semua ini merasa setiap orang paling bener sendiri .seolah olah orang islam paling gampang diadu domba. dikasih cerita berbau debat sedikit aja, udah deh penuh komentar yg 1 sok pintar yg 1 sok benar . memang baik membenarkan yg salah tapi cara anda menyampaikan seolah2 ilmu anda melebihi profesor & hj irene diatas . dan seseoragn yang salah anda bully demi mendapatkan kepuasan merasa saya yg bener. dimana letak kasih sayang yg merupakan kunci inti dari agama islam . .

    Lukas DC said:
    1 Agustus 2013 pukul 10:23

    Semua yang berkomentar disini ternyata orang-orang yang hebat sekali. Bisa mengerti semuanya secara mendalam dan meyakini nya secara utuh. Kalian semua bisa mengetahui kehendak Tuhan melalui nabi-nabi terpilihnya. Kalian juga semua hebat bisa mengatakan injil itu tulisan manusia (banyak diubah) dan Al Quran itu asli semua. Saya sangat salut atas keyakinan kalian semua padahal kalian manusia biasa juga. Dan kalian sangat hebat sekali bisa menghakimi semua orang yang tidak sejalan (terlepas kristen ataupun islam). Hati-hati dengan setan/iblis yang lebih pintar dari kalian. Setan/iblis bisa dalam bentuk apapun. Kalau kalian memang hebat coba siapa yang berani bilang kalau kalian tidak berdosa? (kristen, katholik, hindu, budha & ISLAM). Tuhan/Allah itu bukan untuk diperdebatkan tetapi untuk diimani. Tuhan ini MAHA PENGASIH LAGI MAHA PENYAYANG. Jadi jika kalian yang hebat mendapati saudara/i nya yang kalian anggap sesat tolong bantu mereka menemukan jalannya dengan penuh kasih bukan dengan jalan pemaksaan, kekerasan ataupun ceramah yang mendiskreditkan yang lain. Sekali lagi, hati-hatilah kalian (kristen/katolik, ISLAM, hindu dan budha) terhadap setan/iblis karena mereka sangat suka dengan pertentangan, iri, dengki, kemarahan dan kesombongan….
    Mohon maaf nya jika perkataan saya ini melukai saudara/i sekalian.

    Salam Damai.

    wawan irwandi said:
    14 September 2013 pukul 22:27

    Bagi yang terlalu mengidolakan Hj. Irene sebagai bahan pertimbangan sebaiknya membuka situs Arimatea Diki Candra vs irene.

    KUMBANG said:
    2 Oktober 2013 pukul 13:40

    IBU HJ IRENE….SAYA INGIN BERATANYA…….PERTANYAAN SAYA SINGKAT SAJA…..KENAPA ADA BERMACAM MACAM TAWAF……….UNTUK APA..DAN KEPADA SIAPA………TRIMA KASIH………

    KUMBANG said:
    2 Oktober 2013 pukul 13:43

    IBU IRENE…KENAPA PADA PERMULAAN ISLAM MUHAMMAD TIDAK BERKIBLAT KE MEKAH….ADA APA DENGAN MEKAH….KENAPA KOK KE YERUSALEM..KIBLAT ..SATU LAGI ..KENAPA RUMAH ALLOH SWT BUKAN DI GOA HIRA….BUKANKAH MUHAMMAD MENERIMA SEMUA ILMU DI DALAM GOA ITU…..KENAPA SETELAH 15 BARU MUHAMMAD BERKIBLAT KE MEKAH…..

      Hamba Allah said:
      9 Februari 2014 pukul 15:27

      SAUDARAKU KUMBANG NAN GAGAH PERKASA…..SILAKAN MASUK ISLAM KALAU PINGIN TAU SECARA GAMBLANG…THANK’S

      mercury said:
      27 April 2014 pukul 12:29

      silahkan baca buku jerusalem in the qur’an. kamu ga bisa paham kecuali kamu paham dulu mengenai yahudi. perpindahan kiblat ke mekah itu bagaikan suatu tamparan keras bagi yahudi, karena itu benar2 menunjukkan bahwa mereka bukan lagi umat pilihan tuhan. mereka selalu meminta di utuskan nabi, tapi setiap nabi itu datang selalu di dustakan. hingga datang kesempatan mereka yang terakhir, yang telah diberitakan nabi Isa AS, yaitu seorang nabi yang ummi. mereka tahu persis bahwa nabi muhammad yang ummi adalah benar utusan Allah, tapi hingga hijrahnya nabi ke madinahpun kaum yahudi yang ada di madinah tidak mau mengakuinya, kecuali hanya beberapa gelintir orang saja.

    hamba Allah said:
    10 November 2013 pukul 09:01

    Tulisan saudara putra sangat tajam dan jelas,saya berminat membaca tulisan anda Ÿ̲̣̣̣αηƍ lainnya, dimana bisa saya dapatkan. Jazakallah.

    Cinta Damai said:
    30 November 2013 pukul 11:08

    Aneh, awalnya Irene Handono mengkritisi Buya Syafei Maarif, koq berkembang menjadi debat antar agama.
    Setiap agama selalu mengajarkan kebenaran sesuai keimanannya
    Setiap agama pasti mengajarkan kebaikan dan kesantunan
    Mari saling menghargai sesama pemeluk agama..!!
    Allah SWT menciptakan “sesuatu” yang selalu berbeda.

    Jika berdebat, diskusi atau tukar fikir, hendaklah dengan arif dan bijaksana
    Semoga Alah SWT, melimpahkan kesabaran dan kebaikan pada kita semua
    Amin

      Hamba Allah said:
      31 Maret 2014 pukul 12:15

      Wahai saudara-saudaraku,….apa ga ada topik lain yang harus diperdebatkan. Satu hal yang saya yakin sampai sekrang, kalau berniat-berbuat baik pasti Allah akan berikan kebaikan. Ya,.untuk itu, jgn saling tuding menuding,…pak Syafi’i benar, bgitupun dengan ibu Irene. Mreka berdua sedang berada dalam sudut pandang yg berbeda mngenai satu masalah. Kok kita yang nambah-nambah masalah. Mikir donk. Keduanya itu sama-sama muslim, pak Syafii seorang muslim, ibu Irene juga seorg muslim. Jdi hargailah mereka berdua.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s